Sumbawa, Sumbawanews.com.- Sebanyak 25 kelompok tani jarak pagar sepulau Sumbawa menerima bantuan berupa alat pemeres biji jarak. Alat untuk membuat minyak dari biji jarak ini merupakan bantuan dari PT Indosat salah satu jaringan selular di Indonesia. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Direktur Utama Indosat Joni Suandi Syam saat meresmikan Perangkat Pengolahan Bio Diesel di Desa Labuhan alas Kecamatan Alas Selasa (23/6).Selain bantuan berupa alat pemeras secara manual tersebut, Indosat juga membantu pendanaan dengan membentuk koperasi yang anggotanya berasal dari kelompok tani jarak itu sendiri. Dengan adanya bantuan ini Diharapkan kepada petani ini nantinya akan menjual biji jarak dan mengolah menjadi bahan setengah jadi yang tentunya lebih mahal dibandingkan sebelumnya yang hanya bisa menjual bahan mentah yang lebih murah.
Joni Suhandi Direktur Utama Indosat mengatakan pihaknya bekerja sama dengan PT Tanaman Industri Energi (PT TIE) yang teknologinya dibantu Dari ITB Bandung, juga mengembangkan mesin reactor pengolah minyak jarak menjadi bio gas dan bio diesel. Meneurut Dirut PT TIE Ibrahim mesin reactor ini berkapasitas 6 ton biji jarak per hari yang menghasilkan 1500 liter bio diesel per hari.
Ditambahkan, Indosat mempunyai beberapa program penghematan energy. Dia menjelaskan, Dalam program yang lain menara2 seluler indosat yang masih menggunakan energi PLN menggunakan energi listrik secara bertahap akan diganti dengan tenaga yang diperbaharukan atau energi alternatif.
saat ini Ada 20 lokasi yang sudah dikembangkan untuk tenaga surya, untuk bio Diesel bekerja sama dengan Koperasi Setia untuk mengolah biji jarak menjadi minyak bio diesel yang nantinya indosat akan menampung sebagai pembeli selain dijual kepada umum.Indosat akan menggunakan bio diesel ini pada genset-genset yang ada di setiap pemancar seluler di Pulau Sumbawa.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Sumbawa Yang diwakili, Asisten bidang Ekonomi dan keuangan Muhammad Tahram menyambut baik upaya yang telah dilakukan oleh pihak swasta dalam hal ini PT Indosat, dalam rangka membantu petani jarak pagar.
Hal ini disampaikan Muhammad Tahram dalam pidato sambutannya saat meresmikan Perangkat Pengolahan Bio Diesel di Desa Labuhan alas Kecamatan Alas Selasa (23/6). Menurutnya, Program Indosat ini sejalan dengan program Pemkab Sumbawa maupun program Pemerintah Provinsi NTB.Untuk itu, Pemkab Sumbawa pada Februari 2006 talah melakukan kunjungan studi banding ke kudus untuk belajar mengembangkan budi daya dan pengolahan tanaman jarak.
Ditambahkannya, Pemkab juga sudah menyusun program untuk pengembangan tanaman jarak pagar yang sesuai juga dengan program Pemerintah provinsi yang sudah mencanangkan NTB sebagai provinsi Jarak. ”Kita tidak bisa terus bergantung dari sumber energi yang tidak bisa diperbaharui, Oleh karenanya pemerintah terus mengembangkan energi yang bisa diperbaharui termasuk bekerja sama dengan swasta.”Ungkapnya. (Sn-06)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























baru tau gw ada situs kyk gini...bany...
Indonesia sebagai negara Hukum, maka ...
Inilah akibatnya kalau kita hanya se...
fikiran yg hebat mmbicarakan ide........