Taliwang, Sumbawanews.com.- Front Pemuda Taliwang (FPT) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menuding Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Denpasar sengaja menahan dan menyembunyikan hasil audit investigasi desa di Sumbawa Barat yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp.7.4 Milyar.Ketua FPT Ir. Ahmad upaya untuk menyembunyikan hasil audi investigatif tersebut dilakukan oleh oknum auditor BPKP perwakilan Denpasar berinisial AS.
"Kelakuan oknum ini telah kami laporkan ke KPK malalui direktur PIMPM Handoyo Sudrajat beberapa waktu lalu." jelas Ahmad.
Sebelumnya dalam audit operasional BPKP ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp.7.4Milyar, Namun sampai saat ini BPKP belum berani mempublikasikan hasil audit investigatif, ujarnya.
"Kami menduga ada konspirasi dan ada aliran suap terkait penanganan kasus dana desa ini." jelas Ahmad.
Dijelaskannya FPT juga terus mendesak KPK untuk mengambilalih kasus ini karena laporan FPT sudah masuk ke KPK sejak tahun 2007.
"Khusus untuk kasus DAD, FPT terus berusaha memantau dan melakukan penelusuran atas dugaan "Mafia Audit" yang dilakukan oleh oknum BPKP tersebut." pungkas Ahmad. (sn01)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















wah...
cuma satu kata.... PINTER ... asli y...
bagaimana bisa DPRD sumbawa segra men...
ya..memang saksi annur bukan dilatih ...
sy juga mnyaksikan via tv, ada pertan...