Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita NPW KSB Akan Laporkan PPK ke Kejaksaan

NPW KSB Akan Laporkan PPK ke Kejaksaan

E-mail Cetak PDF
Taliwang KSB.  Sumbawanews.com.-  NTB Parlement Watch  (NPW) salah satu lembaga yang bekerjasama dengan Sekretariat Indonesia Corruption Watch  (ICW) Jl. Kalibata Timur IV/D No. 6 Jakarta Selatan, dalam waktu dekat akan segera melaporkan pihak Pejabat Pembuat Komitment (PPK) dan Cunsultan management PT Matahari Nuansa Alam (PTMNA) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa dalam kasus dugaan penyimpangan pekerjaan fisik pembangunan Jembatan paket XIV di Desa Benete Kecamatan Maluk dengan sistym multi years 59.93 persen senilai Rp.1.199 miliar lebih.

   Data yang dihimpun Sumbawanews.com, bahwa proses hukum yang diajukan lembaga NPW itu, karena pihak rekanan pemenang tender mega proyek tidak hanya telah melanggar perjanjian kontrak kerjasama, namun nomenklatur atau hasil pekerjaannya tidak sesuai mekanisme yang ditetapkan dalam spaeck proyeknya, terbukti pada hasil investigasi dan evaluasi tim, yang seharusnya fisik berdiameter 40x40 namun terpasang hanya 25x25, termasuk juga hasil sounder kedalaman tiang pancang 12 meter ternyata tancapannya sekitar 5 meter saja, begitupula yang terjadi pada jumlah instrument lainnya yaitu tiang pancang yang seharusnya 36 batang berdiameter 40x40, namun digunakan sebanyak 84 diameter 25x25 dengan sistim digandeng.

   Ketua NTB Parlement Wartch (NPW) Sumbawa Barat Suhardy SPT pada wartawan Sumbawanews.com. mengatakan, sesuai hasil investigasi dan evaluasi fisik terhadap hasil pekerjaan pihak rekanan untuk proyek pembangunan Jembatan paket XIV di Desa Benete Kecamatan Maluk dengan sistym multi years 59.93 persen dari APBD KSB senilai Rp.1.199 miliar lebih tersebut, terdapat sejumlah dugaan penyimpangan yang dinilai dapat diproses hukum, “Mega proyek pembanguna paket XIV jembatan Benete sistim multy years senilai Rp.1.199 miliar lebih itu akan segera kami laporkan ke Kejaksaan, karena pihak rekanan, Consultan dan PPK dinilai telah melanggar mekanisme yang ditetapkan dalam spaeck proyeknya,”  kata Suhardy.

    Dijelaskan, ditindaklanjutinya kasus dugaan penyimpangan tersebut, karena pihaknya sebagai salah satu lembaga yang didirikan pada tanggal 1 juli 2009 di Mataram, yang bekerjasama dengan Sekretariat Indonesia Corruption Watch  (ICW) Jl. Kalibata Timur IV/D No. 6 Jakarta Selatan, menjalankan visi misi dan program untuk pemantauan, mengontrol berbagai kebijakan dan kinerja penyelenggaraan pemerintahan Daerah  (Pemda), agar terlaksananya good dan clean gopernance yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotesme, (KKN),  sesuai kepentingan dan aspirasi masyarakat,  “Lembaga NPW ini memiliki ruang lingkup Tugas Pokok dan Pungsi (Tupoksi) untuk menyoroti dengan seksama berbagai kebijakan, kinerja dan program penyelenggara pemerintahan eksekutif, legislative dan yudikatif agar benar-benar sesuai dengan ketentuan dan kepentingan rasa keadilan masyarakat, serta mempelajari, mengkaji kebijakan pemerintah dan penegak hukum yang berpotensi menimbulkan polemic serta lainnya,”  Jelas Suhardy.

     Ditempat terpisah, Subhan  (Tigor-red) yang ikut terlibat sebagai sub Contraktor untuk proyek pembangunan paket XIV jembatan Benete tersebut mengaku, kendati pihaknya saat ini berada dalam posisi netral, namuin sangat terbebani dengan berbagai persoalan yang terjadi pada kasus mega proyek tersebut,  “Saat ini saya sebagai Subcont proyek tersebut sangat terbebani, namun saya juga mengapresiasi langkah proses hukum yang akan dilakukan lembaga NPW tersebut,”  kata Tigor sapaan akrabnya.  (Hong).

Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
Anonymous  - laser   |125.167.144.xxx |27-06-2010 16:59:28
e.. BUI lema e...
 

Editorial

Siapa Yang Bertanggung Jawab Terhadap Illegal Mining Labaong...?
13/08/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Dari hari kehari bencana longsor dipusat ileegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib apar [ ... ]


Editorial Lainnya

Shout Box

Archives Pesan
09/09to the rheeselamat hari raya idul fitri 1 Syawal 1431 H, mohon maaf lahir dan batin
09/09rogeSANJAYA......
09/09rogeSANJAYA......
09/09rogeminal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin,,,semoga di hari kemenangan ini kita semakin dewasa.arif dan bijaksana dalam menyikapi semua persoalan.
08/09SANJAYA BAE SIEtest kypad 12345678910...
08/09SANJAYA BAE SIETest Kypad...12345678910
08/09To The RheeJM balong
08/0907/09roge no comment
08/09rogeNo komen
08/09AnonymousNo komen
08/09Anonymous1 2 3 4 ......... 97 98 99 100=5050
07/09DINchTeeeessss
07/09DINchAda apa dengan birokrasi Sumbawa Sebenarnya.....? Hanya gara-gara tdk mempunyai NUPTK sekitar 168 orang GTT terancam tidak mendapatkan tunjangan fungsional pada tahun 2010 ini, pada sudah setahun berjalan pengurusan NUPTK tersebut tp sampai sekarang NUPTK belum keluar juga. Jadi sekarang sekitar 168 org GTT jadi korban hanya gara-gara bobroknya birokrasi semata. Dimana rasa keadilan dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam hal ini BUPATI sebagai pemegang kebijakan tertinggi di daerah ini....?
06/09rogeade gila ade tomas pangta ta...calon bupati ana waras si sarea na...sibuk sate langke dengan na apa...karotek...mantal baong boa na...
06/09rogepanci dalam amat,tau ruci no si salamat...

Interaktif

Kamus
Cek Email
 Isi Risalah sidang Kedua  ANNUR Vs KPU  . Selengkapnya...