Menjelajah “Tiu Nusak” Kawasan Wisata Eksotis Di Kecamatan Alas

Menjelajah “Tiu Nusak” Kawasan Wisata Eksotis Di Kecamatan Alas

SHARE

Sumbawanews.com.- “Saat bertanya dimana Tiu Nusak?” hampir mayoritas masyarakat Kabupaten Sumbawa tidak mengetahuinya, begitu juga dengan masyarakat kecamatan Alas dimana Tiu Nusak berlokasi juga tidak mengetahui dimana keberadaan Tiu Nusak.

“Ya saya pernah mendengar namun tidak mengetahui persis dimana letak Tiu Nusak” jelas tokoh masyarakat Alas yang juga penyair nusantara Dinulllah Rayes saat ditanya Sumbawanews.com.

Tiu Nusak sendiri berasal dari kata Tiu yang berarti “Telaga” dan Nusak yang berarti “Menusuk”. Tiu Nusak merupakan air terjun yang menusuk sehingga membentuk sebuah telaga kecil.

Lokasi Tiu Nusak sebenarnya tidak jauh dari pusat keramaian kecamatan Alas, hanya berjarak sekitar 5 Km dari terminal Alas. Untuk menuju Tiu Nusak cukup menggunakan cidomo atau ojek. Dari Terminal Alas perjalanan diarahkan menuju Karang Udik yang masih menjadi bagian dari Desa Juran Alas. Sesampai di ujung karang Udik perjalanan terbagi menjadi dua arah, sebelah kiri menuju dusun telangit dan sebelah kanan menuju Desa Marente.

Jalan menunju Dusun telangit terbelah melewati pematang persawahan, jalan dengan lebar sekitar 3 – 4 meter tersebut sebenar tembus menuju lokasi Tiu Nusak, namun saat ini jalan tersebut terputus karena jembatan darurat yang dibangun sebelumnya hanyut terbawa banjir.

Jika menggunakan cidomo atau kendaraan bermotor, kendaraan hanya bisa diparkir diseberang sungai setelah kita melewati perkampungan dusun Telangit. Selanjutnya perjalan sekitar 1,5 KM harus ditempuh dengan menggunakan jalan kaki.

Jika kita menggunakan jalur ini, maka kita akan melewati sebuah sungai kecil yang kedalamanya sekitar 40 cm

Alternatif perjalanan lainnya, menggunakan jalur kearah Marente, tepat sebelum jembatan kuning, kita berhenti dan disebelah kiri terdapat jalan masuk yang membelah pohon-pohon bambu. Perjalanan menggunakan jalur ini melewati jalan setapak diantara persawahan. Jarak dari jalan utama hingga Tiu Nusak sekitar 2 KM dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Jika kita menggunakan jalur ini, maka kita akan melewati sebuah sungai kecil yang kedalamanya sekitar 40 cm.

Sekitar 1 KM sebelum Tiu Nusak, pertemuan jalan dari arah dusun telangit dan jembatan kuning akan kita temui. Menjelang Tiu Nusak, tidak ada jalur khusus menuju lokasi. Kita harus melewati ladang penduduk dengan mengambil rute menyebrang kali atau menyusuri sisi bukit sebelah kanan.

Sesampai diujung sungai terlihat beronjong yang sudah terhempas akibat banjir, untuk mencapai Tiu Nusak kita harus menempuh jarak sekitar 500 meter lagi. Lokasi wisata yang pertama kita temu adalah “Tiu Nusak Rea”. Dinamakan tiu nusak rea karena bentuk telaganya lebih besar dibandingkan dengan tiu “telaga” lainnya yang ada di lokasi tersebut.

 

 

Dilokasi yang sedang dikembangkan sebagai kawasan agrowisata Tiu Nusak ini terdapat 4 lokasi air terjun dengan karateristik berbeda-beda. Lokasi pertama yakni Tiu Nusak Rea dengan diameter telaga sekitar 10 meter dan ketinggian air terjun sekitar 5 meter. Air terjun diapit oleh dua buah batu besar dengan ketinggian sekitar 7 meter.

Lokasi kedua yang berjarak sekitar 750 meter dari Tiu Nusak Rea yakni Tiu Nusak Ode dengan ketinggian mencapai 7 meter. Dilokasi ini telaganya lebih kecil namun batu-batu besar cukup dominan diantara telaga.

Sebelum mencapai air terjun ketiga, kita akan disuguhi dengan telaga-telaga yang banyak baik berada di tengah sungai maupun disamping. Telaga-telaga ini hampir semuanya dikelilingi oleh batu-batu yang cukup besar.

Air terjun ketiga yang bisa kita temukan dilokasi ini adalah air terjun Tete. Disebut tete karena air terjunnya bertingkat 3. Tete dalam bahasa Indonesia bermakna tangga. Dengan ketinggian sekitar 10 meter, air mengalir diantara sela-sela batu yang bertingkat 3. Lorong air mengalir besarnya sekitar sebadan orang dewasa. Uniknya lagi air mengalir dari bagian atas kebawah tidak jatuh secara lurus namun harus berbelok dua kali sebelum air tersebut jatuh kedalam telaga yang menampungnya.

Air terjun Senampar, merupakan air terjun lokasi terjauh yang berada dikawasan Tiu Nusak. Bentuk air terjun tidak curam namun landai dengan bentuk berundak. keunikan dari air terjun senampar ini, sepanjang aliran sungai yang panjangnya 300 meter air mengalir diatas batu yang terhampar luar. Batu tersebut ibaratnya sebuah saluran air yang sengaja dibentuk mendatar.

Empat lokasi air terjun tersebut, saat ini akan dikembangkan sebagai kawasan Agrowisata. Berbagai tumbuhan buah-buahan dan tanaman Kopi mulai ditanam.

Selain terdapat 4 air terjun, dipuncak bukit disebelah kanan tiu nusak juga terdapat batu datar yang pemandangannya langsung menghadap ke kecamatan Alas. Bahkan dari puncak bukit ini kita bisa melihat pemandangan disekitar pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat.

“Kedepan akan dikembangkan sebagai Bunggalow,” ungkap Agus pengelolah lahan tersebut.

Penasaran? ayo kunjungi Alas. (Arif)

SHARE
Admin Sumbawanews