Kini Hadir Samawa Seaside Cottages

Kini Hadir Samawa Seaside Cottages

SHARE

Hari Minggu 1 Mei 2011, kawasan Perkebunan PT Ladang Arta Buana ( LABU ) menjadi pusat perhatian sejumlah warga Kota Sumbawa Besar dan sekitarnya karena pada hari itu merupakan hari yang bersejarah bagi masarakat dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam upaya mengembangkan sector pariwisata yang sudah menjadi salah satu andalan daerah bermotokan Sabalong Sama Lewa ini. Hari itu Bupati Sumbawa yang diwakili Drs Umar Idris, salah satu asisten Sekda Sumbawa  meresmikan pengoperasian sebuah peninapan yang diberi nama Samawa Seaside Cottages ( SSC )

Samawa Seaside Cottages ini tepatnya berlokasi di Tanjung Menangis berjarak kurang lebih 10 menit menggunakan perahu dari Labuhan Sumbawa atau melalui perjalanan darat sekitar 30 menit dari pusat kota menyusuri jalan ke Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara kemudian ke Dusun Omo dan naik lagi ke perbukitan menyusuri areal perkebunan PT LABU.

Letak SSC ini selain dikelilingi tanaman yang hijau juga berada ditepian pantai dengan pasirnya yang putih menghadap ke utara atau tepatnya menghadap Pulau Moyo yang populer sebagai tempat menyelam dan snorkelingnya. Menurut I Gusti Ngurah Wiarsa management SSC, dipilihnya Tanjung Menangis sebagai lokasi cottages selain menjadikan PT LABU sebagai salah satu tujuan wisata juga letaknya sangat strategis. Namung sayang tegasnya dibalik keinginan menggalakkan sektor pariwisata ini, pemerintah daerah sepertinya menutup mata terhadap ketersediaan sarana dan prasarana yang ada. Ini penting ujar dia ketika memberikan sambutan pada Grand Opening Ceremonial SSC. bahwa Infrastruktur adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar jika ingin mengembangkan pariwisata ini bahkan ia menilai pemkab Sumbawa tidak terlalu serius berupaya menopang titik titik tujuan wisata didaerah itu.

Di Kabupaten Sumbawa khususnya di Kota Sumbawa Besar sudah cukup banyak hotel dan penginapan namun tidak satupun ditemukan brosur-brosur yang bisa menunjuk ke suatu tempat dimana para wisatawan bisa melihat keunikan yang ada didaerah ini. Begitu pula dengan sarana prasarana yang sangat kurang bahkan sangat minim.

Sebagai contoh ; sarana transportasi menuju Tanjung Menangis yang sejak dulu sudah sangat dikenal baik melalui lagenda maupun dari sisi keindahan lokasinya, juga tidak terurus. Sarana yang ada sejak dibangun hingga sekarang seperti itu-itu juga. Jalan yang berlubang bahkan nyaris seperti kubangan banyak ditemukan didaerah ini. Begitu pula dengan tujuan wisata lainnya seperti Air Mata Jitu di Pulau Moyo yang pernah dikunjungi mantan isteri pangeran Charles dari Inggeris juga tak terurus dan banyak lagi tempat-tempat wisata yang mengalami nasib yang sama.

Semua cottage di SSC ini memiliki balkon pribadi, ruang tamu, dan ruang makan. Kamar-kamar dilengkapi dengan TV kabel layar datar dan minibar. Kamar mandi en suite memiliki fasilitas shower dan fasilitas mandi. Para tamu tidak kekurangan kegiatan rekreasi untuk dinikmati, termasuk menunggang kuda. SSC juga menyediakan fasilitas olahraga air dan berwisata dikebun buah segar milik PT LABU.

Selain itu untuk menopang keberadaan SSC pihak management juga sudah melakukan pembinaan terhadap masarakat setempat misalnya soal proses tenun menenun kain khas Sumbawa termasuk memberikan peralatan kepada kelompok-kelompok pengrajin yang ada sehingga para wisatawan tidak kesulitan mendapatkan pakaian adat Sumbawa seperti Kere Alang, Sapu dlsb sebagai souvenir. Wisatawan juga bisa menyaksikan langsung prosess pembuatan nya di area khusus didalam kompleks SSC. Begitu pula dengan beberapa seni pertunjungan khas Sumbawa, melengkapi keberadaan SSC di Tanjung Menangis ini.

Sekarang harapan bertumpu kepada Pemkab Sumbawa khususnya dan Pemda NTB untuk lebih serius menggalakkan pariwisata di daerah ini, apalagi jika Bandara Internasional Tana’ Lawu di Lombok Tengah sudah beroperasi. Wisatawan asing tentu akan bosan jika hanya berkeliling Lombok yang wilayahnya hanya seperempat wilayah Sumbawa.(bang Mek)

SHARE
Admin Sumbawanews