Fahri Hamzah Minta Agus Raharjo Mundur Dari KPK

Fahri Hamzah Minta Agus Raharjo Mundur Dari KPK

SHARE

Jakarta, Sumbawanews.com. – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta agar Agus Raharjo mundur dari KPK, pasalnya menurut Fahri Hamzah banyak kejanggalan dalam BAP Dakwaan KPK terhadap Kasus E KTP tersebu. Hal itu di katakana Fahri Hamzah di Ruangan Media Center DPR RI , Selasa (14/3/2017).IMG_20170314_101440

 

“Saya harap Pak Agus Raharjo sebaiknya mundur dari KPK agar kasus ini benar benar clear.” Ucap Fahri Hamzah.

 

Adapun alasan Fahri Hamzah kenapa Agus Raharjo harus mundur, pertama ada kejanggalan dalam dalam BAP Dakwaan tersebut, seperti adanya dugaan Masalah Perencanaan Anggaran, Kedua masalah Permainan Tender, kemudian Kongkalikong dalam pengadaan barang dan jasa, kemudian   terkait nama-nama pejabat legislatif dan eksekutif yang disebut dalam dakwaan kasus E KTP yang saat ini beredar luas di masyarakat di tambah lagi kasus ini dulu sudah jelas clear dari hasil audit BPK bahkan proyek ini telah kerjasama dengan KPK.

 

“Dulu kan Pak Agus Raharjo ketua mantan Ketua Panitia lelang E KTP dan dia di duga pernah mempertemukan Kontraktor dengan Gamawan Fauzi, jadi saya curiga ada konflik kepentingan, “Ucap Fahri Hamzah.

 

Lanjut Fahri Hamzah, setelah saya membaca beberapa dokumen termasuk dakwaan KPK dan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun 2012, 2013 dan Juli 2014 serta keterangan dari pihak-pihak yang disebutnya mengerti kasus e-KTP ini, Fahri menyimpulkan ada indikasi konflik kepentingan antara Agus Rahardjo yang dahulu menjabat Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengadaan Barang dan Jasa dengan Kementerian Dalam Negeri. Padahal setelah audit oleh BPK tempo lalu, proyek e-KTP dinyatakan bebas korupsi.

“Setelah audit, BPK menyatakan kasus ini bersih. Tapi begitu setelah Agus jadi ketua KPK, lalu kasus ini dijadikan kasus korupsi. Sementara dalam keterangan yang kita dengar dari banyak pihak juga, Agus Rahardjo punya kepentingan terhadap pengusaha dan Agus termasuk membawa pengusaha ketemu mantan Mendagri Gamawan Fauzi,” tutur Fahri .

Fahri meminta Agus untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua KPK saat ini agar konflik kepentingan dapat dihindari selama pengusutan kasus e-KTP berjalan. Dia bahkan menyebut Agus ikut terlibat dalam kasus karena ikut melakukan lobi terhadap salah satu konsorsium milik BUMN.

“Oleh sebab itu, untuk menghindari konflik kepentingan, saya meminta Agus mengundurkan diri jadi ketua KPK. Kalau posisi dia sebagai mantan Ketua Lembaga Pengkajian Barang dan Jasa dan Ketua KPK sekarang maka kasus ini bisa menyimpang. Dia tahu kasus ini, dia terlibat kasus ini bahkan dia terlibat dalam melobi salah satu konsorsium meskipun itu konsorsium BUMN,” tuturnya.

Agus Rahardjo kata Fahri, sangat paham soal kasus e-KTP dari awal. Dengan keterlibatannya melobi salah satu konsorsium milik BUMN, ada indikasi konflik kepentingan dalam pengusutan kasus e-KTP dan memungkinkan adanya intervensi-intervensi.

“Dia terlibat mengawasi kasus ini. Yang lebih seram lagi, dia terlibat melobi terhadap salah satu konsorsium BUMN. Itu kan sudah conflict of interest. Karena itu sebelum ini mengalir menjadi konflik of interest lanjutan, saya kira dia harus mengundurkan diri dulu, biarkan proses ini berjalan tanpa intervensi,” ucapnya.

Fahri mengatakan kepentingan Agus Rahardjo adalah untuk menutupi pihak-pihak tertentu yang terlihat tidak penting dengan menyebut sejumlah nama besar di DPR ikut terlibat kasus e-KTP. Fahri pun berani menyebut Agus punya kepentingan-kepentingan karena mendapat informasi langsung dari pihak yang telah diperiksa KPK.

“Banyak (konflik kepentingan) karena yang masuk dalam dakwaan itu ya, karena data ini kan kita baca dari awal yang masuk, dakwaan itu tendensius untuk kepentingan orang-orang tertentu, untuk menutupi peran dan keterlibatan orang-orang tertentu. Ada yang penting nampak tidak penting, ada yang tidak penting nampak penting. Agus punya banyak konflik of interest,” paparnya.

“Saya mendengar langsung oleh para pihak yang sudah diperiksa oleh KPK dan pejabat Kemendagri yang dari awal tahu masalah itu,” pungkasnya . (Erwin S)

 

SHARE