Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
 
 
 
Home Berita Nasional DPR Usul Ijin RS Omni Internasional Dicabut

DPR Usul Ijin RS Omni Internasional Dicabut

E-mail Cetak PDF
Jakarta, Sumbawanews.com.- Komisi IX DPR akan mengusulkan pencabutan ijin Rumah Sakit (RS) Omni Internasional Tangerang, dan mendesak RS tersebut untuk mencabut gugatannya tanpa syarat kepada Sdri. Prita Mulyasari, ibu dua anak yang ditahan selama tiga pekan karena dianggap telah mencemarkan nama RS Omni Internasional Tangerang.

Demikian kesimpulan dalam pertemuan antara Komisi IX dengan RS Omni Internasional Tangerang tentang klarifikasi kasus yang menimpa Sdri. Prita Mulyasari, di Gedung DPR, Jakarta, (8/6).

“Komisi IX DPR (juga) meminta RS Omni Internasional Tangerang untuk meminta maaf kepada Sdri Prita Mulyasari”, demikian kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Umar Wahid yang memimpin jalannya pertemuan tersebut.

Kesimpulan tersebut diambil setelah waktu diperpanjang 3 (tiga) kali dan jawaban dari pihak manajemen RS Omni dinilai sangat tidak memuaskan anggota Komisi Kesehatan. “Komisi IX DPR sangat tidak puas dan tidak menemukan solusi apapun dengan jawaban dan penjelasan yang disampaikan dari pihak manajemen RS Omni Internasional Tangerang”, tegas Umar Wahid.

Anggota Komisi IX Max Sopacua dari FPD mempertanyakan, Undang-Undang (UU) mana yang menyatakan bahwa dia (Prita) melanggar haknya untuk memberikan surat terbuka selama itu merupakan haknya. “Prita adalah pasien anda dan dia wajib memberikan itu (keluhannya) kepada teman-temannya secara terbuka. Dia dilindungi oleh UU,” kata Max Sopacua.

Menurutnya, Sdri Prita tidak layak dijadikan tersangka hanya karena menyampaikan keluhannya tentang pelayanan RS lewat surat elektronik kepada teman-temannya.

Komisi IX yang mempunyai hak total untuk melakukan pengawasan terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk terhadap sarana-sarana RS, juga mempertanyakan penggunaan label nama internasional karena Departemen Kesehatan tidak pernah mengeluarkan ijin. “Siapa yang memberi nama internasional, apakah sudah benar-benar internasional, apakah hanya untuk menaikkan tingkat hunian pasien”, tandas anggota Komisi IX DPR Aisyah dari partai Golkar.

Hal senada disampaikan Achmad Affandi, FPAN, RS swasta memang didirikan oleh pemodal, tetapi aturan apapun yang digunakan, menempatkan kemanusiaan harus menjadi nomor satu bukan hanya di atas kertas tetapi juga didalam tindakan keseharian. Hal ini tidak tercermin dari peristiwa yang berkembang. “Mata hati kami belum menangkap RS Omni Internasional Tangerang belum menempatkan kemanusiaan sebagai nomor satu misi dari RS ini”, ujar Achmad Affandi.

Pada pertemuan tersebut pihak manajemen RS Omni Internasional Tangerang diwakili oleh Bina Ratna Kusumafitri menyatakan, apapun yang menjadi keputusan Komisi IX DPR akan menjadi perhatian dan pertimbangan manajemen Omni Internasional. (DPR/sc)
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

Editorial

Kegagalan Paket RAHMAT: Satu Partai, Dua SK Dukungan Politik
23/02/2010 | Syahrul Salam
article thumbnail

Sumbawanews.com.- Tepat Senin (22/02), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengumumkan hasil verifikasi terkait data pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Sekitar [ ... ]


Editorial Lainnya

Shout Box

Archives Pesan
14/03wirman84pak andi calon yang bupati yang terhormat.kami dari penduduk maluk resetment tidak puas dengan kontrak politik yang dilakukan li lapangan sepak bola maluk .kami mohon di koreksi kembali kontrak politik tersebut,,tidak ada satupun yang menjadi saksi penandatanganan kontrak tersebut,,masyarakat resetment..kami mohon bang andi..
14/03tode miratidak bisakah pemimpin kita bersikap adil dan bijaksana????,sebab bertambah pintarnya seorang pemimpin akan bertambah juga cara pemimpin untuk melakukan penyelewengan2 terhadap masyarakat.kasihan kami rakyat kecil yang hanya bisa meratap janji palsu seorang calon,jika sudah di atas......,hanya satu kata......goodby......
14/03Erna Pakilkurangnya ilmu pengetahuan di Indonesia dan meningkatnya KKN,kalau begini terus kapan Indonesia akan maju ??????
14/03GeminiJangan heran di indonesia terjadi banyak masalah,bencana,karna ulah tangan manusia yg penuh dgn kemunafikn dan kezaliman,hrs smua sadar dan tau diri sbgai hamba Allah.
14/03ernamapinmari kita berpegang tangan untuk meningkatkan semangat belajardan mengurangi volume para TKW luar negri.semoga pemimpin kabupaten sumbawa memperhatikan hal ini
13/03wirmanKSB akan AMAN Jika Paket AmAn Yang memimpin
13/03wirman maluksaya di maluk sudah berpuluh tahun dan yang saya lihat maluk tetap saja seperti dulu...kapn perubahan itu kan datang...
12/03LA[INDA BIDOSKepada Yth: Bapak Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, M.A, Bapak Bupati/ Wali Kota Se Pulau Sumbawa, Pimpinan DPRD Se Pulau Sumbawa, dan Seluruh LSM, Ormas, Mahasiswa di Pulau Sumbawa.
09/03emitronInfo : Iklan Baris Via SMS, Iklan Baris Kompas Via sms hub. Emitron Cs. 021 8378 5208,
09/03mamadsemoga seluruh amal, ibadah
09/03irawnkyai habat
08/03holly madisonmari kita nonton porno!!!!!
07/03salsabilasaya bagian dari warga lenangguar yg menjadi tki krna tdk adanya lapangan kerja,mdhan pmimpin muda dpt perjuangkan dodo rinti nantinya,
07/03salsabilasaya mendukung cln pemimpin muda.
07/03Komunitas BABUJUInnalillahiwainnalillahiraziun, Komunitas BABUJU mengucapkan Turut Berduka cita yang mendalam atas Meninggalnya Walikota Bima, HM. Noer A. Latif (28 Okt 1951 - 7 Maret 2010). Semoga Keluarga, Sahabat, kerabat serta masyarakat Kota Bima diberikan ketabahan dan kesabaran... Amin Ya Rabb...
 

Mainkan MP3  Ringtone Antikorupsi IKRAR
Untuk Download Klik kanan MP3 lalu Save link as

Download Ringtone MP3 Visi Misi, Klik kanan lalu save link as