Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden akan dilaksanakan pada 8 Juli nanti. Berbagai persiapan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Lalu, apa harapan masyarakat terhadap Pemilu itu dan figur yang akan dipilih?
Sejumlah warga yang dihubungi mengaku akan memberikan hak suaranya untuk memilih pasangan terbaik yang diyakini mampu membawa Indonesia menuju perubahan yang lebih baik. Selain itu, berharap proses demokrasi itu berlangsung lancar dan sukses.
Warga Kota Bima, Muhammad, berharap saat hari H nanti semua berlangsung lancar dan tidak ada potensi kerawanan yang menganggu Pemilu. Diakuinya, dinamika Pilpres di daerah-daerah kurang begitu hangat, berbeda dengan Pemilu Kepala Daerah dan Pemilu Legislatif.
Dia mengaku akan memanfaatkan hak politiknya itu sebaik mungkin dengan mencoblos pasangan dinilai mampu mengelola negara. “Saya akan memilih, mudah-mudahkan yang dijagokan menang,” katanya di Mpunda, Rabu.
Dikatakannya, berbagai informasi dari media cetak dan elektronik amat membantu masyarakat yang ingin mengikuti dinamika Pemilu atau kegiatan Capres/Wapres.
Dihubungi terpisah, warga Kota Bima lainnya, Heri Purnomo, mengharapkan agar Pemilu nanti berlangsung damai dan jauh dari konflik seperti pada Pemilu Legislatif lalu. “Saya akan memilih nanti. Saya harapkan Pilpres lebih damailah,” katanya singkat di Penatoi, kemarin.
Harapan lainnya, agar aparat keamanan mengetatkan penjagaan pada setiap tempat pemungutan suara (TPS) dan mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi rawan.
Pada kesempatan yang lain, warga Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Faisal mengaku, sudah memiliki pasangan yang akan dipilihnya nanti dan berharap memenangkan pertarungan dengan dua pasangan lainnya. Dia meminta agar tak saling menjelek-jelekkan pasangan lainnya karena bisa memicu perselisihan.
Selain itu, diharapkan semua komponen masyarakat agar saling menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. “Gunakan saja hak suaranya dan tunggu hasilnya. Kalau ngomong pasangan lain bisa timbul masalah,” katanya di Sape, pekan lalu.
Gaung Pilpres di Kota dan Kabupaten Bima, seperti diakui KPU sebelumnya, memang kurang dibandingkan saat Pemilu Legislatif lalu. Spanduk pasangan calon hanya ditemukan pada beberapa titik tertentu. (BE.12)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






















wah ternyata university malaya pering...
wah ternyata university malaya pering...
Saudaraku, apakah KSB ini bisa maju k...
Dari kelakuan yang seperti itu keliha...
Kalau Andi Azisi menang saya khawatir...