Indahnya Sunset Di Pantai Ampenan, Tapi Sampah Berserakan

Indahnya Sunset Di Pantai Ampenan, Tapi Sampah Berserakan

SHARE

Mataram, Sumbawanews.com- Pantai Ampenan terletak di Kota Madya Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pantai ini dihampari pasir hitam nan lembut dengan garis pantai terbentang ratusan meter dan menjulur ke ke laut berkisar lima hingga sepuluh meter.

Batas bibir pantai dengan daratan dibangun tanggul menyatu dengan daratan seluas hampir satu hektar dilengkapi dengan kios kuliner dan panggung hiburan. Banyak warga menggunakan tempat ini untuk olah raga dan tempat bermain keluarga.

Apalagi jika sore hari, ratusan orang memadati bibir pantai menatap laut lepas dengan deburan ombak yang terkadang terdengar seperti suara gemuruh. Tak lepas mata mandang, tertegun dengan gesitnya ombak berkejaran mencapai finish, bibir pantai berpasir hitam.

Matahari yang akan menenggelamkan diri dari peredaran sore hari seakan menekan ombak dari ujung Barat menuju ujung Timur digaris pantai Ampenan. Dengan anggunnya matahari tenggelam (sunset) menyapa setiap pengunjung dengan cahayanya nan indah.

Sesekali burung camar bercengkerama didepan pengunjung. Dari tiang patok di pinggiran pantai burung camar mengintai ikan bersama pemancing ikan, menambah lengkap sajian sore hari.

Sumbawanews mencoba berinteraksi dengan pengunjung, Sabtu (14/11). Dari penuturan Suryani (42) memperjelas batasan keindahan sunset yang sangat menakjubkan yang seakan matahari tenggelam ditelan lautan.

Warna kuning keemasan bercampur warna tembaga, menjadikan langit dan pantai Ampenan memikat pandangan mata. “Saya tiga kali dalam seminggu pasti kesini mas,” kata Suryani yang mengaku sebagai ibu rumah tangga bersama dua anggota keluarganya.

Namun sayangnya kata dia, masyarakat atau pengunjung kurang memperhatikan kebersihan pantai dengan membuang sampah sembarangan. Padahal pemerintah kota Mataram sudah membangun kawasan pantai Ampenan dengan dana besar hingga menjadi pantai yang layak untuk dikunjungi.

“Mas lihat itu sampah, mulai dari pinggir tempat duduk kita ini sampai di bibir pantai. Kan sudah ada bak sampahnya,” keluh dia.

Ia mengaku senang persoalan ini diangkat media. Selama ini kata dia, belum ada yang mengkritisi masalah sampah di pantai Ampenan.

Hal serupa dikatakan Faozan (35). Pria yang juga mengaku sering mengunjungi pantai Apenan itu, mengaku sangat kesal dengan banyaknya sampah di pantai Ampenan. Tak jarang menurut dia sampah dan kotoran manusia bercampur jadi satu.

“Jika kita datang pagi hari, kelihatan itu barang,” ujarnya.

Hal yang sangat membingungkan menurut dia, terkadang di pantai terdampat bangkai binatang. “Ini kan tidak baik buat kita yang menjadikan tempat ini sebagai sarana bermain keluarga. Apalagi ini tempat kuliner,” kata dia dan berharap berita ini dapat direspon oleh semua pelaku di pantai Ampenan. (Zainuddin).

SHARE
Admin Sumbawanews