Bencana Banjir, Antara Tuhan dan Manusia

Bencana Banjir, Antara Tuhan dan Manusia

SHARE

Dunia adalah tempat kita hidup, namun dunia tak mesti sebagai entitas yang take for granted hasil kreasi Tuhan, tapi dunia juga dapat dipahami sebagai perwujudan pengalaman manusia terhadap apa yang sedang dihadapi. Realisasi daya kreasi manusia terhadap alam yang dialami. Dunia sekarang adalah dunia yang terkonstruk oleh subjek, dimana nilai kemanusiaan telah terkikis dengan kata lain manusia tidak lebih dari struktur materi semata. bila kita perhatikan beberapa hari ini kita mendapatkan teguran berupa benca banjir, intensitas hujan yang semakin tinggi diperkirakan sebagai salah satu berpengaruh terjadinya banjir. Tidak sedikit dari masyarakat mengeluh, hal ini karena aktivitas mereka terganggu harta mereka dan nyawapun terancam, adapula dari beberapa mereka yang mengatakan bahwa ini adalah kuasa tuhan, padahal bencana banjir adalah hasil dari perbuatan manusia. Berdasarkan fakta dan realitas yang terjadi bahwa banjir beberapa hari terakhir ini tidak luput dari aktivitas manusia diantaranya semakin banyaknya pembangunan-pembangunan, sampah dibuang disembarang tempat dan tidak tertata, yang mengakibatkan saluran air tertutup, hutan yang dulunya penuh dengan pepohonan dan sekarang nampak gundul padahal hutan di indonesia pernah jaya pada tahun 1980-an, kala itu hutan menjadi salah satu sektor primadona bagi pendapatan negara. Namun, kini banyak orang bilang, sejak tahun 2000-an untuk sektor kehutanan “saatnya menanam” karena masa panen sudah selesai. Berbagai bencana yang terjadi pun membuat mereka baru tersadar akan pentingnya hutan. Karateristik hutan Indonesia adalah hutan hujan tropis, sehingga tidak salah jika ada slogan “Indonesia adalah paru-paru dunia”. Bagaimana tidak? Hutan menyediakan rumah bagi tumbuhan dan hewan liar. Hutan hujan merupakan rumah bagi banyak spesies tumbuhan dan hewan di dunia, termasuk diantaranya spesies yang terancam punah. Saat hutan ditebangi, banyak spesies punah. Beberapa spesies di hutan hujan tropis hanya dapat bertahan hidup di habitat asli mereka. Kebun binatang tidak dapat menyelamatkan seluruh hewan.

Namun, hutan hujan tropis membantu menstabilkan iklim dunia dengan cara menyerap karbondioksida dari atmosfer. Pembuangan karbondioksida ke atmosfer dipercaya memberikan pengaruh bagi perubahan iklim melalui pemanasan global. Oleh sebab itu hutan hujan tropis mempunyai peran penting dalam mengatasi pemanasan global. Hutan, dengan penyebarannya yang luas, dengan struktur dan komposisinya yang beragam, diharapkan mampu menyediakan manfaat lingkungan yang amat besar bagi kehidupan manusia. Antara lain jasa perdamaian terhadap bencana banjir.

Perlu digaris bawahi bahwa pola hidup atau aktivitas manusialah yang sebenarnya sangat mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar termaksud kondisi banjir yang dialami oleh sejumlah masyarakat saat ini. Tanpa disadari bahwa banyak hal-hal kecil yang kita lakukan justru berdampak besar dan pada akhirnya merusak lingkungan disekitar. Banjir yang terjadi belakangan ini tentu akan mempengaruhi kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat hal ini karena bencana banjir, dengan menyebabkan lingkungan tidak sehat yang selanjutnya akan berpotensi menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan. Penyediaan air bersih sering kali terganggu. Begitu pula masyarakat akan kesulitan untuk mencari sarana untuk mandi. Bila hal ini terjadi maka kebutuhan untuk pola hidup bersih jauh sekali dari kesempurnaan.

Bahkan akibat banjir banyak kerusakan-kerusakan yang diderita oleh masyarakat. Kerusakan ini juga sebagian masyarakat menganggap sebagai hal yang wajar karena telah terjadi dan tidak bisa ditolak. Masyarakat yang menyikapi seperti ini adalah mereka yang menganggap bahwa banjir merupakan kejadian alam yang diciptakan oleh tuhan, oleh karena itu orang harus selalu mendekatkan diri pada tuhan dan harus sadar bahwa segala sesuatu itu adalah milik tuhan yang sewaktu-waktu bisa diambil. Namun ada masyarakat yang menyikapi banjir sebagai bencana akibat ulah manusia dan merugikan kehidupan dibumi maka harus diperangi dengan cara apapu

Masalah banjir tidak hanya menjadi orang yang tertimpah banjir tetapi juga menjadi masalah pemerintahan setempat. Sehubungan dengan itu maka sehubungan dengan itu maka sewaktu terjadinya banjir pemerintah segera melakukan antisipasi dengan sikap segera memberikan pertolongan atau bantuan. Diharapakan dengan segera memberikan bantuan sehingga dapat memberikan sikap tenang, tidak khawatir pada masyarakat yang tertimpa bencana. Sikap pemerintah yang segera itu membuat masyarakat korban banjir merasa cukup puas. Masyarakat berharap agar bantuan yang diberikan cukup merata dan bermanfaat bagi para korban banjir.

Bencana banjir bukanlah bencana akibat murka Tuhan. Namun respon alamiah alam terhadap manusia yang gagal memberi tempat selayaknya pada alam, dalam relasi semestinya yang telah digariskan dalam cetak biruNya. Itu yang pertama. Kedua, bencana yang sesungguhnya respon alamiah dari alam itu kian dipandang ganas ketika manusia gagal mengantisipasinya. Yakni lewat penciptaan infrastruktur kota yang tangguh, sigap dan prima. Tangguh dan sigap menghadapi momen-momen tertentu ketika datangnya gempuran curah hujan yang tinggi dari langit, dan terjangan ganas debit air, yang berpadu sergapan permukaan air laut yang meninggi. Serta prima memberi pelayanan terhadap kemungkinan adanya korban.

Oleh : Iwansyah

(Pemerhati Lingkungan )

 

 

 

SHARE
Admin Sumbawanews