Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita Opini Klarifikasi Salah Satu Saksi Perjalanan Proses Pengadaan Asrama KSB Yogyakarta

Klarifikasi Salah Satu Saksi Perjalanan Proses Pengadaan Asrama KSB Yogyakarta

E-mail Cetak PDF

Saya adalah satu putra daerah KSB yang berdomisili di Yogyakarta sejak tahun 1996 dan merupakan salah satu sesepuh KSB di Yogyakarta. Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan klarifikasi secara pribadi terhadap proses pengadaan asrama pelajar/mahasiswa KSB Yogyakarta karena secara kebetulan ikut terlibat dalam proses pengadaan asrama pelajar/mahasiswa KSB Yogyakarta dari proses awal hingga akhir (per tanggal 19 Agustus 2009). Mengamati persalahan yang berkembang hingga saat ini, saya terpanggil untuk dapat memberikan pemikiran-pemikiran demi kepentingan bersama.

Sehubungan dengan proses pengadaan asrama pelajar/mahasiswa KSB Yogyakarta, saya melihat telah melalui proses yang panjang seperti yang disampaikan oleh Sdr. Fimansyah, S.Kom dalam http://sumbawanews.com  berjudul “HPMSB Jogja Tolak Pembelian Asrama” dan saat ini telah memasuki babak yang kompleks dan rumit. Semoga dengan adanya klarifikasi secara pribadi ini dapat menjadi bahan renungan bersama, karena untuk keluar dari masalah yang ada saat ini, perlu kebersamaan, koordinasi, positif thinking, keterbukaan dan saling memahami semua pihak yang terlibat, baik pelajar/mahasiswa, senior mahasiswa, sesepuh di Yogyakarta maupun Tim Pengadaan Asrama, Pemda KSB. Jangan sampai kita membuat masalah ini menjadi lebih kompleks dan menimbulkan masalah-masalah baru, namun mari kita cari solusi bersama agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Materi yang saya sampaikan ini dapat juga diakses di http://hasan.staff.uad.ac.id.

 Proses pengadaan asrama pelajar/mahasiswa KSB Yogyakarta pada awalnya berjalan lancar dengan adanya peran aktif dari mahasiswa, senior mahasiswa dan sesepuh KSB di Yogyakarta, terbukti dengan diputuskan saat itu untuk pembelian rumah yang beralamat di Jl. Pakel Baru Selatan (Sidokabul) pada akhir bulan Juni 2009. Namun, upaya ini menghadapi jalan buntu karena pasca negosiasi harga antara pihak pemilik rumah dan Tim Pemda KSB tidak ada titik temu dalam hal teknis serta didukung sikap tidak kooperatif dari pemilik rumah. Padahal saat pembatalan pembelian rumah tersebut, Tim PU dari Tim Pengadaan Pemda KSB sudah berada di Yogyakarta untuk melakukan survey lapangan dan penaksiran harga.

 

Awal Munculnya Permasalahan

Sepengetahuan saya, atas dasar pertimbangan efisiensi proses, biaya dan lain-lain, Tim Pemda KSB memanfaatkan keberadaan Tim PU yang sedang bertugas di Yogyakarta untuk sekaligus melakukan survey dan taksiran harga terhadap alternatif lain dan pilihan tersebut jatuh pada rumah Jl. Menukan atas inisiatif dan informasi dari salah satu sesepuh KSB Yogyakarta. Pada proses ini, telah ada sosialisasi dan pertemuan dengan pelajar/mahasiswa dan senior mahasiswa bersama pengurus HPMSB Yogyakarta pada tanggal 14 Juli 2009. Pada pertemuan tersebut, peserta yang hadir dapat menerima kondisi yang ada serta dijadwalkan untuk peninjauan ke lokasi rumah Jl. Menukan keesokan harinya.

