Home Berita Berita Utama Nama Fahri Hamzah Masuk di Bursa Teratas Poling Pilpres 2019

Nama Fahri Hamzah Masuk di Bursa Teratas Poling Pilpres 2019

SHARE

Jakarta,Sumbawanews.com – Mendengar Nama Fahri Hamzah hampir semua warga indonesia dari sabang sampai merauke sudah tidak asing lagi.

Mulai dari layar Televisi , Radio, Surat Kabar, Cetak maupun online bahkan sering menjadi trending topik di medsos.

Fahri Hamzah diundang Nitizen Jadi pembicara utama

Bahkan baru baru ini, sejumlah parpol mengajak Fahri Hamzah untuk bergabung, bahkan ada salah satu Parpol yang menawarkan jabatan Sekjen kepada Politisi PKS ini.

Fahri Hamzah diajak gabung ke Partai Golkar

Di tahun Politik 2018 ini yang dikenal dengan nama tahun Politik, yang baru saja memasuki bulan Februari, semua partai politik sibuk menjagok Kadernya agar lolos Menjadi pemenang di Pilkada dan bahkan sejak dini sudah ada parpol yang mengkampanyekan nama nama Calon presiden dan wakil presindennya.

Mesin Partai Politik (dan capres) sudah hidup sepenuhnya. Parpol yang masih adem mungkin lagi kumpulin logistik. Atau mungkin hilang semangat politik.

Sebagian besar mesin parpol menghangatkan survei. Atau mulai deklarasi (seperti Golkar atau Nasdem yang jauh hari capreskan Jokowi). Ada yang mulai membuat acara temu publik dan debat terbuka, meski malu-malu. Yang jelas mulai galang opini dan massa.

Namun Yang menarik dari bacaan analitis Radian adalah 7 nama teratas selama bulan Januari 2018 sesungguhnya ada nama figur yang telah dicapreskan (atau dicawapreskan, yaitu Agus Yudhoyono dan Muhaimin Iskandar), sedang menjabat presiden (Joko Widodo tentu saja) dan pernah jadi capres (Prabowo)

Tapi ada tiga nama yang sebetulnya belum definitif ikut bursa capres 2019, yakni Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan dan Fahri Hamzah, yang mencuat di jajaran atas

Ketiganya hingga kini tak berpartai, tak dideklarasikan sebagai capres oleh pihak manapun, tak pernah membuat pernyataan ikut dalam pencapresan, namun karena didorong elemen-elemen publik yang jumlahnya banyak di media, maka mereka bisa menguasai pemberitaan

(Catatan: Fahri Hamzah masih kader PKS dalam putusan pengadilan, namun tak masuk dalam daftar 9 capres versi aspirasi internal)

Hasil riset ini juga menyisakan pelajaran soal konsepsi dan strategi bagi parpol yakni ketokohan dan popularitas figur makin sangat penting bagi popularitas partai

Petahana dan ‘mantan capres’ bagaimanapun diuntungkan karena dipersepsi media sebagai ‘capres’ lebih awal. Meski demikian, situasi di hadapan akan sangat berbeda.

Penguasaan media baru menyelesaikan satu elemen pencapresan yakni popularitas, komunikasi program dan identifikasi diri serta penerimaan publik terhadap sosoknya. Meski begitu, aspek ini adalah modal untuk penetrasi jaringan, pemodal dan penguatan basis dukungan

Diluar itu, riset Radian bulan Januari tetap memosisikan Fahri Hamzah sebagai figur paling vokal sekaligus paling berpengaruh di media, sebagaimana Fahri Hamzah capai juga sepanjang 2017 lalu.

Dalam periode sama, di ranah media digital, Joko Widodo tenggelam oleh Fahri Hamzah, Fadli Zon, bahkan La Nyalla Matalitti yang mencuat di kasus mahar politik Pilgub Jatim.

Yang memprihatinkan, Prabowo Subianto tidak nampak kuat di ranah media sosial, padahal Gerindra dan terutama Prabowo sebelumnya sangat mendominasi dan mengarahkan opini.

Prabowo hanya kuat di ‘paid media’ seperti diurai di bagian pertama. Di media sosial Prabowo diperbincangkan (positif maupun negatif) namun tidak menjadi produsen opini.

Fahri Hamzah menguasai media online, media sosial dan televisi (dengan platform digital, mesin Radian tidak membaca TV terestrial) secara berimbang.

Oleh karenanya, tren di awal 2018 ini membuat Fahri Hamzah terus menanjak popularitasnya baik sebagai capres maupun politisi senayan paling vokal. Double award untuk Fahri Hamzah.

Awal Februari, mesin analisis Radian juga membaca lonjakan percakapan Fahri Hamzah di media sosial, media online dan televisi dipicu pencapresannya secara informal dalam forum bersama netizen – “Ngopi Bareng Fahri” – serta rekomendasi Mukernas KA KAMMI soal pencapresan dirinya.(Es)