Jajak Pendapat Kesehatan Herbalife Asia Pasifik Mengungkap “Kurangnya Waktu” sebagai Penghambat Utama...

Jajak Pendapat Kesehatan Herbalife Asia Pasifik Mengungkap “Kurangnya Waktu” sebagai Penghambat Utama dalam Perjuangan Pelanggan Mencapai Hidup Aktif yang Sehat

Wellness Tour Asia-Pasifik Herbalife yang Keempat Berupaya Memperdalam Pemahaman Praktis mengenai Pentingnya Menerapkan Kebiasaan Nutrisi Positif dan Gaya Hidup Aktif untuk Meningkatkan Kesehatan Secara Umum

SHARE

HONG KONG, TIONGKOK – Sumbawanews.com.- Herbalife, perusahaan nutrisi global, hari ini merilis temuan dari survei baru yang dilakukan di seluruh kawasan Asia-Pasifik yang mengungkapkan bahwa, meskipun mayoritas penduduk di Asia Pasifik percaya bahwa pilihan nutrisi yang lebih baik dan gaya hidup aktif dapat meningkatkan kesejahteraan secara umum, kurangnya waktu untuk berolahraga masih tetap merupakan hambatan terbesar dalam perjalanan mereka menuju hidup aktif yang sehat.
Dilaksanakan pada bulan September 2015 pada pembukaan Wellness Tour Asia Pasifik Herbalife, survei ini mengumpulkan pendapat dari 1.200 responden dari enam negara – Australia, Indonesia, Malaysia, Filipina, Korea Utara, dan Thailand – mengenai persepsi mereka terhadap kesehatan dan gaya hidup mereka saat ini.

Menurut survei ini, tiga dari lima responden (64 persen) di kawasan ini mengungkapkan bahwa mereka sangat peduli terhadap risiko potensi penyakit yang ditimbulkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Namun, sembilan dari 10 orang di Asia Pasifik percaya bahwa dengan mengambil pilihan nutrisi yang lebih baik (88 persen) dan berolah raga secara lebih teratur (91 persen), kesehatan secara umum mereka dapat ditingkatkan dalam jangka panjang. Ini mengindikasikan bahwa mayoritas penduduk di Asia Pasifik memiliki pemahaman yang baik tentang dampak positif dari diet sederhana dan modifikasi gaya hidup.

Meskipun demikian, survei ini juga mengungkapkan bahwa pemahaman yang kuat mengenai dampak positif menjalani gaya hidup yang aktif dan sehat tidak secara otomatis diterapkan ke dalam hidup sehari-hari mereka. Sejumlah besar responden mengutip “kurangnya waktu” sebagai penghambat utama dalam perjalanan mereka menuju gaya hidup yang lebih sehat dan lebih aktif, dengan 62 persen menyoroti kurangnya waktu untuk berolahraga, dan 40 persen menyalahkan kurangnya waktu untuk mengambil pilihan nutrisi yang tepat.

Meskipun kurangnya waktu berada di daftar atas keluhan warga di Asia Pasifik, 43 persen menyatakan bahwa mereka bersedia untuk menyisihkan waktu antara 10 hingga 30 menit sehari untuk membuat perubahan gaya hidup kecil untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, sementara 29 persen lainnya menyatakan bahwa mereka bersedia untuk menyisihkan antara 30 sampai 60 menit untuk mencapai ini. Selain itu, 79 persen responden menyoroti kebutuhan akan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah praktis yang harus diambil, untuk membantu mereka dalam perjalanan menuju hidup yang lebih sehat dan lebih aktif.