Permasalahan yang muncul hingga saat ini, saya mengamati berawal dari adanya miss understanding antara pihak pelajar/mahasiswa KSB Yogyakarta dengan Tim Pengadaan Pemda KSB. Asumsi saya, berdasarkan pertemuan tanggal 14 Juli tersebut, Tim Pemda KSB memulai langkah-langkah untuk negosiasi dan pembelian rumah Jl. Menukan, sementara dari pihak pelajar/mahasiswa menerima rumah Jl. Menukan sebagai salah satu alternatif dan mengharapkan adanya alternatif lain untuk diputuskan bersama dan baru terungkap secara gamblang pada pertemuan lanjutan antara pelajar/mahasiswa dan Tim Pengadaan Pemda KSB pada tanggal 23 dan 24 Juli 2009. Sehingga dari hasil pertemuan tersebut, terdapat salah satu point yaitu adanya penolakan dari mahasiswa Yogyakarta terhadap rumah Jl. Menukan (notulensi pertemuan telah diserahkan ke Tim Pengadaan Pemda KSB), walaupun kemudian disusul dengan pengiriman surat usulan dari HPMSB Yogyakarta yang diketahui oleh Perwakilan Sesepuh KSB Yogyakarta (dalam hal ini, tertanda tangan saya) atas permintaan Tim Pengadaan Pemda KSB yang berisi usulan 3 alternatif rumah untuk diputuskan sebagai asrama permanen pelajar/mahasiswa KSB (2 alternatif baru dan 1 alternatif lama yaitu rumah Jl. Menukan) karena dinilai hasil kesepakatan pertemuan tanggal 23 dan 24 Juli tersebut hanya berupa notulensi rapat, bukan surat resmi dari HPMSB Yogyakarta serta berdasarkan hasil pertemuan sebelumnya tanggal 14 Juli 2009.

Informasi terakhir yang saya dapatkan, pada tanggal 18 Agustus 2009 bahwa Pemda KSB akan mengeluarkan SK Pembelian Asrama untuk rumah Jl. Menukan. Pada hari berikutnya tanggal 19 Agustus 2009 muncul respon penolakan dari perwakilan mahasiswa KSB Yogyakarta terhadap SK tersebut dan salah satunya dimuat di http://sumbawanews.com seperti yang saya sebutkan di bagian atas. Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama agar masalah ini tidak berlarut-larut dan makin menimbulkan masalah. Saya menyambut gembira hasil rapat Pemda KSB pada tanggal 19 Agustus 2009 yang melakukan pending terhadap SK Pembelian Asrama sambil menunggu konsolidasi antara Tim Pengadaan Pemda KSB  dengan mahasiswa KSB di Yogyakarta.

Saya secara pribadi menilai dari pilihan yang ada yaitu : 2 usulan dari mahasiswa dan 1 usulan yang sudah ada sebelumnya yaitu rumah Jl. Menukan adalah pilihan yang sulit karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang signifikan. Sementara kriteria yang digunakan oleh Tim Pengadaan Pemda KSB cukup tinggi, serta dana yang tersedia terbatas dan rasanya sulit mendapatkan pilihan yang ideal untuk Kota Yogyakarta. Namun ketika kita harus memilih, memang harus dengan banyak pertimbangan dan menerima keadaan dari alternatif yang diputuskan nantinya.

Alternatif Solusi dan Tindak Lanjut

 

Menurut saya, pertemuan yang akan direncanakan antara Tim Pengadaan Pemda KSB dan pihak mahasiswa KSB Yogyakarta merupakan pertemuan yang sangat penting dan strategis dan saya berharap ada titik temu sehingga dapat diselesaikan secara damai dan baik. Untuk menyambut pertemuan tersebut, usulan saya adalah :

  1. Peran aktif dari pengurus HPMSB Yogyakarta untuk dapat menghadirkan pelajar/mahasiswa KSB di Yogyakarta dalam jumlah yang besar (misalnya minimal 40 mahasiswa dari 72 mahasiswa menurut data terakhir HPMSB Yogyakarta) karena dari beberapa pertemuan yang sudah dilakukan hanya dihadiri oleh belasan mahasiswa saja. Jika HPMSB Yogyakarta mengalami kendala dalam hal ini, saya berharap peran serta dari senior mahasiswa KSB yang ada untuk membantu HPMSB Yogyakarta.
  2. Tim Pengadaan pemda KSB dapat menjelaskan secara jelas dan terbuka tentang status terakhir dari rumah Jl. Menukan karena dari pihak mahasiswa ingin sekali mendapatkan kepastian status terakhir rumah tersebut dan Tim Pengadaan Pemda KSB dinilai kurang terbuka dalam hal ini (hasil pertemuan informal saya dengan perwakilan mahasiswa pada tanggal 19 Agustus 2009 pkl. 16.30 WIB).
  3. Tim Pengadaan pemda KSB juga diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas dan pasti seputar batas waktu proses pembelian asrama serta kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terhadap anggaran pembelian asrama jika dalam proses ini gagal atau batal, karena ada informasi yang berkembang di mahasiswa Yogyakarta bahwa anggaran tersebut dapat diusulkan tahun berikutnya dan tidak bersifat hangus.
  4. Semua pihak untuk dapat memikirkan bersama masalah ini, mari berfikir positif dan ke depan untuk kepentingan bersama pelajar/mahasiswa KSB di Yogyakarta, bukan kepentingan pribadi atau kelompok, bukan kepentingan sesaat tahun ini saja apalagi jika nantinya ada ucapan, pernyataan atau sikap yang tidak sopan, saling menyalahkan, dan lain sebagainya. Bagi mahasiswa kSB Yogyakarta, mari kita berjuang untuk pelajar/mahasiswa saat ini dan akan datang, tidak subyektif bagi anda saja saat ini. Bagi sesepuh KSB yang lain, mari kita memberikan sumbangsih pemikiran, sikap yang netral dan membangun KSB kita tercinta.

