Situasi di tiga desa Kecamatan Monta Kabupaten Bima pascaketegangan, Selasa siang, kini berangsur kondusif. Masing-masing kepala desa (Kades) diminta mengamankan wilayahnya. Kepolisian pun menyiagakan anggota di lokasi. Hal itu disampaikan Kapolsek Monta, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Usman Ali, kepada Bimeks via handphone (HP), Kamis (2/7).
Sebelumnya, kata Usman, Bupati Bima mengarahkan tiga Kades agar masing-masing menjaga warganya. Meski demikian, pihak Kepolisian masih mengusut siapa pelaku pembakaran motor. “Sampai sekarang kami belum mengetahui pelakunya, karena pembakaran dua motor itu dilakukan oleh massa,” ungkapnya.
Demikian juga pelaku pelemparan rumah warga Tangga Baru, belum diketahui. Katanya, dua pemilik sepeda motor membantah melempari rumah warga sebelumnya. Saat itu, mereka mendorong motor karena kehabisan bahan bakar dan meninggalkannya ketika ada massa yang bergerak.
“Kami akan berusaha menjaga situasi di tiga desa itu agar tetap aman, apalagi tidak lama lagi memasuki masa tenang Pemilu Presiden,” ujarnya.
Usman juga berharap agar masyarakat tidak cepat terprovokasi dan bertindak anarkis. Selain itu, meminta agar segala persoalan dapat diselesaikan secara hukum, bukan dengan melanggar hukum.
Sebelumnya, seperti diberitakan Bimeks, ketegangan itu muncul berawal dari arena hiburan malam dan pelemparan rumah warga. Disusul pembakaran tiga unit sepeda motor. Warga dari tiga desa berkumpul dan melengkapi diri dengan senjata tajam (Sajam).
Untungnya, ketegangan yang berpotensi memicu bentrok itu bisa diatasi oleh aparat keamanan dengan menghalaunya. (BE.16)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















perang ue
Iskandar, ternyata anda telah jujur d...
saking kelewat jujurnya saksi JM, akh...
Kalian tim JM ketahuan banget pemboho...
..emang tau pasti ya semuax itu..ntar...