Renungan Dan Biografi Patriot Indonesia Siauw Giok Tjhan

Renungan Dan Biografi Patriot Indonesia Siauw Giok Tjhan

SHARE
A.Kohar Ibrahim :

Nota Tanda Terima Dua Buku

Renungan Dan Biografi Patriot Indonesia Siauw Giok Tjhan

Hadiah Bermakna Ultah Ke-65

Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus’45

*

Terbitan: Lembaga Kajian Sinergi Indonesia
Editor : Siauw Tiong Djin

(1)
Renungan Seorang Patriot Indonesia Siauw Giok Tjhan

(2)
Siauw Giok Tjhan Dalam Pembangunan Nasion Indonesia
Biografi Ditulis Oleh Siauw Tiong Djin

altTULISAN ini sekedar Nota Tanda Terima Dua Buku terbitan Lembaga Kajian Sinergi Indonesia tersebut di atas yang pertengahan Agustus 2010 ini sampai ke tangan saya. Baru saja kesempatan membolak balik sampul depan-belakang dan daftar isi sekalian penegasan yang mengantarnya. Keduanya layak baca layak kaji dengan seksama, saling melengkapi, bahkan bisa dikatakan sebagai satu kesatuan yang bermakna sekali.

Iya, saya garisbawahi bahwasanya kedua buku itu amat bermakna ditinjau dari sudut pandang kebangsaan, patriotisme sekalian isi kesejarahannya. Sejarah Tanah Air dan Bangsa serta Negara Republik Indonesia yang diperjuangkan dan diproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Sejarah yang lika-liku dari perjuangan untuk mewujudkan aspirasi yang penuh dari Revolusi Agustus. Sejarah yang ditulis oleh saksi sekaligus pelaku yang telah berjasa besar dalam perjuangan itu sendiri – sebagai salah satu sosok prominen komunitas Tionghoa bernama: Siauw Giok Tjhan.

Dari pemikiran teriring jejak-langkah perjuangannya, semangat juang dan patriotismenya adalah sejalan dengan politik Bung Karno. Seorang patriot Indonesia adalah siapa saja yang dalam heart & mind-nya, dalam tindakannya, berjuang demi pembinaan dan kemajuan Bangsa dan Tanahair Indonesia.

Saya berkeyakinan, bahwa penerbitan buku tersebut merupakan upaya yang sangat positip sekaligus telah melengkapi hasil terbitan tulisan atau buku-buku lainnya dari kalangan yang sejak berdirinya Orde Baru tersingkir dan terbungkamkan. Positipnya hasil-hasil terbitan yang bukan saja menjadi bahan banding pun sekaligus bahan pencerahan bagi generasi muda harapan bangsa yang selama ini hanya menerima “kebenaran” versi penguasa Orde Baru. Dengan demikian, bisalah berpikir lebih cerah dan berani menegakkan kebenaran dan keadilan demi menggapai kemajuan dan mewujudkan aspirasi Rakyat dan Bangsa Indonesia yang tercinta, yang bebas merdeka dan aman tenteram sentosa.

Dalam rangka menunaikan itikad untuk mengkaji isi kedua buku tersebut, yang masing-masing tebalnya 536 halaman (1) dan 464 halaman (2), saya kira adalah baiknya saya turunkan antaran perkenalan penyusunnya yang tertera di halaman sampul belakang.

Kepada segenap pembaca yang berkenan saya ucapkan banyak terima kasih dan silakan.

Merdeka!

