Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita Utama Diknas Sumbawa Tidak Menyebut Ijazah Kiai Palsu

Diknas Sumbawa Tidak Menyebut Ijazah Kiai Palsu

E-mail Cetak PDF
Jakarta, Sumbawanews.com.- Kontraversi tentang palsu tidaknya Ijazah Sekolah Rakyat Negeri (SRN) DR.KH. Zulkifli Muhadli, SH,MM yang diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai persyaratan untuk maju dalam Pilkada mendatang  sama sekali tidak disebutkan dalam surat keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sumbawa.

Dokumen yang diterima Sumbawanews.com, kepala Diknas Kabupaten Sumbawa Drs. Umar Idris hanya menjelaskan tentang sejarah perubahan Sekolah Rakyat (SR) menjadi Sekolah Dasar Negeri ( SDN).

Penjelasan Umar Idris ini jawaban atas surat yang dilayangkan oleh H. Mas’ud Abu yang meminta keterangan tentang perubahan Sekolah Rakyat (SR) menjadi Sekolah Dasar Negeri ( SDN).

 Seperti diketahui Bupati Incumben KSB DR. KH. Zullkifli Muhadli menggunakan Ijazah SRN tahun 1968 padahal pada tahun tersebut sudah berlaku kurikulum selama 6 tahun dengan menggunakan nomengklatur Sekolah Dasar Negeri (SDN).

Ijazah yang digunakan oleh Kiai Zul adalah tamatan SRN No.5 di Taliwang Kabupaten Sumbawa NTB. Ijazah dengan nomor Induk 519 ini menjelaskan Zulkifli dilahirkan di Sebok Taliwang pada tanggal 14 Desember 1956, dengan tanggal Ijazah 30 Nopember 1968. Ijazah ini ditandatangani oleh kepala SRN 5 Ibrahim dan di syahkan oleh penilik sekolah wilayah Taliwang A.Wahab Sjihabuddin.(sn01)

 

Terlampir Penjelasan Diknas Kab. Sumbawa

 

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL

Jalan Manggis Nomor 2 Sumbawa Besar

Telpon ( 0371) 21213, fax ( 0371 ) 21012

 

 

Sumbawa Besar, 6 Februari 2010

 

Nomor             : 423.5/320/Diknas/2010

Lamp               : 2 ( dua ) lembar

Hal                   : Perubahan SR menjadi SD Negeri

Kepada

Yth. Bapak H. Mas’ud Abu

Di –

T a l i w a n g

 

Memperhatikan surat Bapak No.  Lepas, perihal mohon surat keterangan, tanggal 4 Februari 2010, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berkiut:

 

  1. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004 dan 2006.
  2. Kurikulum tahun 1968 terjadi perubahan nomengklatur Sekolah Rakyat Negeri menjadi Sekolah Dasar Negeri.
  3. Perubahan pada butir kedua di atas dapat kami buktikan secara otentik berupa fotokopi Surat Tamat Belajar Sekolah Rakyat Negeri atas nama Abdullah AR tertanggal 1 Desember 1967 dan Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Dasar Negeri atas nama TJATJA ANANDITA, tertanggal 1 Desember 1968 sebagaimana terlampir.

 

Demikian surat ini kami buat sebagaimana penjelasan atas perubahan Sekolah Rakyat Negeri menjadi Sekolah Dasar Negeri.

 

Kepala Dinas

 

 

Drs. UMAR IDRIS

NIP 195711221983031014

 

Download copy surat keterangan Diknas Sumbawa

 

Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
Pemuda Goa  - Golkar hrs lapor Umar Hasan   |222.124.222.xxx |09-02-2010 04:16:57
Hayooo Golkar (partai pengusung Z-M) laporkan Umar Hasan (kk Busra Hasan) ke Polisi atas statment di media dan tunduhan pencemaran nama baik.

tapi sy yakin golkar nggak bakaln berani karena Busra hasan kan Wk. Ketua Golar Pemenangan Pemilu Wilayah KSB/KS. sangsi ketika masuk calon saja nggak berani dikeluarin apalagi mau lapor ke polisi.

Politik ini memang aneh. Biarkan hukum yg buktikan palsu atau asli.
Yatni  - Pak Kyai   |125.167.182.xxx |09-02-2010 04:42:19
Benar pemuda goa, Pak Kyai harus lapor tuh Umar Hasan karena buat fitnah dan pencemaran nama baik seorang bupati. ingat !!! umar hasan pak kyai bukan kades atau pak RT yang seenaknya difitnah. Ayo.....Pak Kyai buktikan kalau bapak benar. Hidup kebenaran!!!
tau taliang  - ayooo buktikan   |110.137.248.xxx |09-02-2010 04:44:03
hayooo buktikan... biar semuanya jelas... kalau benar kenapa harus takut... percuma saja kalau hanya berdebat... buktikan ke rakyat ksb
Taruna Kembar  - LANJUTKAN PAK KYAI   |222.124.222.xxx |09-02-2010 08:27:14
Memang "FITNAH LEBIH KEJAM DARI PADA PEMBUNUHAN" soorang pemimpin yang arif ,sabar,bijak seperti pak Kyai tak perlu hal seperti itu dipermasalahkan,biarlah yg diatas yang menilai yang penting LANJUTKAN... semua program yang belum selesai biarkan anjing menggongong kafilah berlalu.................
iwan  - Akhirnya terjawab   |202.152.240.xxx |09-02-2010 10:10:20
Akhirnya terjawab sudah isu politik yang beredar 2 hari kemaren, ternyata Pak Kyai dalam posisi yang benar. kita tunggu kerja KPU....mudah-mudahan sukses....

