Sumpah Pemuda, I Love Indonesia

Sumpah Pemuda, I Love Indonesia

SHARE

Mengawali tulisan ini, saya ingin menyampaikan sedikit cerita tentang memudarnya rasa kecintaan seorang teman terhadap bangsanya, Indonesia. Saat ini, saya sedang studi di Negara tetangga, thailand. Satu minggu lalu, tepatnya tanggal 16 Oktober 2015, saya dan teman saya go around, jalan-jalan keliling kota Khon Kaen Thailand.

Pada perjalanan itu, kami berjumpa dan bertemu banyak orang (warga Thai), suatu ketika, kami berbincang denga seorang penjual karcis Van (Van, semacam angkot di Indonesia). Saya bilang “hello, I want to buy two tickets”, kemudian penjual tiket itu melayani saya dengan menggunakan bahasa mereka (bahasa Thai). Lalu saya bilang “I am sorry, I can’t to speak thai because I am from Indonesia, So that I can’t to speak thai”.

Setelah percapakan saya dengan penjual tiket itu, tiba-tiba teman saya marah dan jengkel kepada saya karena saya memperkenalkan diri sebagai orang Indonesia. Teman saya itu bilang ke saya, dengan nada dan ekspresi jengkel “Ih ngapaen sih kamu memperkenalkan diri sebagai warga Indonesia, malu tau!”. Sejenak saya diam, lalu saya bilang “kenapa kita harus malu memperkenalkan diri sebagai orang Indonesia, toh kita memang warga Indonesia”.

Saya melanjutkan penjelasan kepada teman saya itu, “Kita tidak perlu malu. Indonesia itu hebat, Negara besar, Negara kaya sumber daya, dan Negara multi budaya, dan Indonesia punya banyak hal yang tidak dimiliki Negara lain”. Setelah saya menjelaskan itu, teman saya yang saat ini sedang mengambil program PhD. itu, hanya diam dengan wajah memerah dan terlihat masih jengkel dengan saya.

Sedikit cerita pengalaman di atas, saya menyimpulkan ternyata saat ini diantara sekian jumlah pemuda Indonesia, ada pemuda dan pemudi Indonesia yang malu dengan bangsanya, Indonesia. Dan ini, menunjukkan di tengah kehidupan pemuda dan pemudi Indonesia sedang terjadi degradasi nilai nasionalisme. Ini adalah persoalan serius tentang keIndonesian.

Mestinya kita harus bertanya dalam diri kita masing-masing. Sudah kah kita berbuat untuk Indonesia? Sudah kah kita berperan aktif untuk membangun Indonesia? Sudah kah kita menjaga nama baik Indonesia? Jika kita menjawab ketiga pertanyaan itu dengan kata belum. Maka bangsa kita-lah yang malu terhadap kita karena kita belum berbuat apa-apa untuk Indonesia, dan karena kita adalah generasi pemalas, hedonis (berfoya-foya), dan bahkan glamor. Karenanya, bangsa kita malu kepada kita sebagai generasi mudaNya.

Sebaiknya, di momentum hari sumpah pemuda ini, kita sebagai generasi muda harus membangkitkan semangat berbuat yang terbaik untuk Indonesia, sehingga nanti bangsa Indonesia bangga kepada generasi muda mudi Nya, dan pada akhirnya kita sebagai putra dan putri Indonesia bangga sebagai bagian dari warga Negara Indonesia.

Mari kita berperan aktif untuk Indonesia, mari kita berbuat untuk Indonesia, mari kita bersama-sama mecarikan solusi terbaik untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan bangsa, dan mari kita berbuat dan membantu saudara-saudara sewarga yang saat ini membutuhkan bantuan dari kita. Dan tentunya, kita mengambil peran sesuai potensi, posisi, dan kemampuan kita masing-masing.

Jika kita sebagai mahasiswa, maka kita harus menjalankan fungsi kita sebagai agent of change dan agent of control untuk kemajuan bangsa dan Negara kita, Indonesia. Jika kita sebagai dosen atau guru, maka kita harus menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, secara optimal. Intinya, apapun profesi kita, kita harus mengarahkan potensi kita untuk kemajuan bangsa dan negara kita, Indonesia. I Love Indonesia.

Oleh Salahudin
(Pemuda Indonesia, saat ini sedang melanjutkan studi di College of Local Administration, Khon Kaen University, Thailand)

SHARE
Admin Sumbawanews