Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita
Berita utama, Nasional, Internasional, Daerah, Photo, Video, Editorial, Opini, Bisnis, Agama, Pendidikan

Polres Lobar Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2010

Lombok Barat, SumbawaNews.com – Apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Tahun 2010 digelar Kepolisian Resor Lombok Barat di markas kepolisian setempat di Gerung, Kamis (2/9), sekaligus menandai dimulainya pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah selama 16 hari.
Ikut serta dalam apel gelar pasukan ini sejumlah instansi terkait, di antaranya Badan SAR NTB, Pramuka, Kantor Adpel Lembar, Sekom, dan Dinas Perhubungan Lobar.
Kapolres Lobar AKBP Agus Suprianto, S.IK selaku Inspektur Upacara saat membacakan sambutan Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan, apel gelar pasukan oprasi ketupat 2010 ini diharapkan untuk menjaga dan mempertahankan situasi agar masyarakat dapat menjalankan hari raya Idul Fitri nyaman dan aman.
Dikatakannya bahwa setiap tahun kendaraan terutama sepeda motor selalu bertambah, sementara jalan semakin menyempit, sehingga kecelakaan lalu lintas kerap terjadi, dan melalui data yang diperoleh kecelakaan selalu didominasi oleh pengguna sepeda motor. Selain itu kejahatan dengan kekerasan dan pemberatan juga kerap terjadi seperti pada Toko Emas, Bank dan tempat-tempat keramaian lainnya seperti yang telah terjadi di Tebet Jakarta serta Medan.
Polda NTB lanjut Agus termasuk dalam daerah oprasi imbangan target sehingga beberapa aspek harus terpenuhi seperti terwujudnya rasa aman dan nyaman masyarakat dalam menjalankan ibadah, terjaminnya kebutuhan pokok seperti Sembako, BBM serta lainnya sehingga tidak ada rasa kekhawatiran dalam menyambut Hari raya Idul Fitri, kepada para petugas harus menyiapkan mental dan fisik serta menghindari sikap yang tidak simpatik dan arogansi yang tidak sesuai dengan Visi serta watak seorang polisi yang menjadi pengayom dan pelindung masyarakat.
Pasukan yang disiagakan untuk Pospam sebanyak 187 yang terdiri dari beberapa pos, seperti Posko Lembar, Posko Patung Sapi, Posko kediri, Posko Narmada Gunung Sari serta Posko Senggigi, sementara total pasukan yang disiagakan oleh Polres Lobar untuk pengamanan Idul Fitri sebanyak 1/3 dari pasukan yakni 480 anggota.
Dari beberapa titik posko yang didirikan Polres Lobar, ada beberapa titik rawan kemacetan seperti di pasar tumpah kediri, pasar tumpah Narmada keru, pelabuhan Lembar serta Senggigi pada puncak perayaan lebaran ketupat nantinya. Karenanya jajaran Polres Lobar menghimbau agar semua masyarakat berhati-hati dan selalu siaga dan senantiasa mengantisifasi kriminalitas yang akan menyerang kita seperti hipnotis dan lain sebagainya. (Idham Halik)

Terakhir Diupdate ( Jumat, 03 September 2010 07:54 )

 

BKD Lobar Usulkan Pendataan 170 Tenaga Honorer

Lombok Barat, SumbawaNews.com – Sebanyak 170 orang tenaga honorer di Kabupaten Lombok Barat telah diusulkan Badan Kepegawaian Daerah setempat kepada BKN untuk dimasukkan dalam database susulan. Pengusulan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 05 tahun 2010, perihal pendataan tenaga honorer yang bekerja di lingkungan instansi pemerintah.
“Berkas 170 orang tenga honorer dari kategori pertama ini sudah kita kirim ke BKN tanggal 31 Agustus 2010,” kata Kepala BKD Lobar, H Fathurrahim di Lingsar, Kamis (2/9).
Kelengkapan dan berkas 170 orang tenaga honorer ini juga ditembuskan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, BKN Regional X Denpasar Bali dan Pemerintah Provinsi NTB.
Kategori pertama berdasarkan SE Menpan dan RB RI Nomor 05 tahun 2010 adalah tenaga honorer dengan sumber penghasilan dari ABPN atau APBD, yang gaji/honornya terdapat dalam nomenklatur/rekening pada belanja pegawai.
Sebelumnya dari 222 kelengkapan dan berkas tenaga honorer, berdasarkan hasil verifikasi BKD Lobar, 52 di antaranya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan administrasi terutama menyangkut ijazah. Mereka pun tidak dapat mengajukan pemberkasan kembali.
Sedangkan 170 orang tenaga honorer ini berasal dari tenaga pendidik sebanyak 15 orang, tenaga kesehatan 8 orang dan tenaga teknis lainnya 147 orang. Kelengkapan dan berkas mereka akan diverifikasi dan divalidasi kembali di tingkat pusat, dengan tim terdiri dari BKN, BPKP dan Kementerian PAN dan RB. Bagi yang memenuhi syarat, hasil pendataan atau database akan dikirimkan kembali ke BKD Lobar.
“Ini baru untuk kategori pertama. Sedangkan untuk kategori kedua, yang sumber penghasilannya bukan dari APBN atau APBD, insya Allah pemberkasannya akan mulai diajukan selesai lebaran,” kata Fathurrahim. (Idham Halik)

