Forum Rektor dan FKPPI Temui Pimpinan MPR RI Guna memberikan Dukungan Terhadap...

Forum Rektor dan FKPPI Temui Pimpinan MPR RI Guna memberikan Dukungan Terhadap Amandemen GBHN

SHARE

JAKARTA, Sumbawanews.com.  – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menerima kedatangan Aliansi Kebangsaan (Forum Rektor atau FRI dan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri atau FKPPI) di Gedung MPR RI Jakarta, Senin (15/8/2016). Dalam pertemuan itu, para akademisi dari sejumlah universitas terkemuka menyerahkan berkas pokok pikiran mengenai haluan negara.

Zulkifli menegaskan kalau MPR sudah sepakat untuk menyusun haluan negara, dan sekarang sedang dirumuskan haluan negara seperti apa. Karena itu sumbangan ide dari forum rektor diterima dengan baik. “Saya kira ini bisa jadi landasan utama dan sumber bagi MPR,” tegas Ketua Umum PAN itu.

Karena itu dia berharap seluruh pihak, termasuk akademisi untuk ikut mengawal proses penyusunan haluan negara. Sehingga dapat menampung aspirasi semua pihak untuk kepentingan bersama di kemudian hari.

“Haluan negara ini penting utamanya untuk mengatasi kesenjangan ekonomi, khususnya di Jawa dan luar Jawa,  kota dan desa, nilai-nilai luhur Pancasila yang mulai luntur, rakyat mudah marah dan membakar rumah ibadah, mudah terjadi konflik, radikalisme – terorisme, narkoba, korupsi dan sebagainya,” ujar Zulkifli.

Aliansi Kebangsaan dipimpin Pontjo Sutowo didampingi Ketua Forum Rektor Indonesia Rochmat Wahab, Dawam Rahardjo, Yudi Latif, dan beberapa rector yang lain. Zulkifli Hasan didampingi Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta, Sekjen MPR RI Ma’ruf Cahyono, dan Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono.

Dalam kesempatan itu, Pontjo Sutowo menegaskan Indonesia memerlukan haluan negara yang jelas dalam melakukan pembangunan berkelanjutan untuk jangka panjang. Para akademisi menilai tidak sedikit visi pemerintah pusat dan daerah tidak saling bersinergi. Sehingga pembangunan menjadi tidak merata dan daerah seringkali tertinggal.

“Kita lepas dari haluan negara. Sehingga visi kita belum jelas dan kita belum tahu 10 tahun mendatang akan jadi seperti apa?” tanya Pontjo yang juga Ketua Umum FKPPI itu.

Hal yang sama disampaikan Ketua FRI Rochmat Wahab. Dia menilai landasan ekonomi saat ini tidak lagi menerapkan ekonomi Pancasila sehingga program tidak berkesinambungan. “Ekonomi Pancasila hilang sejak tidak jadi haluan sehingga pembangunan itu tidak ada pegangan. Ekonomi Pancasila itu contohnya keseimbangan antara pusat dan daerah, sekarang tidak ada keseimbangan itu semua digeneralisir oleh pusat,” ujarnya.(Erwin S)

SHARE
Admin Sumbawanews