Bapak Ketua KPK yang saya kagumi;Nama saya : .......
Koruptor itu orang jahat
Tolong segera dijerat dan
dihukum yang berat
Bapak KAPOLRI yang saya cintai;
Nama saya : .........
Tolong selamatkan Indonesia
Dari Korupsi
Demi masa depan kami
Bapak Jaksa Agung yang saya banggakan;
Nama saya: .........
Negara ini penuh dengan koruptor
Tolong dibersihkan .............ya Pak!
Itulah bait-bait pesan moral yang dibacakan oleh tiga orang siswa-siswi dari beberapa Taman Kanak-Kanak (TK) yang berada di wilayah Jabodetabek saat peringatan hari anti korupsi sedunia Tahun 2006 yang berlangsung di Tugu Proklamasi Jakarta.
Hari anti korupsi sedunia tercetus tatkal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merativifikasi konvensi anti korupsi di Merida Mexico pada tanggal 9 Desember 2003. Kemudian pada tahun 2004 berikutnya Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 9 Desember diperingati sebagai hari anti korupsi nasional yang ditandai dengan dikeluarkannya Inpres No. 5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi pada tanggal 9 Desember 2004.
Peringatan hari anti korupsi sedunia secara massal diperingati di Indonesia pertama kali dirintis pada tahun 2006 oleh Tiga Pilar Kemitraan (3pK) merupakan kemitraan dari tiga komponen yang terdiri dari Penyelenggara Negara, Dunia Swasta dan Masyarakat. Tiga Pilar Kemitraan dideklarasikan pada tanggal 27 September 2002 oleh Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Kadin Indonesia dan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). Sampai saat ini anggota tiga 3pK sudah lebih dari 100 lembaga dari tiga unsur diatas.
Peringatan hari anti korupsi sedunia tahun 2006 cukup semarak meskipun masih banyak yang belum mengetahui tanggal 9 Desember sebagai hari anti korupsi. Sekitar 2500 massa memadati monumen tugu proklamasi Jakarta, dan 60% dari massa yang hadir berasal dari unsur pelajar. Mengapa unsur pelajar dilibatkan ? pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang sepantasnya mendapat pendidikan mengenai anti korupsi yang salah satunya terlibat langsung dalam aksi anti korupsi tersebut. Tidak hanya pelajar, ratusan anak sekolah Taman Kanak-kanak pun terlibat. Mereka menyanyikan lagu-lagu bertemakan korupsi, bahkan beberapa diantaranya secara polos membacakan bait-bait pesan moral yang ditujukan kepada ketua KPK, Kapolri dan Kajagung agar serius memberantas Korupsi di bumi pertiwi ini.
Ketua KPK Taufikurahman Ruki dan Meneg PAN Taufik Efefendi pun ambil bagian dalam acara ini. Semaraknya peringatan tahun 2006 ini juga dirangkaikan dengan long mars dari tugu proklamasi menuju bundaran Hotel Indonesia.
Peringatan hari anti korupsi sedunia tahun 2006 yang bertemakan ”Save Indonesia From Corruption” juga mengalir sampai kedaerah-daerah. Beberapa LSM dibeberapa daerah mengadakan acara serupa dengan format yang hampir sama dilaksanakan di Jakarta. Sosialisasi peringatan inipun cukup sederhana dengan menggunakan media internet melalui milis-milis yang bertemakan anti korupsi.
Berlanjut pada tahun 2007, peringatan hari antikorupsi sedunia dilaksanakan di parkir timur silang monas dengan peserta mencapai 5000 orang bertemakan ”Bangkit Bersatu Berantas Korupsi”. Format peserta dan acara hampir sama dengan peringatan hari antikorupsi tahun 2006, namun yang lebih meluas adalah keterlibatan peserta dari unsur BUMN dan Kementerian. Peran pelajar dalam peringatan tahun 2007 juga cukup besar, hampir 60% peserta peringatan berasal dari unsur pelajar.
Keterlibatan siswa – siswi Taman Kanak-kanak juga makin membesar, merekapun menyampaikan pesan moral kepada pejabat-pejabat di negara ini agar serius memberantas korupsi. Saat itupun ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufikurrahman Ruki tidak bisa memberikan komentar banyak saat seorang anak TK membacakan pesan yang ditujukan kepada ketua KPK. ” Pesan ini adalah amanah” ucap Ruki singkat saat berada diatas panggung.
Beberapa orang menteri dan juga Ketua KPK serta tokoh-tokoh masyarakat juga hadir dalam Peringatan tahun 2007 lalu, yang ditutup dengan agenda jalan santai dari Monas menuju Bundaran HI.
Berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, peringatan hari antikorupsi tahun 2008 dilaksanakan lebih sederhana dengan acara long mars dari Dikmenti DKI didaerah Gatot Subroto menuju kantor KPK. Pesertanya pun cukup dominan dari unsur pelajar yang mencapai 70% dari total peserta yang terlibat sekitar 1500 orang. Keterliban siswa-siswi TK pun masih dipertahankan, bahkan beberapa diantaranya berorasi menyampaikan harapannya didepan kantor KPK.
Dari tiga tahun rangkaian acara peringatan hari antikorupsi sedunia tersebut terlihat jelas keterlibatan pelajar dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga SMU cukup mendapat porsi yang besar. Peranan pelajar bukan sebatas peserta tapi juga sebagai panitia yang terlibat langsung mengisi acara tersebut diantaranya membawakan lagu-lagu antikorupsi dan deklarasi pemantapan melawan korupsi serta pembacaan sumpah pelajar terkait dengan gerakan anti korupsi.
KPK pun melirik tanggal 9 Desember untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Seperti halnya tahun 2006 dan 2007, KPK turun ke jalan tepatnya di Bundaran HI membagikan stiker dan berbagai atribut anti korupsi kepada masyarakat luas.
Tahun 2009, tepatnya hari Rabu 9 Desember 2009 juga diperingati sebagai hari antikorupsi sedunia. Perbedaannya dengan tahun-tahun sebelumnya terletak pada penyelenggara yang terlebih dahulu terpublikasi melalui media massa. Gerakan Indonesia Bangkit (GIB) menetapkan silang monas sebagai pusat kegiatan hari antikorupsi sedunia tahun 2009. Tidak tanggung-tanggung massa yang akan dilibatkan dalam peringatan tahun ini lebih dari seratus ribu massa dengan komponen yang terlibat minimal 20 elemen masyarakat berskala nasional.
Perbedaan lainnya adalah unsur keterlibatan peserta, pada peringatan tahun-tahun sebelumnya unsur peserta yang terlibat 60% berasal dari unsur pelajar, sedangkan pada peringatan tahun 2009 lebih banyak pada ormas dan LSM yang memang mempunyai massa cukup besar. Yang disuarakannyapun berbeda, peringatan sebelumnya pesan moral disampaikan oleh anak-anak TK kepada pimpinan puncak pejabat hukum di Negeri ini, sedangkan pada tahun ini akan dibacakan piagam Indonesia Bersih oleh tokoh-tokoh nasional yang salah satu isinya mendesak penuntasan kasus bank Century.
Pada tahun inipun beberapa LSM pengiat anti korupsi seperti ICW, TI-Indonesia, MTI, PSHK dll lebih banyak mengadakan peringatan dengan cara diskusi publik dibandingkan dengan harus turun ke Jalan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Gelombang dukungan terhadap peringatan hari anti korupsi sedunia tahun 2009 ini setidaknya merupakan sinyal positif keterlibatan masyarakat secara massal dalam gerakan anti korupsi. Sayangnya Presiden SBY terlebih dahulu sudah mendeklarasikan gerakan ini sebagai gerakan sosial yang disinyalir menohok kabinet saat ini. Pernyataan Presiden inipun terkait dengan informasi yang diserap oleh Presiden SBY dari orang-orang terdekatnya. Padahal Tiga Pilar Kemitraan (3pK) sudah merencanakan untuk mengadakan peringatan hari anti korupsi sedunia sejak empat bulan lalu yang agendanya akan menghadirkan presiden SBY dengan acara utama parade anti korupsi dengan pusat di silang Monas. Acara parade anti korupsi inipun terpaksa dibatalkan terkait dengan konstelasi politik yang berkembang, jikapun dilaksanakan dan SBY bersedia hadir maka masyarakat akan mengecapnya sebagai agenda kontra terhadap peringatan anti korupsi yang digagas oleh GIB.
Semoga pada tahun-tahun mendatang, gelombang dukungan peringatan hari anti korupsi sedunia tetap mendapat reaksi positif dari masyarakat dan sudah tentu Presiden SBY dapat memimpin gerakan ini sebagai bukti komitmen dalam memberantas korupsi di negeri ini.
Jakarta, 9 Desember 2009
Arif Hidayat
Mantan ketua panitia peringatan hari antikorupsi sedunia tahun 2006 ( anggota 3pK)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























Indonesia sebagai negara Hukum, maka ...
Inilah akibatnya kalau kita hanya se...
fikiran yg hebat mmbicarakan ide........
kami harap para penegak hukum konsist...