
Sumbawanews.com.- Provinsi NTB dengan dua pulau terbesarnya Lombok dan Sumbawa memiliki kekayaan budaya yang sangat bervariasi, sehingga sangat prospektif bagi pengembangan kepariwisataan. Karakteristik budaya yang multietnik dengan tiga suku utamanya; Sasak (P.Lombok), Samawa (bagian tengah P.Sumbawa) dan Mbojo (bagian timur P. Sumbawa), serta diperkuat dengan budaya etnik Bali, Jawa, Melayu, Bugis, Timor, Banjar, China, Arab, menjadikan NTB ibarat miniatur Indonesia dan mozaik budaya nusantara.
Panorama alam dari puncak pegunungan, lembah dan ngarai serta hamparan lahan pertanian yang mempesona, hingga bentangan pantai, laut serta gugusan terumbu karang yang masih lestari menjadi kekuatan lain untuk menarik minat kunjungan wisatawan. Selain mengandalkan wisata berbasis budaya dan mengandalkan panorama alam, sebagai sebuah destinasi, NTB memiliki daya saing untuk kegiatan wisata yang bersifat spesifik, seperti menyelam, arun jeram, pendakian, ziarah ritual dan penulusuran gua.
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 1989 tentang pembangunan Kawasan Pariwisata di Daerah Nusa Tenggara Barat, terdapat 15 kawasan pengembangan pariwisata. Sembilan Kawasan tersebar di Pulau Lombok , enam kawasan lainnya terdapat di Pulau Sumbawa. 15 kawasan tersebut meliputi;
- Kawasan Pariwisata Suranadi dan sekitarnya (96 Ha)
- Kawasan Pariwisata Sire, Gili Air, Senggigi dan sekitarnya (1.800 Ha)
- Kawasan Pariwisata Gili Gede dan sekitarnya (2.590 Ha)
- Kawasan Pariwisata Kuta, Seger, A'an dan sekitarnya (2.590 Ha)
- Kawasan Pariwisata Selong Belanak dan sekitarnya (480 Ha)
- Kawasan Pariwisata Gunung Rinjani dan sekitarnya (17.100 Ha)
- Kawasan Pariwisata Gili Indah dan sekitarnya (650 Ha)
- Kawasan Pariwisata Gili Sulat dan sekitarnya (1.317 Ha)
- Kawasan Pariwisata Dusun Sade dan sekitarnya (315 Ha)
- Kawasan Pariwisata Pulau Moyo dan sekitarnya (1.528 Ha)
- Kawasan Pariwisata Pantai Maluk dan sekitarnya (376 Ha)
- Kawasan Pariwisata Pantai Hu'u dan sekitarnya (2.756 Ha)
- Kawasan Pariwisata Sape dan sekitarnya (203 Ha)
- Kawasan Pariwisata Teluk Bima dan sekitarnya (201 Ha)
- Kawasan Pariwisata Gunung Tambora dan sekitarnya (2.526 Ha)
Belasan kawasan pariwisata potensial ini, tentunya butuh sentuhan tangan dingin yang mampu mendesain perencanaan strategis melalui terobosan inovatif guna menghasilkan nilai tambah berupa kesejahteraan masyarakat. Sejumlah hal harus mulai disiapkan secara dini. Mulai dari pembenahan sikap mental aparatur pemerintah, penyiapan pelaku usaha pariwisata yang profesional, membangun jaringan pemasaran dan promosi yang efektif dan efisien, hingga memperbaiki kualitas destinasi.
(sumber ; RPJMD Provinsi NTB 2009-2013)






Taliwang KSB. SumbawaNews.com.- Perairan pantai Balat Taliwang Sumbawa Barat yang selama ini terkesan dipandang Sebelah mata sejumlah pihak, ternyata memiliki Potensi un...
















maha Besar Allah dengan kekuasaan-Nya
Kepada Yth: Bapak Gubernur NTB TGH Za...
Na ya ajak to bola bae runtung ano na...
baru tau gw ada situs kyk gini...bany...