Ini Alasan Djan Faridz Pecat Lulung

Ini Alasan Djan Faridz Pecat Lulung

SHARE

Jakarta, Sumbawanews.com.- Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Djan Faridz memecat Abraham Lunggana alias Lulung sebagai anggota PPP. Alasannya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah  (DPW) PPP Jakarta ini menolak mendukung  pasangan calon (paslon) Basuki Tjahaja Purnama lias Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta.bdece6b7ff7be84908240494aa881aee-696x348

Dua hari pasca dipecat dari anggota partai berlambang Ka’bah, Lulung masih sibuk melayani tamu di ruang kerjanya yang berada di lantai 9 Gedung DPRD DKI Jakarta Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, kemarin. Lulung yang sehari-hari menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta ini terlihat santai dan terus tersenyum di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat. “Saya bekerja seperti biasa. Ini permasalahan internal kenapa di publis (umumkan,” tanya Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Siang kemarin, ruang kerja Lulung sedang ramai. Beberapa tamu terlihat hilir mudik di lantai 9 Gedung DPRD DKI Jakarta. Ruang kerja Lulung berhadap-hadapan dengan ruang pimpinan DPRD DKI Jakarta lainnya. Yang membedakan hanya papan nama kecil yang dipasang di dinding kaca depan. Tulisnnya, Ruang Wakil Ketua Dewan 1 “H Lulung AL, SH”.

Masuk lebih dalam terdapat ruang kerja staf pribadi Lulung. Berdampingan dengan ruang staf baru ruang kerja politikus PPP ini. Tempatnya cukup luas dan nyaman. Satu set sofa  besar menambah kesan mewah ruang kerja wakil rakyat itu. Tak jauh dari sofa tersedia meja bundar. Di tempat ini, Lulung tengah asyik makan siang bersama dengan staf ahlinya. “Saya tetap menghormati putusan partai.,”ujar Lulung dengan tersenyum.

Namun, Lulung menanyakan dasar pemecatannya dari keanggotaan partai Ka’bah itu. “Sebetulnya saya dipecat karena apa?” tanya dia.

Bila memang dipecat karena tidak menjalankan keputusan partai, kata dia terkait apa dan melanggar permasalahan apa. Bila pemecatannya terkait permasalahan Pilkada hal terlalu naif. Sebab, pesta demokratis tingkat DKI Jakarta ini hanya berlangsung hingga 19 April 2017.  “Kalau terus berkepanjangan PPP bisa menjadi tiga kubu di Jakarta,” ungkapnya.

Seperti diketahui, DPW PPP DKI Jakarta saat ini terpecah menjadi tiga kubu. Pertama DPW PPP kubu Romy yang dipimpin Abdul Aziz. Kedua DPW PPP kubu Djanz Faridz terpecah jadi dua kubu yaitu, pimpinan Abraham Lunggana dan Ahmad Gozali Harahap.

Agar tidak terpecahmenjadi tiga kubu, Lulung mengaku akan cooling down terlebih dahulu untuk sementara waktu, seperti tidak melakukan langkah apapun termasuk langkah hukum. “Saya tidak ingin partai ini terpecah lagi,” harap dia.

Dia menggangap keputusan DPP PPP kubu Djan yang memecatnya hanya bersifat guyonan atau tidak serius. Sebab, yang resmi diakui oleh Kementerian Hukum dan Ham yaitu PPP kubu Romy. “Djan Faridz hanya  bermodalkan putusan dari Mahkamah Agung (MA),” kata dia.

Dengan kondisi seperti itu, kata Lulung, pemecatan yang dilakukan kubu Djan terhadapnya tidak sah, termasuk pemecatan terhadap 9 anggota DPRD DKI asal PPP lainnya. “Landasan hukumnya tidak ada. Itu hanya keputusan internal partai saja,” tandasnya.

Lulung juga tidak mempermasalahkan penunjukkan Gozali Harahap sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta menggantikan dirinya. “Ya jalan saja. Jadi saat ini  ada tiga ketua DPW PPP di ibukota,” sebut dia.

Untuk itu, Lulung meminta kepada DPP PPP kubu Djan untuk memperjelas pemecatannya sebagao anggota partai. Bila memang pemecatannya karena tidak mendukung paslon Ahok-Djarot, dirinya siap menjelaskan dan meluruskan permasalahan tersebut kepada DPP PPP. “Jangan lupa partai kita berasaskan islam. Jadi harus mendukung cagub yang beragama islam,” tandasnya.

Namun demikian, dia menegaskan, partainya saat ini tetap mendukung pemerintahan yang sah yaitu, Ahok-Djarot hingga periode kepemimpinan selesai.

Selain itu, kata dia, dukungan PPP terhadap Ahok-Djarot juga belum disosialisasikan kepada seluruh kader yang tersebar di 267 kelurahan, 44 kecamatan dan juga 5 kotamadya di seluruh Jakarta. “Jadi dukungan tersebut harus disepakati dulu oleh seluruh kader PPP di seluruh tingkat di ibukota,” kata dia.

Apalagi, Lulung mengklaim selama kepemimpinannya di ibukota PPP berhasil mendudukkan 10 anggota DPRD tingkat provinsi dan 3 anggota tingkat DPR. “Kalau konflik terus bisa jadi pemilu yang akan datang kita tidak punya wakil satupun di Jakarta,” kata dia dengan khawatir.

Namun yang pasti, Lulung mengaku tidak akan pindah PPP kubu lain dan juga partai lain karena selama ini dirinya merasa dibesarkan oleh partai ini. “Kami tidak ingin mengkhianati dukungan lebih dari 1 juta rakyat Jakarta kepada PPP,” tutupnya.(Erwin S)

 

 

SHARE