Soal lapor melapor, Pak Kyai saya yakin tidak akan melakukannya, beliau sejak dulu tidak mau menyusahkan warganya....
aaaaaaa...  - tau ular tana e...   |110.136.216.xxx |15-02-2010 21:27:10
Yatni,Taruna, Kembar ,iwan....
pasti kalian org birokrsi.....
dan kalian sudah di"satatar" sama bos kalian....
untuk dukung kyai..........
pemuda taliang  - Brave   |110.137.248.xxx |09-02-2010 10:22:01
Pak Umar Hasan berani berdasarkan bukti... jrg2 ada yg berani di ksb untuk menyuarakan kebenaran. smoga ini adalah awal perjuangan untuk menegakkan kebenaran di KSB..
RIAN jrwh  - benar   |114.125.10.xxx |10-02-2010 18:14:30
saya setuju dengan pemuda teliang,kalo ega ada bukti yg kuat ga mungkin pak hasan berani.buktikan pak hasan
Qhu Putra Tangenang  - Pak Umar Hasan bukan orang Diknas Sekarang   |222.124.222.xxx |09-02-2010 10:41:42
Ini yang benar,, apa yang menjadi keterangan Diknas lewat surat inilah yang benar,,, Lanjutkan Pak Kyai... aji nongka benar banotitengan Universitas memberikan gelar ke Pak Kyai so, SH, MM dan yang terakhir kemarin adalah DR.. lanjukan Pak Kyai dan tele nar puan pasti diri akan mendapatkan gelar Propesor,,,
Pokoknya Janjukan,, dan manas nonya seda na Pak Kyai sa pasti dinao peno pemili yang diam sekarang ini dan akan meledak nanti pada saat hari pemilihan... LANUTKAN.
Terakhir Diupdate ( Selasa, 09 Februari 2010 08:14 )  

Editorial

Siapa Yang Bertanggung Jawab Terhadap Illegal Mining Labaong...?
13/08/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Dari hari kehari bencana longsor dipusat ileegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib apar [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
02/09to the rheestelah tu baca isi Risalah sidang Perdana ANNUR VS KPU, yam de ya mole goro NURDIN
02/09utanbersaudarasemoga an nur cepat di lantik
02/09ikinBerhentilah menggonggong disini, karena smuanya tak berarti.
02/09buta melikeee nanta kau pe annur, maling teriak maling, mu buya bukti baju koko, no to diri lok ka beang jenset ko tau jompong ke, ma bau pilih ling tau pang jompong ana. ngaca gama balong,, bau man mo tu tomas...
02/09ocananluk tau gedo,kakenang pipis 20 rb,luk kanomda akalmupe ijar kau tukang ngelo..nantakau JM
01/09InsanSegala peristiwa
01/09InsanSegala peristiwa
01/09BillTidak perlu saling menghujat, itu bukan sifatnya orang Samawa, biarkan proses hukum berjalan dan siapun yang menang harus bisa diterima dengan lapang dada..
01/09EA UTAN Geeee nene tau annur luk ka no nene bau terima kekalahan ampa,,,tau nda ila na bae si tau nanluk na......lamen kam tu kalah man mo tu tomas...pates mo jampang swai anak nene e....lamen tu salenge tau boat nene...smata ka tau nda ila na bae si...
01/09AlJM gedo............................
01/09PUKIkawa ke ya pimpin neng de nyang2, slma 5 tahun nda perubahan2, smata mata taeng otak tu..........
31/08rerrr
31/08rerrteeeeertry
31/08xxxxxxxxxxxxxxxx
31/08mosengnengka saling hujat, dengan kalimat-kalimat ade enda tegas- tegas nan, aji no tu bedosa rua hujat tau....coba nene gita tau sidang ana kadu Nurdin ke 5 anggota KPU ana Mesra pang Jakarta ana nene pang samawa ta laga seling salenge diri nene we...sanak balong we...

Interaktif

Kamus
Cek Email
Pleno KPU Senin (23/8) menempatkan JM-Arsy Unggul sebanyak 111,961 (50.56%) dan ANNUR sebanyak 109,465 (49.44%), selisih suara antara JM-Arsy Vs ANNUR = 2,486. Total suara sah sebanyak 221,436. Selengkapnya...