(A.Kohar Ibrahim)

*

SIAUW GIOK TJHAN

Siauw Giok Tjhan tercatat di dalam sejarah sebagai seorang tokoh politik yang berbobot. Keberadaannya di dalam kancah politik nasional selama berpuluh tahun, telah memungkinkan pengerahan massa peranakan Tionghoa di Indonesia, untuk menyadari bahwa penyelesaian masalah komunitas Tionghoa adalah bagian dari perjuangan mewujudkan Nasion Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Lahir di Surabaya pada tanggal 23 Maret 1914, semasa hidupnya, ia gigih menuntut pemerintah dan para tokoh nasional Indonesia untuk memenuhi salah satu janji para pejuang Kemerdekaan RI, yang tercantum dalam Manifesto Politik 1 November 1945: Menjadikan semua orang Indo-Asia dan Indo-Eropa, warga Negara, patriot dan democrat Indonesia, dalam waktu sesingkat mungkin.

Kepositifan Siauw sebagai seorang pejuang nampak dari sepak terjangnya. Tuntutan itu dilakukan dengan teguh bersikap dan bertindak sebagai seorang patriot Indonesia.

Dalam perjuangan melawan diskriminasi rasial, rumusan yang diajukanpun membangun: “Memperjuangkan tercapainya kondisi yang memungkinkan komunitas Tionghoa meng-integrasikan dirinya ke dalam tubuh Bangsa Indonesia secara wajar, sehingga rasisme tidak bisa berkembang dan pada akhirnya lenyap dari bumi Indonesia.” Menentang dan bersikap anti rasisme semata-mata, menurutnya tidak akan mencapai hasil yang diinginkan. Kepositifan inilah yang membuat Siauw berhasil mengembangkan BAPERKI (Badan Permusyawaratan Kewarganegaraan Indonesia) sebagai sebuah organisasi massa Tionghoa terbesar yang berpengaruh dan berperan positif dalam sejarah Indonesia.

Jiwa Patriot yang konsekwen itulah yang menyebabkan ia dikenal sebagai Bung Siauw di kalangan tokoh politik nasional. Siauw duduk dalam bidang legislative – KNIP, BP-KNIP, DPR, Konstituante, DPR-GR dan MPRS, mengetuai berbagai fraksi berpengaruh, dari tahun 1946 hingga ia “dipecat dengan hormat” oleh Soeharto pada tahun 1966. Ia menjadi Menteri Negara di Kabinet-Kabinet Amir Syarifuddin. Ia juga duduk sebagai anggota DPA, Dewan Harian Angkatan 45 dan berbagai lembaga penting lainnya. Ia-pun aktif dalam mengembangkan berbagai surat kabar dan majalah, baik sebagai wartawan, Pemimpin Redaksi maupun sebagai pengasuh dan pembina.

Akibat pendirian politik dan perjuangan yang gigih, Siauw harus berkali-kali ditahan dan meringkuk dalam penjara, baik di zaman penjajahan maupun kemerdekaan. Terakhir, selama 12 tahun, sebagai seorang tahanan politik rezim Orde Baru (1965-1978). Akan tetapi penangkapan/penahanan berulangkali itu, tidak pernah berhasil mematahkan semangat dan komitmen perjuangan yang tetap tinggi hingga akhir hayatnya, 20 November 1981.

Buku ini adalah renungan yang ditulis setelah Siauw bebas dari penahanan belasan tahun. Penahanan yang harus dilalui tanpa proses pengadilan apa-pun, dan justru terjadi di Negara yang kemerdekaannya dan pembangunannya ia perjuangkan tanpa pamrih.

Semoga berbagai pengalaman dan pandangan yang diajukan masih relevan dalam membangun Nasion Indonesia di masa kini, dan dapat dimanfaatkan, terutama oleh generasi penerus. ***

(Petikan dari sampul belakang buku “Renungan Seorang Patriot Indonesia Siauw Giok Tjhan”).

*

SIAUW TIONG DJIN

Siauw Tiong Djin, penulis karya biografi ini adalah anak kandung Siauw Giok Tjhan. Lahir pada tahun 1956 di Jakarta, ia kini menetap di Australia sebagai insinyur dan eksekutif dalam bidang teknik elektronik, komunikasi dan konstruksi.

