Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
 
 
 
Home Berita “Rapor Merah” Bupati Diserahkan Massa ke Dewan

“Rapor Merah” Bupati Diserahkan Massa ke Dewan

E-mail Cetak PDF
Dompu, Sumbawanews.com.-
    Sebulan  terakhir ini, kepemimpinan Bupati Dompu H Syaifurrahman Salman, SE, terus “digoyang” oleh massa pendemo. Tak hanya dilakukan di Dompu, tetapi di Mataram dan Jakarta. Kamis (2/7) sekitar pukul 9.00 Wita, Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) kembali berdemo di kantor Bupati Dompu dan DPRD Dompu. Kali ini, mereka mengusung “rapor merah” kepemimpinan kepala daerah.   
   Rencananya, “rapor merah” itu diserahkan langsung kepada Bupati Dompu atau pejabat lainnya, namun tak ada yang menemui massa. Akhirnya, diserahkan kepada Ketua DPRD Dompu.
   Saat aksi itu, massa berjalan dari  perempatan atau depan Dinas Dikpora dengan membentangkan berbagai macam spanduk soal kasus PDAM, eksploitasi galian C dalam kawasan hutan, pengadaan tanah untuk perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS), bronjong dan alih fungsi hutan di Kecamatan Pekat.
   Wakil massa ARM, Ir Mutakum, meminta agar Bupati segera dinilai dan diberikan “rapor merah” atas kepemimpinannya selama ini. Dengan dasar   itu, merekomendasikan DPRD Dompu segera memberhentikannya karena dianggap gagal.
   Hal itu, katanya, jika mengacu pada pasal 20 ayat I, UU 32/ 2004 tentang Pemerintahaan Daerah yakni asas kepastian hukum, tertib penyelenggara negara, asas kepentingan umum, efisiensi dan efektifitas. Selain itu, pasal 27 ayat 1, UU 32/04 yang memuat tentang kewajiban kepala daerah dan pasal 28 UU 32/2004.
   “Selama kepemimpinan Syaiful menjadi Bupati mengantikan Ompu Beko (sapaan akrab mantan Bupati H Abubakar Ahmad, Red) tidak pernah ada kemajuan, malah Dompu makin mundur,” teriak Muttakun.
    Hal yang sama juga diungkapkan Bondan, Arifin, dan dua anggota ARM lainnya. Mereka menilai, sejak dipimpin Syaifurrahman, sering terjadi berbagai ketimpangan pada satuan kerja (Satker), misalnya menempatkan seseorang yang bukan ahlinya pada jabatan tertentu.
   Akibatnya, pejabat yang ditempatkan itu bingung menjalankan program sehingga kurang efektif.  Selain itu, mereka menyorot proyek PDAM Dompu  senilai  Rp7,5 miliar yang tidak pernah dijalankan.
    Saat itu, massa ARM juga meminta Bupati keluar dari Pendopo dan menemui mereka untuk menerima “rapor merah” yang dibawanya. Namun, waktu itu tidak ada Bupati maupun pejabat lainnya  yang menemui massa.
   Setelah itu, massa ARM berbalik menuju gedung wakil rakyat dan rapor itu akan diberikan kepada Ketua DPRD Dompu, AM Thalib HM Ali. Kebetulan, Thalib dan tiga anggotanya usai rapat dengan para camat.
   Sekitar pukul 12.20 Wita, ‘rapor merah” itu  diserahkan Muttakun kepada Thalib, disaksikan tiga anggota Dewan lainnya dan masyarakat. Selain itu, aparat Polres Dompu yang sejak pagi mengawal massa.
   Bagaimana tanggapan Thalib? Dikatakannya, “rapor merah” yang diserahkan massa ARM itu akan  ditindaklanjuti dengan rekomendasi hal-hal yang  dituntut massa. “Kita akan lanjutkan rekomendasi itu,” janji Thalib.
   Sementara itu, pihak eksekutif belum berhasil dikonfirmasi atas penilaian gagal dengan “rapor merah” itu. (BE.15)
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

Editorial

Kegagalan Paket RAHMAT: Satu Partai, Dua SK Dukungan Politik
23/02/2010 | Syahrul Salam
article thumbnail

Sumbawanews.com.- Tepat Senin (22/02), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengumumkan hasil verifikasi terkait data pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Sekitar [ ... ]


Editorial Lainnya

Shout Box

Archives Pesan
15/03 jogangKabupaten sumbawa barat ini kabupaten yang kcil.tapi banyak uangnya,,tambawa barapi kemana uang yang banyak itu..
14/03wirman84pak andi calon yang bupati yang terhormat.kami dari penduduk maluk resetment tidak puas dengan kontrak politik yang dilakukan li lapangan sepak bola maluk .kami mohon di koreksi kembali kontrak politik tersebut,,tidak ada satupun yang menjadi saksi penandatanganan kontrak tersebut,,masyarakat resetment..kami mohon bang andi..
14/03tode miratidak bisakah pemimpin kita bersikap adil dan bijaksana????,sebab bertambah pintarnya seorang pemimpin akan bertambah juga cara pemimpin untuk melakukan penyelewengan2 terhadap masyarakat.kasihan kami rakyat kecil yang hanya bisa meratap janji palsu seorang calon,jika sudah di atas......,hanya satu kata......goodby......
14/03Erna Pakilkurangnya ilmu pengetahuan di Indonesia dan meningkatnya KKN,kalau begini terus kapan Indonesia akan maju ??????
14/03GeminiJangan heran di indonesia terjadi banyak masalah,bencana,karna ulah tangan manusia yg penuh dgn kemunafikn dan kezaliman,hrs smua sadar dan tau diri sbgai hamba Allah.
14/03ernamapinmari kita berpegang tangan untuk meningkatkan semangat belajardan mengurangi volume para TKW luar negri.semoga pemimpin kabupaten sumbawa memperhatikan hal ini
13/03wirmanKSB akan AMAN Jika Paket AmAn Yang memimpin
13/03wirman maluksaya di maluk sudah berpuluh tahun dan yang saya lihat maluk tetap saja seperti dulu...kapn perubahan itu kan datang...
12/03LA[INDA BIDOSKepada Yth: Bapak Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, M.A, Bapak Bupati/ Wali Kota Se Pulau Sumbawa, Pimpinan DPRD Se Pulau Sumbawa, dan Seluruh LSM, Ormas, Mahasiswa di Pulau Sumbawa.
09/03emitronInfo : Iklan Baris Via SMS, Iklan Baris Kompas Via sms hub. Emitron Cs. 021 8378 5208,
09/03mamadsemoga seluruh amal, ibadah
09/03irawnkyai habat
08/03holly madisonmari kita nonton porno!!!!!
07/03salsabilasaya bagian dari warga lenangguar yg menjadi tki krna tdk adanya lapangan kerja,mdhan pmimpin muda dpt perjuangkan dodo rinti nantinya,
07/03salsabilasaya mendukung cln pemimpin muda.
 

Mainkan MP3  Ringtone Antikorupsi IKRAR
Untuk Download Klik kanan MP3 lalu Save link as

Download Ringtone MP3 Visi Misi, Klik kanan lalu save link as