Gerbang Politik Menuju Kejayaan Perawat

Gerbang Politik Menuju Kejayaan Perawat

SHARE

Banyaknya masalah yang melanda profesi keperawatan di kaitkan dengan tidak adanya seorang perawat yang menjadi pemegang kebijakan baik di eksekutive maupun legislative. Banyak juga di singgung mengenai masalah konsil keperawatan, STR  dengan system yang salah, yang tidak kelar-kelar juga di karenakan tidak adanya keterwakilan seorang perawat di posisi penentu tersebut, selama bertahun-tahun profesi keperawatan dijajah, dihina, dideskriminasi tanpa ada gerakan perlawan khususnya bagi para organisasi profesi yang menaungi seluruh perawat di indonesia, organisasi profesi sudah tidak bisa lagi kita harapkan untuk membela dan menindaklanjuti problematika yang selama ini menjadi keresahan dan kegelisan bagi para perawat.

Organisasi profesi perawat bagaikan patung yang diam begitu saja melihat profesinya dilecehlan, ditindas, dideskriminasi dan dianggap profesi yang rendah “Jauh Panggang dari pada api”. Perawat harus mampu menghasilkan suatu dobrakan pergerakan baru yaitu dengan masuk partai politik dan menjadi bagian dari legislatif dan eksekutif karena perjuangan dalam panggung politiklah mampu membawa perubahan besar bagi profesi perawat oleh sebab itu perawat akan menjadi profesi dengan gardan terdepan dalam dunia pelayanan dan perawatan. perawatlah yang memiliki jasa terbesar dalam dunia pelayanan dan perawatan. Perjuangan perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien 24 jam tanpa mengenal lelah. Jalanan berbatu bisa dilalui dan ombak menerjang bisa dihadapi, tak peduli berlaskan tanah, tak peduli tersorot terik matahari dari tempat dinas yang ada hanyalah semangat membara untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik demi kesembuhan dan kesejahteraan pasien. Namun segala pengorbanan itu seakan tidak bernilai dengan melihat gaji perawat yang rendah dan kuliah yang mahal. Sungguh ironis nasib perawat saat ini.  Maka dari itu saatnya perawat terjung langsung kedunia politik untuk memperjuangan pengorbanan yang diberikan oleh perawat selama ini.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan seorang perawat dalam berperan secara active maupun passive dalam dunia politik. Mulai dari kemampuan yang harus dimiliki di bidang politik hingga talenta yang harus di miliki mengenai sense of politic. Dari hal tersebut, perawat yang merupakan bagian dari insan perpolitikan di Indonesia juga berhak dan berkewajiban ikut serta dan mengambil sebuah kekuasaan demi terwujudnya regulasi profesi keperawatan yang nyata. Dari hal tersebut juga terlihat bahwa perawat dapat memperjuangkan banyak hal terkait dengan umat maupun nasib perawat itu sendiri.

Tidak di pungkiri lagi bahwa seorang perawat juga rakyat Indonesia yang juga memiliki hak pilih dan tentunya telah melakukan haknya untuk memilih wakil-wakilnya sebagai anggota legislative namun seakan tidak ada satupun suara yang menyuarakan hati nurani profesi keperawatan. Akankah hal ini di biarkan begitu saja? Tentunya tidak, karena profesi kita pun mebutuhkan penyampaian aspirasi yang patut untuk di dengar dan di selesaikannya permasalahan yang ada, yang tentunya akan membawa kesejahteraan seluruh profesi keperawatan. deskriminasinya profesi perawat terhadap pemerintahan seringkali dikaitkan dengan tidak adanya keterwakilan seorang perawat di badan legislative sana. Pengalaman perawat dalam menghadapi kenyataan dan  hubungan kekuasaan politik bisa juga di terapkan dalam bekerja dengan pasien atau dokter, karena dengan bekerja dengan pasien atau dokter berarti perawat mengetahui  bahwa etika harus di lakukan dengan kekuasaan dan pembagian kekuasaan dalam hubungan langsung antar pribadi.

Perawat memiliki hak untuk berada di area politik karena perawat  memiliki pekerjaan yang selalu di butuhkan masyarakat dan  apabila perawat tersebut masuk dalam dunia politik maka perawat akan selalu membantu masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan dan perekonomian masyarakat. Perawat tidak hanya merawat para pasien  tetapi juga meningkatkan  kesejahteraan pasien secara umum.

Dengan cara politik zaman sekarang ini perawat perlu ada dalam dunia politik karena setidaknya perawat mempunyai hati nurani yang tidak ada pada orang-orang yang ada pada dunia politik yang hanya memberikan janji yang tak kunjung datang, memberikan harapan palsu kepada masyarakat sehingga masyarakat tergiur dengan kata-kata licik mereka. Melihat masyarakat Indonesia dengan kesehatan yang tidak di perhatikan serta  perekonomiannya semakin menurun, apa yang di lakukan para politik sekarang ini, justru mereka hanya duduk diam, dan merampas hak-hak masyarakat dan tidak memperdulikan masyarakat di luar sana yang berjuang untuk hidup yang telah mereka rampas. Dengan adanya perawat berada di area politik  dapat membantu masyarakat, dan bukan halnya memperjuangkan nasib profesi perawat melainkan juga masyarakat diutamakan. Setidaknya keperawatan dapat menanggulangi kesehatan masayarakat di Indonesia yang saat ini sangat memprihatinkan karena keperawatan memiliki peran penting bagi kesehatan di Indonesia

“Oleh :Iwansyah.,S.Kep.,Ns.,CWCCA
(CEO Di Gerakan Literasi Perawat Indonesia)

SHARE
Admin Sumbawanews