Mengapa Islam Mengajarkan Kita Buang Air Dengan Berjongkok? Ini Jawabannya

Mengapa Islam Mengajarkan Kita Buang Air Dengan Berjongkok? Ini Jawabannya

SHARE

Sumbawanews.com.- Di antara kesempurnaan Islam adalah mengajarkan kepada pemeluknya segala sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi mereka dan semua perkara yang bisa menambah pahala bagi mereka, walaupun itu sampai tata cara buang air. Di antara tuntunan tersebut ada yang wajib hukumnya dan sebagian lagi ada yang sunnah.

Islam secara jelas mengajarkan agar dalam hal buang air besar dianjurkan dalam keadaan berjongkok sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW

Aisyah RA berkata, “Barangsiapa yang menceritakan kepada kalian bahwa Nabi SAW buang air kecil sambil berdiri, maka janganlah kalian percaya. Beliau tidak pernah buang air kecil kecuali sambil duduk.” (HR. Tirmidzi).

“Sambil Duduk,” maksudnya yaitu dengan jongkok. Jongkoknya Nabi ketika buang air kecil ini, tidak terlepas dari kondisi zaman itu dan dari pakaian yang beliau pakai. Pada zaman nabi, WC terletak di dalam tanah yang ditutup dengan besi berlubang. Meskipun buang air kecil dengan jongkok lebih baik, namun pada prinsipnya adalah bagaimana cara agar tidak terkena najis. Kita diperbolehkan kencing sambil berdiri dengan syarat badan dan pakaiannya aman dari percikan air kencing dan aman dari pandangan orang lain kepada. Terutama kalau hal tersebut (berdiri) sangat dibutuhkan karena sempitnya pakaian atau karena ada penyakit di tubuh kita, namun hukumnya makruh kalau tidak ada kebutuhan.

Sementara waktu yang dibutuhkan untuk buang air besar lebih lama dibandingkan dengan buang air kecil. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk buang air besar? Jawabannya tergantung pada posisi

Dalam suatu eksperimen, seseorang hanya membutuhkan 51 detik untuk mengeluarkan isi perut mereka dengan cara jongkok. Sedangkan buang air dengan posisi duduk memerlukan waktu 130 detik. “Posisi jongkok memudahkan orang buang air,” ujar Dov Sikirov, ilmuwan yang memimpin eksperimen terhadap kasus ini, seperti dikutip Medicaldaily, Senin, 15 Desember 2014. Penelitian Sikirov mengusik kenyamanan warga lapisan menengah dan atas, yang selama ini dijejali produk toilet model duduk.

1
2
3
SHARE
Admin Sumbawanews