Membedah Muatan Pilkada

Membedah Muatan Pilkada

SHARE

Meski jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumbawa 2010-2015, diprediksikan Mundur. Namun, sejumlah partai politik yang tergabung dalam koalisi mulai mendeklarasikan paket calon Bupati dan Wakil Bupati yang bakal bertarung di Pilkada 2010, mendatang. Meski demikian, masih ada juga parpol peraih kursi parlement yang kesulitan mencari mitra koalisi untuk mengusung jagonya pada perhelatan perebutan kursi EA 1 tersebut.
   Meskipun jumlah partai politik jumlahnya terbatas namun jumlah calon yang mencoba peruntungan menggaet partai politik tidaklah bertambah surut, bahkan beberapa pendatang baru terus saja bermunculan. Bakal calon Bupati/wakil Bupati yang telah dinyatakan gugur dalam seleksi yang dibuka oleh beberapa parpol ternyata masih tetap berharap ada mukjizat dalam beberapa bulan mendatang.
   Ketidaksiapan KPUD Sumbawa karena terbentur masalah pendanaan juga diprediksikan Pilkada Sumbawa akan bergeser menjadi bulan Juni dari target awal bulan April 2010. Peluang inilah yang coba ditangkap oleh beberapa bakal calon untuk mendekati beberapa parpol yang belum terikat secara pasti dengan beberapa kandidat yang ada sebelumnya.
   EA 1 tetap menjadi impian, gugur menggunakan jalur partai politik beberapa kandidat mencoba menggunakan jalur independen untuk tetap bisa masuk sebagai calon Bupati / wakil Bupati. Langkah ini sangat lumrah mengingat politik adalah ladang dinamis yang bisa berubah setiap saat.
   Edisi kali ini, Majalah Sumbawanews coba menggali lebih jauh tentang muatan Pilkada yang terjadi di Tana samawa.***

AN-NUR Pasangan Spesialis Calon Pilkada

   Deretan awal koalisi dua partai besar yakni Golkar dan PPP resmi mendeklarasikan diri  dengan mengusung M.Amin, SH, M.Si (ketua DPD I Partai Golkar) dan Nurdin Ranggabarani, SH.MH (ketua DPC PPP Sumbawa ) dan menyatu dalam Paket AN-NUR. Pasangan ini merupakan pasangan yang sudah mengecap asam garam untuk menjadi calon baik Bupati, Wakil Bupati Sumbawa maupun Wakil Gubernur NTB. Namun sampai saat ini garis tangan kedua pasangan ini belum juga ditakdirkan menjadi pemimpin eksekutif daerah.
   Acara deklarasi yang dihadiri oleh sesepuh dan pengurus kedua partai itu pada Selasa (10/11/09), juga dipadati tidak kurang dari 1000 kader dan simpatisan kedua partai serta undangan lainnya, bahkan bupati Sumbawa yang diwakili oleh salah seorang staf ahlinya juga turut menghadiri acara deklarasi tersebut.
   Ketua panitia pelaksana deklarasi paket An-Nur, Drs. A. Rahman Alamudy, M. Si mengatakan, bahwa deklarasi dimaksudkan untuk memastikan tentang majunya pasangan AN-Nur sebagai salah satu kandidat yang akan tampil di pilkada 2010, sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat.”selama sepuluh tahun pasangan ini telah bekerjasama, keduanya tentu memiliki tingkat kecakapan yang tidak perlu diragukan lagi, ibaratnya kapal kedua figure calon pasangan ini merupakan nakhoda dan mualim yang tangkas, cekatan, terampil, dan professional, sehingga kami menaruh optimisme untuk kedua pasangan ini menjadi calon bupati dan calon wakil bupati 2010-2014.
   Calon bupati, Muhammad Amin, SH dalam kata sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih terhadap apresiasi dan penghargaan yang diberikan, proses menyatunya pasangan ini melalui tahapan yang cukup panjang, dengan perjalanan dan rentang karier sama-sama pernah menjadi pimpinan DPRD Sumbawa. “dengan segenap kemampuan yang kami miliki, bersama dukungan partisipasi masyarakat kami akan selalu bersinergi untuk membangun daerah ini ke arah yang lebih maju, Golkar dan PPP sama-sama sebagai fraksi besar di DPRD Sumbawa, hal ini sangat menjadi jaminan besar, karena kami di dukung oleh partai yang besar, ” ungkap Amin. Amin menambahkan bahwa pasangan ini masih membuka peluang bagi partai lain untuk berkoalisi.
   Calon wakil bupati Sumbawa, Nurdin Ranggabarani, SH, MH pada kesempatan itu, menggambarkan tentang testimony mengapa harus memilih An-Nur bukan calon pasangan lain, kata Nurdin pasangan An-Nur pantas untuk dipilih karena keduanya telah membangun komitmen dan kesepakatan bukan hanya pada tataran teori saja, tetapi komitmen dan kesepakatan yang dibangun atas dasar hati, “bukan hanya sekedar MOU yang dibubuhi dengan puluhan materai saja,” tandas Nurdin.
   Ke depan ungkap Nurdin, dirinya bersama pasangan akan senantiasa mengaktualisasikan kerjasama yang lebih baik, untuk memimpin dan membawa Sumbawa ke depan  kearah yang lebih baik. “Hambatan politis tidak akan terjadi, karena pasangan ini didukung oleh partai pemenang terbesar pada pemilu legislative beberapa waktu lalu,’ tandas Nurdin.**

