Sumbawanews.com,- Ratusan ribu suporter memadati jalanan London Utara dalam pawai kemenangan Arsenal usai meraih gelar Premier League pertama sejak 2004. Namun, euforia yang membara berubah menjadi kekacauan saat sejumlah insiden berbahaya terjadi, menyeret 16 orang ke penjara dan memaksa puluhan lainnya dievakuasi dari ketinggian.
Kepolisian Metropolitan London (Met) mengonfirmasi 16 penangkapan hingga malam hari, dengan dakwaan mencakup perilaku mabuk, pelanggaran narkoba, kekerasan seksual, hingga serangan terhadap petugas medis dan polisi. Sejumlah acara musik jalanan tanpa izin juga dibubarkan paksa. Di tengah kerumunan, sebuah insiden penusukan terjadi di Hornsey Road sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Seorang pria terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit, sementara penyelidikan atas kondisinya masih berlangsung.
Untuk mengendalikan situasi yang memanas, polisi menerapkan wewenang darurat di bawah Section 60 Criminal Justice and Public Order Act 1994, yang memungkinkan penggeledahan acak tanpa duga sepanjang malam. Langkah ini diambil guna mencegah kelompok-kelompok yang menciptakan kerusuhan.
Sementara itu, London Fire Brigade (LFB) harus mengerahkan tim penyelamat untuk mengevakuasi 75 suporter yang nekat memanjat atap bangunan, tiang listrik, dan struktur tinggi demi mendapat pemandangan terbaik dari bus kemenangan Arsenal. Petugas pemadam kebakaran juga bergerak cepat memadamkan api di sebuah hotel lokal, yang diduga berasal dari suar-suar yang dilempar massa ke arah bangunan.
Pawai yang seharusnya menjadi momen puncak kebanggaan bagi para pendukung—yang juga merayakan gelar UEFA Women’s Champions League tim putri Arsenal—berubah menjadi ujian bagi manajemen keamanan publik. Otoritas setempat kembali mengingatkan: euforia boleh meledak, tapi keselamatan tidak boleh dikorbankan.
Di tengah sorak-sorai dan warna-warni seragam merah, gambar-gambar suporter yang tergantung di tepi gedung menjadi simbol kontras antara kegembiraan dan kecerobohan—sebuah peringatan bahwa dalam kegembiraan terbesar sekalipun, batas antara perayaan dan bahaya bisa sangat tipis.

















