Puisi : Pagaruyung

Puisi : Pagaruyung

SHARE

Dinullah Rayes

 

Pagaruyung

 

      Buat : Upita Agustine

Aku bergegas keluar dari lambung

burung baja yang diam tenang

Bandara Internasional Minangkabau, Padang

mengimbau perantau untuk pulang

Sumbawa- Mataram – Jakarta – Padang

Seperti  perjalanan mimpi tidur siang

Bayang – bayang insan menyisir tanah Minang

Warga kota kata-kata pun menyongsong

dalam mekar senyum mawar

Tak kuharapkan rangkaian kembang segar dikalung

Sebab aku pulang ke haribaan Datukku

meramu sukmaku yang hilang

tercecer dalam tahun-tahun tradisi

dan abad berlari

hari ini.

 

 

Tak kuhapal lagi kelopak  mata angin

Kupalingkan wajah arah matahari mengerling

Kususuri ke mana jalan hilangnya

Di ufuk barat di bawah sinar benderang

Di sana berjejer atap melengkung

istana kerajaan Pagaruyung

Telunjuk jari menuding langit biru tiada berawan

Oo,. siapa penjaga pintu gerbang keraton ?

 

 

Di bawah lengkungan langit biru itu

Aku memandang jaring laba-laba teknologi

Melingkar, merambat tanah liat adat

Masihkah anak kemanakan berperi laku

Adat basandi syara, syara basandi Kitabullah ?

 

 

Aku dan kau keluar dari muara sejarah yang esa

Pagaruyung sang dinasti,  jaya perkasa

Tiada kerongkongan jaman bisa melumat

hingga jelma ampas sejarah

Biar abad dibabat kiamat sekali pun.

 

                                                                              Nagari Aie Angek Kab. Tanah Datar Sumbar

                                                                                                      

                                                                                                    24 – Maret 2013

 

 

SHARE
Admin Sumbawanews