Dipecat! Ratusan Honorer BPJN IX Mataram,Mengadu Ke DPR RI

Dipecat! Ratusan Honorer BPJN IX Mataram,Mengadu Ke DPR RI

SHARE

Jakarta, Sumbawanews.com. – Ratusan Honorer korban pemecatan sepihak yang dilakukan oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX Mataram mengadu Ke DPR RI.IMG_20170420_234410_887

Vina Pandu Winata, salah seorang  Honorer Balai Wilayah IX Mataram yang dipecat oleh kepala BPJN IX Mataram mengatakan ia kaget dengan keputusan Kepal BPJN IX Mataram yang melakukan Pemecatan terhadap mereka.

“Kami sangat kaget dan kecewa terhadap kebijakan Kepala BPJN IX yang memecat kami secara sepihak, dan alasannya sungguh tidak masuk akal.” Ucap Vina di Ruanga kerja Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Kamis (20/4/2017).

Lanjut Vina,Bukti keseriusan kami minta keadilan, kami datang mengadap Bapak Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan membuat surat terbuka kepada Presiden Jokowi dan Menteri PURN.

“Alhamdulillah kami diterima bapak Fahri Hamzah dan beliau berjanji akan mempertanyakan alasan pemecatan ini.” Ucap Vina.

Selain itu menurut Vina, ada keanehan alasan Kepala BPJN IX dalam melakukan pemecatan honorer tersebut, “Kalau alasannya karena anggaran, kenapa di semua Balai tidak ada yang di pecat, kenapa hanya di Balai IX Mataram, padahal kami sudah 8 tahun mengabdi di lembaga ini. ” Ucap Vina.

Disampingnya itu, Wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan akan membicarakan hal tersebut dengan Mentri PURN.

“Iya benar adek adeknya honorer dari BPJN IX Mataram ada datang mengadukan nasib mereka yang di pecat Tampa diberikan pasangon, oleh Kepala BPJN IX Mataram dan Berkas pengaduannya sudah saya terima, dan dalam waktu dekat akan saya bicarakan kepada Menteri PURN” Ucap Fahri Hamzah.

Berikut Surat Terbuka Honorer BPJN IX Mataram Yang Dipecat

SURAT TERBUKA KEPADA YTH. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Bpk. JOKO WIDODO, MENTERI PUPR Bpk. DR.IR. M. BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc,

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Perkenalkan, saya adalah satu dari 180 orang tenaga honorer (PHP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dirjen Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Denpasar. Sudah 8 tahun saya ikut berkontribusi membesarkan nama institusi saya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terhitung dari tahun 2009. Delapan tahun bukanlah waktu yang lama dibandingkan dengan teman-teman saya, yang telah menjadi tenaga honorer selama 10 tahun, 15 tahun bahkan 24 tahun. Loyalitas dan kinerja kami, sudah tidak diragukan lagi, terbukti dari masa kerja kami yang panjang dan poksi-poksi pekerjaan yang kami kerjakan selama ini. Jam kerja bukan lagi ukuran bagi kami, berjemur di bawah terik matahari basah dikala hujan, tak membuat kami bergeming, demi memastikan setiap pengguna jalan mendapatkan jalan dan jembatan yang berkualitas. Kami sangat bersyukur, anak-anak kami bisa bersekolah, keluarga bisa makan, kebutuhan hidup kami sehari hari bisa tercukupi dari gaji (honorer) kami yang kata orang kebanyakan tidak seberapa ini.  Itu sudah cukup bagi kami, impian kami tidak muluk-muluk. Di akhir tahun 2016 kami menerima surat pemutusan hubungan kerja, disebabkan kantor tempat kami bernaung BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL VIII DENPASAR (BPJN) dimisioner, yang kemudian dipecah menjadi BPJN IX Mataram, BPJN X NTT, dan BBPJN VIII Surabaya.  Sesuai aturan, BPJN VIII Denpasar wajib menyerahkan semua asset berupa BMN (barang milik Negara), dan SDM (tenaga PNS dan Honorer) kepada masing masing balai baru, termasuk ke BPJN IX Mataram, tempat kami seharusnya bernaung. Tapi sayangnya, nasib kami berbeda dengan teman-teman honorer yang dilimpahkan ke BPJN X NTT dan VIII Surabaya. Teman-teman honorer di BPJN X NTT dan BBPJN VIII Surabaya yang dari segi jumlah honorernya jauh lebih besar dari wilayah kami, masih tetap bekerja seperti biasa sampai sekarang, sedangkan kami yang berada di wilayah NTB (BPJN IX Mataram) malah tidak dipekerjakan kembali. Kenapa kami diperlakukan berbeda dengan teman teman honorer di wilayah lain ? Jika alasannya adalah kuota pegawai di BPJN IX Mataram sudah terpenuhi hanya dengan tenaga PNS sehingga sudah tidak ada lagi post untuk pegawai honorer, lalu apa bedanya keadaan ini dengan keadaan tenaga honorer di balai-balai lain? Jika hal ini adalah ketentuan pusat Kementerian PUPR, kenapa aturan ini hanya berlaku di daerah kami,(NTB) saja, tidak berlaku secara nasional ?. Disisi lain, pada awal berdirinya kantor BPJN IX Mataram, pagu dana gaji 180 orang tenaga honorer di wilayah BPJN IX Mataram tercantum dalam DIPA BPJN IX Mataram No. SP DIPA-033.04.1.235167/2017, yang disetujui secara sah tanggal 07 Desember 2016 dan melalui proses analisa dan verifikasi oleh pihak pihak terkait. Lalu berjalannya waktu, tiba-tiba pagu dana gaji 180 tenaga honorer di wilayah BPJN IX Mataram raib, dengan dikeluarkannya revisi DIPA. Yang menjadi pertanyaan, kemana gaji kami ? Apakah gaji kami, yang merupakan isi periuk nasi keluarga kami harus ditukar demi membangun gedung kantor BPJN IX Mataram yang megah nan mewah ?

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Selama 3 bulan kami kesana kemari bertanya, mengadu nasib, mengutarakan keluh kesah kami, tapi tidak ada satupun yang mau mendengar. Apakah karena kami pegawai rendahan, maka suara kami tidak pantas didengar ?
Selama 3 bulan pula kami dengan sabar berusaha mencari pekerjaan baru. Tetapi mencari pekerjaan baru bukanlah hal yang mudah disaat umur produktif kami yang sudah tidak muda lagi, apalagi lapangan kerja di wilayah NTB terbatas. Sedangkan perut anak-anak kami sudah tidak bisa bersabar.
Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Sebagian besar tenaga honorer yang lagi memperjuangkan nasibnya ini adalah tulang punggung keluarga. Dipundak kami bergantung jaminan makanan dan minuman yang sehat untuk keluarga kami, kelanjutan pendidikan anak-anak kami, kesehatan anggota keluarga kami, dan kebutuhan hidup kami. Permintaan kami tidak muluk-muluk, kami hanya memohon agar kami dipekerjakan kembali di wilayah BPJN IX Mataram, seperti teman teman kami di balai-balai lain, demi asap dapur kami mengepul kembali, demi masa depan anak-anak kami, demi kehidupan kami yang sederhana ini.
#SaveHonorerBPJN9Mataram.(Erwin S)

 

 

SHARE