International Women’s Day untuk Kesetaraan Gender di Adakan Di Gedung DPR RI

International Women’s Day untuk Kesetaraan Gender di Adakan Di Gedung DPR RI

SHARE

Jakarta, Sumbawanews.com. – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) akan mengadakan perayaan International Women’s Day yang kedua di Gedung DPR RI Jakarta. Perayaan International Women’s Day yang kedua di DPR RI tahun 2017 ini akan mengambil tema ‘Women in the changing world of work’.16156

 

“Acara International Women’s Day yang diadakan tahun ini memiliki fokus kepada peran wanita di dalam dunia kerja dan diskusi untuk mendalami berbagai cara untuk mencapai kesetaraan gender di dalam lingkungan kerja,” demikian keterangan yang disampaikan Ketua BKSAP DPR RI Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (20/3/2017).

 

Diskusi yang akan diadakan akan membahas dunia kerja yang saat ini berubah seiring dengan dinamika yang dibawa oleh pekerja perempuan dan perubahan globalisasi, revolusi teknologi, kebijakan perdagangan baru dan juga dampak dari perubahan iklim.

 

Hal ini kata politisi Demokrat tersebut membutuhkan kebijakan baru yang inovatif yang meningkatkan status pekerjaan informal, akses perempuan terhadap akses teknologi dan juga pekerjaan layak yang dapat melindungi perempuan dari perubahan iklim dan kekerasan di tempat kerja.

 

Perayaan International Women’s Day tahun ini akan mengundang pembicara ternama dari berbagai sektor seperti Alice Mageza (Duta Besar dari Zimbabwe untuk Indonesia), Popong Otje Djunjungan (Anggota DPR RI) dan juga Anisa Larasati Pohan (Founder dari Yayasan Tunggadewi). Secara spesifik, para pembicara akan membagi pengalaman dan praktik terbaik mengenai pencapaian wanita untuk mencapai posisi kepemimpinan, cara membagi keseimbangan antara hidup dan kerja dan juga tantangan-tantangan yang ada di tempat kerja saat ini bagi para perempuan.

 

“Peran dan partisipasi DPR RI di dalam perayaan International Women’s Day sangatlah penting, karena DPR RI sendiri merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women) dan juga mengadopsi Beijing Platform for Action yang berfungsi sebagai blueprint yang mengidentifikasi berbagai tantangan dan tindakan untuk mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di 12 poin yang kritikal,” tambahnya.

 

Karena itu Nurhayati berharap hasil-hasil dari perayaan International Women’s Day di DPR RI ini dapat mendukung program SDGs di dalam kesetaraan gender dan penguatan perempuan di segala bidang dan juga mendorong terciptanya sebuah lingkungan kerja yang inklusif dan mengarusutamakan perspektif gender,” pungkasnya.(Erwin S)

 

SHARE