Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita Utama Aksi Solidaritas Masyarakat Alas Lumpuhkan Arus Lalulintas

Aksi Solidaritas Masyarakat Alas Lumpuhkan Arus Lalulintas

E-mail Cetak PDF

SUMBAWA, Sumbawanews.com.- Ratusan masyarakat yang tergabung  dalam kelompok Solidaritas Masyarakat Alas melakukan aksi damai dijalan raya Alas sejak pukul 11;30 wita hingga pukul 17;00 wita Sabtu (7/2) lalu.

Dalam orasinya kelompok ini meminta kepada pihak kepolsian daerah (Polda) NTB untuk segera menangguhkan penahanan mantan wakil gubernur NTB H.BonyoThamrin Rayes yang telah dilakukan penahan oleh pihak Polda beberapa hari lalu terkait dengan kasus 525 (mark up harga tanah untuk perumahan anggot DPRD Sumbawa tahun 2002).

Tidak hanya itu Orator aksi ini Ruslan juga meminta pencopotan Kapolda dan Dir Reskrim Polda NTB yang diduga telah melakukan mal praktek dan politisasi hokum dalam kasus 525 ini.

Sedangkan orator lainnya Win Kodrat Rayes dalam orasinya kasus 525 yang diduga melibatkan H.Bonyo Thamrin Rayes yang saat itu menjabat sebagai PLT Bupati Sumbawa dan juga sekaligus ketua panitia pengadaan tanah telah ditetapkan sebagai tersangka sejak tahun 2004 lalu. Namun pada tahun 2006 melalui SK No;Pol S.TAP/04/I/2006 Ditreskrim tanggal 25 January 2006 telah di SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan) kan dengan beberapa alasan hukum yang kuat.

Aksi yang digelar di salah satu jembatan yang ada dijantung kota Alas ini menarik perhatian selurh penguna jalan raya dan sopir angkutan. Lebih – lebih saat massa yang prihatin terhadap apa yang dialami oleh orang yang dianggap paling baik dan jujur di wilayah Sumbawa dan NTB ini melakukan pemblokiran jalan raya yang mengakibatkan arus lalulintas macet total.

Antrean kendaraan dari dua arah ini baik yang akan menuju Sumbawa Bima maupun Mataram, Taliwang mencapai satu kilometer. Dalam antrean ini ada beberapa pejabat yang ikut terjebak dan tidak bias melanjutkan perjalanannya. Seperti halnya wakil bupati Sumbawa Barat yang hendak pergi ke Jurumapin kecamatan Buer Sumbawa.

Arus lalu lintas ini macet selama tiga jam dan baru bisa lancar setelah aparat kepolisian resort Sumbawa melakukan nego dengan para kordinator aksi. Berselang tiga puluh menit kembali para pengunjuk rasa ini melakukan pemblokiran jalan yang mengakibatkan terjadinya antrean panjang bagi bus dan truk serta kendaraan lainnya. Arus lalu lintas kembali bias normal setelah aparat kepolisian untuk kedua kalinya meminta kepada kordinator aksi u ntuk membuka jalan.

Kaplres Sumbawa melalui Kabag Ops AKP Adi Prajono mengatakan unjuk rasa atau aksi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat ini sah adanya. Hanya saja dirinya tidak menginginkan adanya pemblokiran jalan karena hal tersebut mengganggu ketertiban umum. “Kasihan saudara-saudara kita yang akan bepergian jadi tertunda perjalanannya,” tegas Adi yang memimpin anggota polisi dalam mengamankan aksi ini.

Adi juga mejelaskan dalam mengamankan aksi ini pihak polres Sumbawa telah menurunkan dua peleton angota Polres Sumbawa ditambah dengan angota Polsek Alas.”Dalam mengamankan aksi ini kita lebih mengutamakan cara kekeluargaan, ini untuk menghindari bentrok pisik,” tegas Adi yang juga didampingi oleh Kasat Samapta, Intel dan Reskrim.

Informasi yang dihimpun media ini aksi serupa juga akan dilakukan Senin (9/2),besok, hanya saja jumlah massya yang akan turun jauh lebih banyak dari sebelumnya. Massa yang turun tidak hanya dari kecamatan Alas melainkan dari beberapa kecamatan yang ada diwilayah Sumbawa.Sn-03

Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
Terakhir Diupdate ( Jumat, 27 Februari 2009 11:45 )  

Editorial

Illegal Mining Tetap Berlangsung
11/07/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Sumbawa, Sumbawanews.com.- Meskipun Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengeluarkan peringatan keras akan menindak tegas pelaku illegal mining di O;lat Labaoang Kecamatan Lape, tetapi peringatan itu t [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
30/07sayapa rungan
29/07akihiroketika tentara jepang kalah pada perang dunia II..jepang di wajibkan menyerahkan seluruh harta rampasan perang kpd sekutu di hawaii... 3 kapal perang jepang yang membawa harta rampasan berupa emas, permata dan kekayaan kerajaan2 di asia tenggara hilang dlm perjalanan menuju hawaii... di sinyalir ketiga kapal itu sengaja di tenggelamkan di pantai selatan sumbawa.. seluruh harta di masukkan kedalam gua di tengah hutan sumbawa..seluruh pasukan dan harta tersebut di bom bersama2 dlm gua tersebut... foto satelite nasa menunjukkan ada gundukan logam mulia di daerah dodo..itulah mengapa newmont berkeras memperluas wilayah tambangnya ke daerah tersebut... krn di belakang newmont ada raksasa keuangan jepang bernama sumitomo..yg berniat mencari harta tersebut..
29/07jackharta karun itu di kuasai ghoib... begitu pula emas..dia kan muncul di suatu daerah tertentu.... kemudia pada saatnya nanti dia akan hilang lg.... jd mumpung lg muncul..ya serbuuuuuuuuuuuu
29/07isdjsiayas
29/073321boddddddddo
29/073321:)
29/07hendrotak sabar ingin melihat sumbawa lebih maju dari daerah lain
29/07oriebuktikan!
29/07bosangsekali AN-NUR tetap AN-NUR menang!!!
29/07dewi gi mna cara qta cara masukin baesiswa ke pt.newmont
29/07MukhlisNonda ade nonda pang tana Samawa
29/07MukhlisRoa gama balong tana samawa pang tin-tin amgkang mudi....Amin...
28/07SryOlat cabe adlh calon lokasi penambangan. tp sayang Bupati sudah meneken bln 4 kmrn tanpa pengetahuan Rakyat. Apakah Anda msh mw bilang LANJUTKAN......?
28/07ivanmau sampai kapan lingkungan kita tercemar?karna penambangan ilegal di olat labaong... apa tidak mikir dampak apa yang akan kita rasakan?
28/07lipensemoga masyarakat yang melakukan penambangan ilegal di olat labaong diberi kesadaran oleh tuhan.... janganlah anda merusak kelestarian alam dengan kesenangan jangka pendek