SUMBAWA, KOTA KECIL ITU

SUMBAWA, KOTA KECIL ITU

SHARE

 

Asmi Dewi
 
SUMBAWA, KOTA KECIL ITU
 
kubiarkan sejenak rindu menganak sungai di jiwaku
meluapkan banjir hingga daratan basah 
rumah-rumah panggung beratap sirap telah oleng dalam kecemasan
anak-anak berlarian menyelamatkan cintanya 
: kuda pejantan bersurai mengkilap 
yang selalu dirindukan setiap ibu 
 
 
bukit tempatku menapak, gundukan humus dan mineral yang pekat 
memercikkan emas dan tembaga ke langit 
yang menampungnya sebagai zikir lembut 
bumipun terlelap 
 
 
bermilyar-milyar nektar berhamburan dari hutan berpohon rapat
lebah menggeliat dalam pesta tak berakhir 
napasnya adalah harum keringat lelaki perkasa 
seperti rusa bertanduk rimbun yang kerap 
menghiasi rukuk padi yang ranum di pematang 
 
 
atmosfir hangat itu, Sumbawa
selalu atas nama keajaiban 
dongeng Tanjung Menangis mengirimku pulang kepada
gadis-gadisnya yang setia 
menuang madu dalam sebilah senyumnya
 
Dec 04
 
*****
 
puisi ini pernah dimuat di 2 buku saya : 
 
1.      Buku antologi bersama DARI ORKESTRA CINTA HINGGA PESTA CAHAYA (diterbitkan oleh penerbit Ombak thn 2008) , bersama penyair Dinullah Rayes, Diah Hadaning, Sindhu Putra, Riyanto Rabbah, Siti Zainon Ismail, Hamsad Rangkuti, dll 
 
2.      Buku antologi 22 Penyair NTB : DARI TAKHALLI SAMPAI TEMARAM (diterbitkan oleh Dewan Kesenian NTB bekerjasama dgn Komunitas akar Pohon thn 2011), bersama penyair Kiki Sulistyo, Suparlan Tjak, Budi Afandi, dll
 
 
SHARE
Admin Sumbawanews