“Temuan dari survei Herbalife ini secara jelas menunjukkan bahwa mayoritas orang di Asia Pasifik yang kami tanyai mempercayai nilai nutrisi yang baik dan olahraga sebagai pemberi kontribusi terhadap kesehatan mereka secara umum. Kami bermaksud untuk memainkan peranan yang lebih besar dalam memberikan tips praktis dan informasi kepada semua orang untuk membantu mereka memahami bahwa perjalanan menuju gaya hidup yang lebih sehat dan lebih aktif tidaklah sulit untuk dicapai. Dengan hanya sekitar 10 menit setiap hari, pelanggan dapat mengambil langkah-langkah positif untuk memperbaiki nutrisi mereka dan menjadi lebih aktif, yang akan meningkatkan kesehatan umum mereka,” kata William M. Rahn, wakil presiden senior dan direktur pelaksana, Herbalife Asia Pasifik dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (21/10).

Dimaksudkan untuk memperdalam pemahaman praktis mengenai semua aspek menjalani hidup yang sehat dan aktif, Herbalife telah mengumumkan peluncuran Wellness Tour Asia-Pasifiknya yang keempat. Ini akan melanjutkan keberhasilan tiga tur sebelumnya yang diikuti oleh hampir 60.000 peserta di seluruh kawasan ini. Tur ini akan menghadirkan lima anggota Dewan Penasihat Nutrisi Herbalife (NAB) yang mengunjungi 14 pasar dan 21 kota di seluruh Asia Pasifik pada bulan Oktober, untuk membagikan pandangan ahli mereka mengenai bagaimana orang-orang dapat menggunakan sedikit waktu mereka untuk membuat perubahan kecil dalam gaya hidup yang akan meningkatkan kesehatan mereka secara umum.

Para ahli NAB Herbalife juga akan membagikan pandangan mereka mengenai beragam topik terkait kesehatan, termasuk manajemen berat badan; kesehatan otak dan penuaan; kesehatan jantung; imunologi; dan perawatan kulit dalam simposium medis yang diselenggarakan di Australia, Kamboja, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Makau, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

“Dengan tim tangguh kami yang terdiri dari ahli nutrisi dan sains yang memimpin Wellness Tour Asia Pasifik keempat ini, kami berharap untuk bisa melanjutkan momentum dari tur sebelumnya untuk menciptakan dampak yang bahkan lebih besar lagi terhadap hidup para pelanggan di kawasan ini. Dr. David Heber akan memimpin Tur ini dengan pengalaman dan pengetahuannya yang luas dalam bidang nutrisi, dengan tujuan untuk menghadirkan gagasan dan perspektif segar bagi para anggota kami, pelanggan, dan masyarakat di kawasan ini, untuk membantu mereka menerapkan kebiasaan nutrisi positif sehingga memberdayakan mereka untuk melakukan pergeseran menuju cara hidup sehat yang aktif dalam dunia yang kekurangan waktu dewasa ini,” tambah Rahn.

Para ahli Herbalife NAB yang berpartisipasi dalam Wellness Tour ini adalah:
• Dr David Heber, ahli terkemuka dalam bidang nutrisi. Disebut sebagai salah satu “Pemikir Ilmiah Paling Berpengaruh di Dunia” oleh Thomson Reuters pada 2014 dan berkali-kali masuk dalam “Dokter Terbaik di Amerika”.
• Dr Lou Ignarro, seorang dokter spesialis kesehatan jantung. Dia menerima Hadiah Nobel dalam bidang Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1998 untuk penemuannya yaitu berbagai manfaat oksida nitrat bagi tubuh manusia.
• Dr Gary Small, seorang spesialis kesehatan otak dan penuaan. Dia telah menulis lebih dari 500 karya ilmiah dan menerima berbagai penghargaan dan penghormatan, termasuk “Penghargaan Penyelidik Senior” dari Asosiasi Psikiatri Geriatri Amerika (American Association for Geriatric Psychiatry).
• Dr. Marion Flechtner-Mors, spesialis bidang penelitian nutrisi dan obesitas. Dia saat ini merupakan kepala grup penelitian nutrisi dan obesitas di Ulm University, Jerman.
• Dr Wang Jae Lee, dokter dan akademisi yang berspesialisasi dalam bidang imunologi. Dia telah menjadi profesor di College of Medicine Seoul National University sejak tahun 2003.

(sn01)

SHARE
Admin Sumbawanews