KITA dikejutkan lagi dengan kasus kekerasan yang melibatkan antar-aparat. Kali ini dipertontonkan di tengah malam pada sebuah penginapan Kota Bima. Dua oknum TNI Kompi Senapan A Bima terlibat penganiayaan seorang perwira di Polsek Rasanae Barat Kota Bima. Hal yang memicu sinisme publik adalah kejadian itu dipicu dari ketegangan karena ditolak oleh pemilik hotel menempati kamar lebih dari satu orang dan--kabarnya-- dengan lain jenis. Di luar kekerasan yang terjadi, terasa kental ada nilai etis yang terkandung dalam kasus itu. Kekerasan dan etika inilah yang mesti didalami. Kita dukung respons cepat pihak Kodim 1608 Bima yang mengelarifikasi kasus dan pengertian pihak Kepolisian. Pengalaman kerap tergelar, bahwa sentimen korps ini bisa menyebabkan kegaduhan dalam tingkat yang tak biasanya. Ini satu hal yang perlu disyukuri, meski babak-belur eskalasi kasusnya biasa saja.
Masalahnya, ketidaksabaran salah satu pihak saja bisa menyebabkan aroma instabilitas terganggu. Padahal, kita dalam posisi berupaya maksimal meminimalisasi potensi yang menyebabkan terganggunya stabilitas menjelang Pemilu Presiden (Pilpres). Dan, dua institusi itulah yang berada pada garda terdepan. Merekalah yang diharapkan publik menjadi pemandu (guidance) bagi upaya-upaya mewujudkan ketertiban.
Kasus yang melibatkan rekan-rekan kita di Kompi Senapan A Bima kerap mencuat. Rangkaian kejadian itu mengharuskan ada introspeksi agar tugas utama tak terabaikan. Pihak aparat dipersepsikan sebagai kelompok pada garda terdepan mewujudkan ketertiban dan keamanan. Nah, kalau terus-menerus diciderai oleh tindakan-tindakan yang “kurang populer’, maka citra di depan masyarakat adalah taruhannya.
Tentu, kita dambakan langgam tampilan kinerja aparat keamanan di Bima terjaga dan semakin membaik dari waktu ke waktu. Lebih dari itu, berwibawa di depan publik. (*)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
















turut berduka cita yang mendalam,semo...
Semoga amal ibadah beliau diterima di...
Sekelumit masalah pembangunan di KSB ...
Semoga Amal Ibadah Beliau diterima AL...
jika dialog sudah nggak bisa lagi, me...