SUMBAWA, Sumbawanews.com.- Ratusan masyarakat yang tergabung dalam kelompok Solidaritas Masyarakat Alas melakukan aksi damai dijalan raya Alas sejak pukul 11;30 wita hingga pukul 17;00 wita Sabtu (7/2) lalu.
Tidak hanya itu Orator aksi ini Ruslan juga meminta pencopotan Kapolda dan Dir Reskrim Polda NTB yang diduga telah melakukan mal praktek dan politisasi hokum dalam kasus 525 ini.
Sedangkan orator lainnya Win Kodrat Rayes dalam orasinya kasus 525 yang diduga melibatkan H.Bonyo Thamrin Rayes yang saat itu menjabat sebagai PLT Bupati Sumbawa dan juga sekaligus ketua panitia pengadaan tanah telah ditetapkan sebagai tersangka sejak tahun 2004 lalu. Namun pada tahun 2006 melalui SK No;Pol S.TAP/04/I/2006 Ditreskrim tanggal 25 January 2006 telah di SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan) kan dengan beberapa alasan hukum yang kuat.
Aksi yang digelar di salah satu jembatan yang ada dijantung kota Alas ini menarik perhatian selurh penguna jalan raya dan sopir angkutan. Lebih – lebih saat massa yang prihatin terhadap apa yang dialami oleh orang yang dianggap paling baik dan jujur di wilayah Sumbawa dan NTB ini melakukan pemblokiran jalan raya yang mengakibatkan arus lalulintas macet total.
Antrean kendaraan dari dua arah ini baik yang akan menuju Sumbawa Bima maupun Mataram, Taliwang mencapai satu kilometer. Dalam antrean ini ada beberapa pejabat yang ikut terjebak dan tidak bias melanjutkan perjalanannya. Seperti halnya wakil bupati Sumbawa Barat yang hendak pergi ke Jurumapin kecamatan Buer Sumbawa.
Arus lalu lintas ini macet selama tiga jam dan baru bisa lancar setelah aparat kepolisian resort Sumbawa melakukan nego dengan para kordinator aksi. Berselang tiga puluh menit kembali para pengunjuk rasa ini melakukan pemblokiran jalan yang mengakibatkan terjadinya antrean panjang bagi bus dan truk serta kendaraan lainnya. Arus lalu lintas kembali bias normal setelah aparat kepolisian untuk kedua kalinya meminta kepada kordinator aksi u ntuk membuka jalan.
Kaplres Sumbawa melalui Kabag Ops AKP Adi Prajono mengatakan unjuk rasa atau aksi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat ini sah adanya. Hanya saja dirinya tidak menginginkan adanya pemblokiran jalan karena hal tersebut mengganggu ketertiban umum. “Kasihan saudara-saudara kita yang akan bepergian jadi tertunda perjalanannya,” tegas Adi yang memimpin anggota polisi dalam mengamankan aksi ini.
Adi juga mejelaskan dalam mengamankan aksi ini pihak polres Sumbawa telah menurunkan dua peleton angota Polres Sumbawa ditambah dengan angota Polsek Alas.”Dalam mengamankan aksi ini kita lebih mengutamakan cara kekeluargaan, ini untuk menghindari bentrok pisik,” tegas Adi yang juga didampingi oleh Kasat Samapta, Intel dan Reskrim.
Informasi yang dihimpun media ini aksi serupa juga akan dilakukan Senin (9/2),besok, hanya saja jumlah massya yang akan turun jauh lebih banyak dari sebelumnya. Massa yang turun tidak hanya dari kecamatan Alas melainkan dari beberapa kecamatan yang ada diwilayah Sumbawa.Sn-03
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
















turut berduka cita yang mendalam,semo...
Semoga amal ibadah beliau diterima di...
Sekelumit masalah pembangunan di KSB ...
Semoga Amal Ibadah Beliau diterima AL...
jika dialog sudah nggak bisa lagi, me...