Ketika ia berusia 9 tahun, ayahnya di”aman”kan oleh Rezim Orde Baru dan meringkuk selama 12 tahun tanpa proses pengadilan apapun. Dalam pertemuan dengan ayahnya di penjara, Tiong Djin berkesempatan mempelajari riwayat panjang Siauw Giok Tjhan dalam sejarah Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pembangunan Nasional Indonesia. Ini-lah yang mendorongnya untuk menyelesaikan disertasi PhD dalam bidang political science di Monash University, Australia, yang berhubungan dengan biografi politik Siauw Giok Tjhan. Melalui disertasi ini, Tiong Djin meluruskan sejarah yang oleh rezim Orde Baru di”karang” demi kepentingan politik kekuasaannya.

Tiong Djin menuturkan riwayat Siauw Giok Tjhan dalam pembangunan Nasion Indonesia, sebagai salah satu pelaku sejarah yang berkecimpung dalam kancah politik nasional, sejak berusia 18 tahun hingga meninggal dunia di usia 68 tahun. Riwayat politik yang panjang ini mencakup kegiatannya sebagai jurnalis, kemudian pemimpin redaksi berbagai harian, anggota KNIP dan Badan Pekerja-nya, menteri Negara, anggota DPR RIS, anggota DPR, anggota DPR-GR, anggota MPR, anggota DPA dan anggota berbagai lembaga lainnya, termasuk Angkatan 45. Puncak karier politiknya berkaitan dengan perannya sebagai ketua umum Baperki – Badan Permusyawaratan Kewarganegaraan Indonesia, sebuah organisasi massa Tionghoa terbesar dalam sejarah Indonesia.

Dalam membangun Nasion Indonesia, Siauw aktif berpatisipasi dalam memperjuangkan diterimanya suku Tionghoa sebagai salah satu bagian tak terpisahkan tubuh Nasion Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika, dalam memperjuangkan orang-orang Tionghoa menjadi warga Negara Indonesia, dalam menyebarluaskan paham integrasi wajar – di mana suku Tionghoa bahu membahu bersama suku lainnya meng-integrasikan dirinya dalam semua kegiatan membangun Nasion Indonesia, dalam memperjuangkan dilindungi dan dikembangkannya modal pengusaha Tionghoa sebagai modal domestic dalam pembangunan ekonomi nasional dan dalam mendidik massa Tionghoa untuk menerima Indonesia sebagai tanah air dan berbakti untuknya – melalui lembaga pendidikan Baperki dari tingkat kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Konsep-konsep perjuangan politik Siauw ini, kiranya masih relevan di masa kini. Penerbitan buku ini, diharap bisa memberikan pengertian yang lebih tepat tentang Pembangunan Nasion Indonesia dan mengenal sejarah sesuai kenyataan yang terjadi. Semoga generasi penerus memperoleh pelajaran yang positif darinya. ***

(Siauw Tiong Djin – Tertera di sampul buku “Siauw Giok Tjhan Dalam Pembangunan Nasion Indonesia)

*
Catatan:
Nota Tanda Terima Dua Buku Renungan Dan Biografi Siauw Giok Tjhan ini disiar beberapa Blog & Situs seperti Facebook, ABE-Kreasi Multiply Site, Indonesian Community, Riau Kepulauan, Gelora45, Sastra Pembebasan, Apresiasi Sastra, Bekasi & Sumbawa News dan lainnya lagi.
A.Kohar Ibrahim penulis & pelukis tamatan Akademi Seni Rupa Brussel. Menulis sejak pertengahan tahun 50-an di media massa seperti antara lain Bintang Timur, Bintang Minggu, Warta Bhakti, Harian Rakyat, HR Minggu, Zaman Baru. 1989-1999 Editor majalah majalah Kreasi, Arena dan Mimbar.
Biodata A.Kohar Ibrahim: http://16j42.multiply.com/journal/item/517/
Kumpulan Kumpulan Tulisan: http://16j42.multiply.com/journal/item/494/

http://16j42.multiply.com/journal/item/547/

SHARE
Admin Sumbawanews