 

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dapat dijadikan bahan renungan, diambil hikmahnya dan mari kita bersatu untuk kemajuan KSB. Amin.

 

Oleh : Hasanuddin, S.T.

 

Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
ari  - Premanisme adalah Pilihan Para Pecundang     |125.167.180.xxx |15-10-2009 14:34:15
Ternyata mereka Frustasi juga menghadapi mahasiswa, putus asa sampai bayar preman melakukan intimidasi..
Benar-benar jiwa yang kerdil untuk bisa bersikap gentleman...
sebenarnya apasih pkiran mereka yang berlaku bejat terhadap saudaranya sendiri..
kalau dpikir pengadaan asrama mahsiswa jogja adalah tuk kpentingan masyarakat KSB yang ada dijogja, jika pelakunya ada termasuk dari masyarakat KSB mudah-mudahan bisa secepatnya sadar, mudah2an plakunya tidak ada yg dari masyarakat KSB.
buat teman2 mahasiswa jngan takut intimidasi ataupun perlakuan kasar mereka, teruskan perjuangan kalian....
untuk pelaku intelektual dari kejadian ini saya pribadi mengucapkan selamat, karena anda telah menunjukkan bentuk dari rasa putus asa dan ini merupakan awal dari kekalahanmu...
Eeeee....sanak salaki, so' Tokon sama seles karong desa sama....
Terakhir Diupdate ( Kamis, 20 Agustus 2009 07:32 )  

Editorial

Illegal Mining Tetap Berlangsung
11/07/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Sumbawa, Sumbawanews.com.- Meskipun Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengeluarkan peringatan keras akan menindak tegas pelaku illegal mining di O;lat Labaoang Kecamatan Lape, tetapi peringatan itu t [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
30/07sayapa rungan
29/07akihiroketika tentara jepang kalah pada perang dunia II..jepang di wajibkan menyerahkan seluruh harta rampasan perang kpd sekutu di hawaii... 3 kapal perang jepang yang membawa harta rampasan berupa emas, permata dan kekayaan kerajaan2 di asia tenggara hilang dlm perjalanan menuju hawaii... di sinyalir ketiga kapal itu sengaja di tenggelamkan di pantai selatan sumbawa.. seluruh harta di masukkan kedalam gua di tengah hutan sumbawa..seluruh pasukan dan harta tersebut di bom bersama2 dlm gua tersebut... foto satelite nasa menunjukkan ada gundukan logam mulia di daerah dodo..itulah mengapa newmont berkeras memperluas wilayah tambangnya ke daerah tersebut... krn di belakang newmont ada raksasa keuangan jepang bernama sumitomo..yg berniat mencari harta tersebut..
29/07jackharta karun itu di kuasai ghoib... begitu pula emas..dia kan muncul di suatu daerah tertentu.... kemudia pada saatnya nanti dia akan hilang lg.... jd mumpung lg muncul..ya serbuuuuuuuuuuuu
29/07isdjsiayas
29/073321boddddddddo
29/073321:)
29/07hendrotak sabar ingin melihat sumbawa lebih maju dari daerah lain
29/07oriebuktikan!
29/07bosangsekali AN-NUR tetap AN-NUR menang!!!
29/07dewi gi mna cara qta cara masukin baesiswa ke pt.newmont
29/07MukhlisNonda ade nonda pang tana Samawa
29/07MukhlisRoa gama balong tana samawa pang tin-tin amgkang mudi....Amin...
28/07SryOlat cabe adlh calon lokasi penambangan. tp sayang Bupati sudah meneken bln 4 kmrn tanpa pengetahuan Rakyat. Apakah Anda msh mw bilang LANJUTKAN......?
28/07ivanmau sampai kapan lingkungan kita tercemar?karna penambangan ilegal di olat labaong... apa tidak mikir dampak apa yang akan kita rasakan?
28/07lipensemoga masyarakat yang melakukan penambangan ilegal di olat labaong diberi kesadaran oleh tuhan.... janganlah anda merusak kelestarian alam dengan kesenangan jangka pendek