Terakhir Diupdate ( Jumat, 03 September 2010 07:54 )

Masyarakat Diingatkan tidak Terprovokasi Persoalan Tapal Batas

Lombok Barat, SumbawaNews.com – Kepala Kepolisian Resor Lombok Barat, AKBP Agus Supriyanto SIK mengingatkan masyarakat di perbatasan Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara tidak terprovokasi isu-isu seputar persoalan tapal batas, yang dapat dapat memperburuk hubungan kedua wilayah.
Meski persoalan tapal batas, diakui Kapolres Lobar, bukan merupakan wewenang pihak kepolisan. Namun penyelesaiannya mestinya bisa dilakukan dengan jalan koordinasi antara kedua pemerintah daerah
Pihak kepolisian sendiri, menurut Agus, melalui jajaran Polsek Senggigi, Polsek Gunungsari dan Polsek Pemenang sudah berperan aktif memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai persoalan ini. Hasilnya, sejauh ini masyarakat sekitar dapat menerima bagaimana pun hasil keputusan mengenai tapal batas wilayah ini. Kendati indikasi akan adanya kontak kepentingan dari oknum-oknum tertentu atau provokator tetap ada. “Kita berusaha agar kondisi tetap kondusif,” cetusnya, dengan tetap melakukan pemantauan di daerah perbatasan kedua kabupaten tersebut. (Idham Halik)

Terakhir Diupdate ( Jumat, 03 September 2010 07:54 )

BK3S NTB Target Salurkan Tiga Ribu Bansos

Lombok Barat, SumbawaNews.com — Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial Provinsi NTB, Hj. Robiatul Adawiyah, menargetkan bisa menyalurkan bantuan sosial kepada tiga ribu anak terlantar dan yatim piatu selama bulan peduli sosial tahun ini.
Dalam bulan peduli sosial tahun ini,  BK3S NTB juga mengupayakan bisa menjangkau masyarakat miskin di Pulau Sumbawa. Sedangkan untuk di Pulau Lombok sendiri, masing-masing kabupaten/kota mendapat jatah menyalurkan santunan untuk 225 anak terlantar dan yatim piatu berupa sembako dan uang Rp 25 ribu.
Meski begitu, target penyaluran bansos ini masih belum sebanding dengan jumlah penduduk miskin di NTB sebanyak 431 ribu KK dari 4.496.855 jiwa penduduk NTB berdasarkan Sensus Penduduk 2010.
“Karena itulah kami menggandeng TP PKK kabupaten/kota agar jangkauan bantuan bisa lebih merata karena dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan permintaan santunan,” jelas Ketua Harian BK3S Provinsi NTB Hj Kerniasih Mudjitahid saat penyerahan santunan BK3S Provinsi NTB bagi anak terlantar di Lobar, Kamis (2/9).
BK3S NTB sendiri sudah menggandeng K3S Kabupaten/Kota sejak digulirkan tahun 2003 lalu, dengan diketuai istri kepala daerah di masing-masing kabupaten/kota. “Dengan begitu ada upaya dari istri bupati/walikota untuk memiliki rasa kepedulian terhadap rakyat di bawahnya,” kata Kerniasih.
Sementara itu, Ketua Umum K3S Kabupaten Lobar Hj Nanik Zaini Arony berharap, bulan bakti sosial BK3S bukan hanya dilakukan saat Bulan Ramadhan, karena masyarakat Lobar terutama anak terlantar dan yatim piatu juga membutuhkan uluran tangan BK3S saat pergantian tahun ajaran baru.
“Kami dari K3S Lobar juga berencana menghimpun lagi bantuan sosial saat tahun ajaran baru. Kami minta BK3S NTB untuk ikut menghimpun bantuan,” ujar Nanik.
Penghimpunan bantuan sosial yang dilakukan K3S Lobar sendiri hingga saat ini masih terus berlanjut. Dengan target awal bisa menyalurkan kepada 1.000 anak terlantar, berkembang hingga mencapai 2.500 anak terlantar di Lobar. (Idham Halik)

Terakhir Diupdate ( Jumat, 03 September 2010 07:53 )

