Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan (Dapil) NTB, Ir H Mahfud, MM, menengarai ada kejanggalan dalam proses penghitungan suara dan rekapitulasi untuk calon DPD dan partai politik (Parpol). Hal itu berdasarkan laporan dari anggota tim pemenangannya pada berbagai lokasi.
Mahfud mengaku, pada sejumlah lokasi yang dilaporkan tim di lapangan menang, namun dalam rekapitulasi muncul nama calon DPD lainnya dengan suara yang signifikan. Mahfud menyebut, wilayah Kecamatan Wera, Ambalawi, dan Donggo, berdasarkan laporan tim yang menabulasi data. Pada sebagian lokasi diakui ada coretan perbaikan atau di-tipe X. “Padahal, itu dilarang,” katanya melalui saluran handphone (HP), tadi malam.
Siapakah yang diduga terlibat di dalamnya? Dikatakannya, belum bisa memastikan siapa yang terlibat karena baru sebatas laporan dari tim di lapangan. Dia juga belum bisa memastikan apakah kejanggalan itu ada kaitannya dengan kasus yang diduga melibatkan Sekretaris Camat (Sekcam) Woha Kabupaten Bima, Dahlan, yang menghebohkan itu.
Mahfud meminta, semua pihak agar mewaspadai kemungkinan kecurangan Pemilu yang dilakukan oknum-oknum tertentu dan merugikan pihak lain. Untuk meraih kursi legislatif, diharapkan melalui mekanisme dan mengedepankan persaingan sehat serta mengikuti aturan yang ditetapkan. “Kita harapkan agar kursi didapatkan secara kesatria, kalah pun dengan kesatria,” katanya.
Dalam catatan Bimeks, duta NTB asal Bima untuk DPD dalam Pemilu Legislatif 2009 antara lain Mahfud, Farouk Muhammad, Ali Jaharudin, dan Ishaka Yunus. Hingga kini, belum bisa diketahui pasti berapa perolehan suara mereka, karena proses perekapan masih harus ditunggu. (BE.18)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
















pilkada merupakan suatu yg riskan t...
dalam menang kalah dalam politik pil...
Dasar Rumah Sakit Goblok
Semoga ALLAH Memberikan HIDAYAHNYA ke...