Pantai Selatan Pulau Sumbawa adalah Kawasan Wisata yang Terabaikan

Pantai Selatan Pulau Sumbawa adalah Kawasan Wisata yang Terabaikan

SHARE

Program visit Lombok – Sumbawa yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi menjadi program utama untuk memperkenalkan pariwisata yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu tujuannya adalah untuk memberitahukan kepada dunia bahwa keindahan alam yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak kalah menakjubkan. Wisatawan mengenal kawasan wisata tiga gili yang ada di Kabupaten Lombok Utara, pantai senggigi di Lombok Barat dan Pantai kute di Lombok Selatan. Ketiga kawasan wisata tersebut telah memikat banyak pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Dari tahun ke tahun jumlah pengunjung selalu mengalami peningkatan sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah setempat.

Sukses mempromosikan pariwisata yang ada di pulau Lombok bukan berarti pemerintah provinsi berlepas tangan akan keberadaan pariwisata yang ada pulau Sumbawa.
Padahal jika meperhatikan, akan ada begitu banyak kawasan wisata di pulau Sumbawa yang jauh lebih berpotensi. Salah satunya adalah kawasan wisata pantai selatan tepatnya di Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk. Meskipun pengelolaan kawasan wisata tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten namun setidaknya ada sinergi dari pemerintah provinsi sebagai bentuk kepedulian terhahadap kawasan wisata yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pantai selatan pulau Sumbawa sebenarnya jauh lebih menarik dari pantai – pantai lain yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pantai selatan pulau Sumbawa tidak hanya dikenal dengan keidahan pantainya tetapi juga mempunyai keunikan tersendiri. Letak keunikannya adalah terdapat peninggalan – peninggalan sejara zaman penjajahan. Salah satunya ialah batu paralang yang letaknya tidak jauh dari bibir pantai. Batu yang disebelah kiri dan kananya terdapat lubang besar berbentuk gua sebagai tempat bersembunyi, bertahan, dan berlindungnya masyarakat zaman dulu yang ada di Desa Emang Lestari (Kecamatan Lunyuk) dari serangan penjajah. Batu itu sampai saat ini masih berdiri kokoh sebagai bukti atas perjuangan rakyat yang ada di Kecamatan Lunyuk untuk mempertahankan diri.

Berwisata ke pantai selatan pulau Sumbawa akan memberikan keuntungan tersendiri bagi wisatawan karena selain dapat menikmati gemuruh gelombang yang mengalun menepis pantai, wisatawan juga dapat menyaksikan peninggalan sejarah zaman penjajahan artinya berwisata sambil menyelami nilai – nilai sejarah. Kecamatan Lunyuk yang dikenal dengan komoditas utama padi dan jagungnya menjadi daya tarik tersendiri. Dengan hamparan sawah yang membentang luas semakin menyejukkan hati para pengunjung dan membuktikan bahwa Kecamatan Lunyuk juga berpotensi untuk dapat dijadikan sebagai kawasan agrowisata.  
       
Kecamatan Lunyuk yang mayoritas penduduknya bukan hanya berasal dari suku Samawa (Sumbawa) melainkan juga berasal dari suku Sasak dan suku Bali. Masyarakat Kecamatan Lunyuk sangat terkenal dengan keramahan dan keterbukaannya. Kecamatan yang letaknya sekitar 90 kilometer lebih dari pusat pemerintahan Kabupaten Sumbawa mempunyai masalah tersendiri sampai saat ini belum teratasi yakni akses transporsati yang kurang mendukung bagi wisatawan untuk memberikan kenyamana ketika mengunjungi kawasan wisata yang ada di Kecamatan Lunyuk. Telur penyu yang menjadi ikon Kecamatan Lunyuk pun dari tahun ke tahun produksinya semakin menurun. Hal yang lebih memprihatinkan adalah populasi penyu terancam punah disebabkan oleh penangkapan liar yang tidak bertanggung jawab. Disinilah dibutuhkan keseriusan dari pemerintah baik kabupaten maupun provinsi untuk mengelolah kawasan wisata yang ada di bagian selatan pulau Sumbawa. Dengan memperbaiki infrastruktur dan mengoptimalkan fungsi dinas terkait sehingga tidak ada kesan mengabaikannya.
 

Nama : Uki Kifi
Putera Kelahiran Ds. Emang Lestari, Kec. Lunyuk
Motto : “Berkembang Dalam Tantangan”

 

 

SHARE
Admin Sumbawanews