Komisi IX DPR Siap Perjuangkan Perawat Honorer Jadi PNS

Komisi IX DPR Siap Perjuangkan Perawat Honorer Jadi PNS

SHARE

Jakarta, Sumbawanews.com . – Anggota Komisi IX DPR dari Nasdem Irma Suryani Chaniago mengatakan pemerintah harus memperhatikan status kepegawaian perawat Indonesia. Menurut Irma, Komisi IX DPR akan memperjuangkan perawat menjadi PNS demi tegaknya keadilan.berita_373762_800x600_aaperawatts

“Saya katakan kepada MenpanRB harus cari jalan keluarnya. Memang keadilan tidak harus sama rata, dan sesuai dengan kebutuhan. Kalau dokter PTT itu masih kita butuhkan dan masih ada 20 persen puskesman yang tidak memiliki dokter memang urgent,” kata Irma kepada Wartawan, Senin (20/3/2017).

Sesungguhnya, ujarnya, pengangkatan PNS walaupun dari kesehatan itu bukan tergantung kepada Menteri Kesehatan, namun Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Menkes hanya bisa merekomendasikan kepada Menpan RB dan status mereka bisa ditingkatkan dari honorer ke PNS. Saya sudah telpon dan WA ke Pak Menpan RB,” ujarnya.

Dan beliau (Menteri Asman) mengatakan masalah yang utama adalah nomenklatur dan undang-undangnya dan permasalahan kedua adalah anggaran.

Memang, tegasnya, persoalannya anggaran itu bukan hanya bisa atau tidak bisa. Sebab kawan-kawan (perawat) kerja lebih dari 20 tahun dan kemampuannya dan loyalitasnya tidak bisa diragukan lagi.

“Namun tidak boleh menafikan teman-teman perawat yang sudah mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Saya pernah marah dan sampaikan kepada Dikti agar jangan memberikan izin kepada sekolah perawat yang tidak terakreditasi dan mumpuni,” ungkapnya.

Dikatakannya, karena lapangan pekerjaan sempit, dan kemudian banyak perawat yang bekerja menjadi tenaga kerja sukarela (TKS) yang hanya digaji Rp300 ribu per bulan.

“Karena lapangan kerja sempit, kemudian menjadi Tenaga Kerja Sukalera (TKS) yang di dapil saya gajinya sebulan Rp300 ribu. Si perawat yang gaji Rp300 ribu itu daripada nganggur di rumah dan ilmu kita tumpul. Lebih baik kita bekerja,” pungkasnya.(Erwin S)

SHARE