Jakarta, Sumbawanews.com.- Hingga kini pengaruh zaman rezim otoriter masih sangat terasa di bidang pers. Hal itu dapat dibuktikan dengan masih seringnya terjadi tindakan kekerasan terhadap wartawan. Peristiwa naas itu menimpa wartawati Harian Sinar Harapan, Odeodata Jullia Hermina Vanduck, Jumat (27/6). Pemukulan yang dilakukan kader Partai Demokrat sekaligus anggota tim kampanye nasional SBY-Boediono, Rudolf Kambubuy, mengakibatkan wartawati Odeodata pingsan. Demikian siaran pers Capres Megawati - Probowo yang disampaikan Direktur Mega-Prabowo Media Center Amran Nasution Minggu (28/6) pagi kepada redaksiTidak berhenti sampai disitu, Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Partai Demokrat Marzuki Alie juga melakukan tindakan pemutarbalikan fakta terhadap tindakan keji yang dilakukan aktivis Partai Demokrat itu, dengan menyebarkan pesan singkat (SMS) kepada sejumlah wartawan di Jakarta.
Dalam SMS tersebut Marzuki mengatakan Marzuki Alie menyatakan bahwa pemukulan dilakukan dengan bercanda hingga terjatuh (atau pura-pura jatuh). Pemukul juga bukan oleh anggota Partai Demokrat. Selain itu, Ode dikatakan sebagai tim sukses calon presiden (capres) lain.
Melihat tindak kesewenangan ini sekitar 100 wartawan di Jakarta, Sabtu (27/6) melakukan unjuk rasa ke DPP Partai Demokrat, guna meminta pertanggungjawaban pimpinan partai atas kekerasan kadernya terhadap wartawan. Dalam aksi tersebut para wartawan mengancam akan memboikot Partai Demokrat.
Megawati juga mensikapi tindak kekerasan wartawan yang terjadi di papua, pemutar balikan fakta yang dilakukan Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Partai Demokrat Marzuki Alie serta aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah wartawan di Jakarta.
"Kami mengucapkan keprihatinan yang mendalam kepada keluarga besar Harian Sinar harapan atas kejadian yang dialami wartawati Odeodata Jullia Hermina Vanduck. Insiden ini seharusnya tidak terjadi disaat bangsa ini tengah melakukan perhelatan demokrasi yang tujuannya antara lain menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan pers." tegas Mega
Megawati juga menyesalkan tindakan aktivis Partai Demokrat yang telah bertindak emosional diluar kepatutan. Kami yakini nahwa pendidikan politik bagi anggota partai politik apapun adalah membangun simpati masyarakat dan menjauhkan diri dari tindakan yang menyakiti hati para pendukung, masayarakat umum maupun wartawan yang bertugas mencari informasi
"Kepada Tim Sukses SBY-Boediyono dan Partai Demokrat untuk bertanggung jawab dan memastikan bahwa tindakan yang melawan hukum itu untuk diproses kedalam peradilan secara adil dan terbuka. Hal ini dilakukan demi menciptakan ruang yang seluas luasnya terhadap kebebasan pers." pungkas Mega. (sn01)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





















apakah itu cerminan mahasiswa Sumbawa...
lebay bangat sich kalian semua....
javascript:JOSC_emoticon("
eeeeeeeeeeeeeee baing desa gedooooooooo