Siswi SD Ditemukan Tenggelam di Dasar Sungai

Lombok Barat, SumbawaNews.com - Ni Wayan Ranti, 14 tahun, siswi kelas empat sekolah dasar di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, ditemukan tewas di dasar Sungai Dodokan pada Rabu (1/9). Jenazah korban ini berhasil diangkat ke atas permukaan setelah Badan SAR NTB dibantu warga melakukan proses evakuasi selama hampir lima jam.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di tempat kejadian perkara, kejadian ini pertama kali diketahui Masiah, 32 tahun, pemilik perahu yang biasa beroperasi di sungai setempat. Masiah sendiri saat itu sedang menunggu penumpang.
Ketika itu, dituturkan Masiah, dirinya sempat melihat Ni Wayan Rianti sebelum jatuh ke sungai sekitar pukul 06.00 Wita. “Saya sudah mau jemput anak itu, tapi sebelum saya jemput dia sudah jatuh ke sungai dan langsung tenggelam,” ujarnya singkat.
Masiah sendiri berusaha melakukan pencarian terhadap korban, namun tidak menemukannya. Dia pun berteriak meminta tolong. Sedangkan pihak keluarga korban mengetahui korban tidak masuk sekolah karena bermaksud pergi ke Pasar Gerung untuk menjual pepaya melalui jalur sungai.
Sementara itu, Kapolres Lobar melalui Kapolsek Gerung AKP Eko Wahyudi menuturkan, kejadian ini berawal ketika warga Dusun Lilin Desa Banyu Urip ini bermaksud pergi ke Pasar Gerung melalui jalur Sungai Dodokan untuk menjual pepaya sekitar pukul 06.00 Wita.  
Sesampai di pinggir sungai, korban pun berniat hendak memcuci kakinya namun tiba-tiba terpeleset dan jatuh. Barang dagangannya pun masih ada di pinggir sungai. “Kayaknya ada sesuatu yang menarik korban, karena korban tidak sempat berontak,” imbuhnya.
Evakuasi terhadap jenazah korban sendiri berjalan cukup alot karena air sungai keruh. Mulai pukul 06.30 Wita pihak Badan SAR NTB melakukan pencarian dengan warga setempat namun hasilnya tetap nihil. Demikian halnya dengan upaya yang dilakukan dari kalangan warga sekitar secara bergantian, namun tetap nihil.
Upaya evakuasi ini akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 11.00 Wita. Korban pun berhasil ditemukan para penyelam dari Badan SAR NTB dengan posisi sedang menengadah tak bernyawa. Jenazah langsung diangkat ke atas permukaan dan dimasukkan ke kantong mayat disambut isak tangis keluarga korban yang sudah menunggu di pinggir sungai
Keluarga korban juga berteriak dan mengamuk histeris karena tidak menyangka kejadian naas ini terjadi. Mereka juga menolak pihak kepolisian melakukan otopsi terhadap korban dan melarikannya ke rumah duka untuk disemayamkan. (Idham Halik)

Terakhir Diupdate ( Jumat, 03 September 2010 07:53 )

Halaman 1 dari 1342

Editorial

Siapa Yang Bertanggung Jawab Terhadap Illegal Mining Labaong...?
13/08/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Dari hari kehari bencana longsor dipusat ileegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib apar [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
02/09to the rheestelah tu baca isi Risalah sidang Perdana ANNUR VS KPU, yam de ya mole goro NURDIN
02/09utanbersaudarasemoga an nur cepat di lantik
02/09ikinBerhentilah menggonggong disini, karena smuanya tak berarti.
02/09buta melikeee nanta kau pe annur, maling teriak maling, mu buya bukti baju koko, no to diri lok ka beang jenset ko tau jompong ke, ma bau pilih ling tau pang jompong ana. ngaca gama balong,, bau man mo tu tomas...
02/09ocananluk tau gedo,kakenang pipis 20 rb,luk kanomda akalmupe ijar kau tukang ngelo..nantakau JM
01/09InsanSegala peristiwa
01/09InsanSegala peristiwa
01/09BillTidak perlu saling menghujat, itu bukan sifatnya orang Samawa, biarkan proses hukum berjalan dan siapun yang menang harus bisa diterima dengan lapang dada..
01/09EA UTAN Geeee nene tau annur luk ka no nene bau terima kekalahan ampa,,,tau nda ila na bae si tau nanluk na......lamen kam tu kalah man mo tu tomas...pates mo jampang swai anak nene e....lamen tu salenge tau boat nene...smata ka tau nda ila na bae si...
01/09AlJM gedo............................
01/09PUKIkawa ke ya pimpin neng de nyang2, slma 5 tahun nda perubahan2, smata mata taeng otak tu..........
31/08rerrr
31/08rerrteeeeertry
31/08xxxxxxxxxxxxxxxx
31/08mosengnengka saling hujat, dengan kalimat-kalimat ade enda tegas- tegas nan, aji no tu bedosa rua hujat tau....coba nene gita tau sidang ana kadu Nurdin ke 5 anggota KPU ana Mesra pang Jakarta ana nene pang samawa ta laga seling salenge diri nene we...sanak balong we...

Interaktif

Kamus
Cek Email

RSS Feed

feed-image Feed Entries
Pleno KPU Senin (23/8) menempatkan JM-Arsy Unggul sebanyak 111,961 (50.56%) dan ANNUR sebanyak 109,465 (49.44%), selisih suara antara JM-Arsy Vs ANNUR = 2,486. Total suara sah sebanyak 221,436. Selengkapnya...