Incumbent Pilih Pendamping  dari Birokrat

   Drs. H. Jamaluddin Malik selaku incumbent juga ingin mempertahankan tahtanya dengan menggaet enam partai mitra koalisi yang kemudian dimantapkan dengan ditunjuknya Drs. H.Arahsy Muhkan yang kini menjabat sebagai asisten I setda Sumbawa sebagai calon pendamping melalui deklarasi yang digelar di JM Center, Senin (9/11) lalu. Pasangan ini dikenal dengan sebutan JAMAN
   Saat Deklarasi dihadiri juga Ketua dan Perwakilan enam Parpol pengusung. Yakni, Ketua Partai  Demokrasi Kebangsaan (PDK), Benyamin Dea, S.H, Ketua Partai Bulan Bintang (PBB), Abu Bakar H.M, B.A, Ketua PBR, Ustadz Faidi Muqaddam, Ketua Partai kedaulatan, M. Yamin, S.E, M.Si, ketua Partai Patriot, M. Irvan, dan Ketua PKP yang diwakili M. Saad.
   Koordinator Parpol Koalisi, Benyamin Dea, deklarasi partai pengusung ini memberikan kepastian atas dinamika yang berkambang selama ini. Secara mantap dan penuh kenyakinan pasangan ini didukung. Dari proses pendaftaran ke KPU, sosialisasi hingga pada pemenangan. “Kami enam Parpol sudah mantap. Bahkan dukungan untuk paket ini sudah dikomunikasikan ke tingkat DPW hingga DPP masing-masing Parpol. Jadi sudah tidak ada masalah lagi. Apalagi dukungan terhadap paket calon di Pilkada menjadi otoritas DPC,” sebut Ben.
   Pada kesempatan tersebut, Ketua DPC PBB Sumbawa, Abu Bakar H. M, BA juga menepis keraguan sejumlah pihak atas isu kemungkinan beralihnya dukungan Parpol ini ke calon lain seperti yang berkembang di publik. Menurutnya, dalam Rapat Pleno Khusus PBB sudah diputuskan mengusung JM.  Memang diakuinya, hingga kini pihaknya belum mendapatkan rekomendasi dari DPW terkait dukungan tersebut, karena masih adanya miss komunikasi, sehingga masalah ini pun menjadi tersendat. Calon Bupati, JM, pun sudah membangun komunikasi dengan DPW. Jadi tinggal menunggu rekomendasi dari DPW. “Saya jamin, karena tidak ada alasan bagi DPW  untuk tidak memberikan rekomendasi. Kita akan berjuang sampai DPP,”katanya menyakinkan.
   Sementara Ketua Kedalutan, M. Yamin, menambahkan, pencalonan pasangan ini oleh Parpol koalisi mengedepankan kejujuran. Sebab bisa dilihat keberhasilan JM dalam lima tahun terakhir. Indikatornya dari segi pendidikan dan kesehatan yang terus mengalami  perbaikan dan peningkatan.
 Seperti termuat dalam siaran pers yang ditanda tangani oleh Ketua keenam parpol koalisi, disebutkan contoh keberhasilan JM dibidang pendidikan yang meningkatkan angka melek huruf secara signifikan. Begitu pula dibidang kesehatan dengan menekan angka kematian ibu dan bayi.
   Belum lagi peningkatan produksi dibidang pertanian, perternakan dan kelautan. Artinya, dukungan terhadap pasangan JAMAN ini sangat rasional dan realistis.
   Pasangan sesama birokrat ini juga sekaligus memberikan pembelajaran politik, bahwa tidak selamanya calon  kader dari Parpol harus diusung sebagai calon Bupati atau wakil Bupati. Kalau tidak memiliki kompetensi dan kemampuan lain yang dibutuhkan. “Dua orang birokrat inilah yang kami lihat terbaik untuk kami usung,”pungkas Anggota DPRD Sumbawa ini.
   JM, yang juga hadir pada kesempatan tersebut, mengaku juga telah membangun komunikasi dengan DPW dan DPP Parpol koalisi. Serta terus membangun komunikasi dengan parpol lain yang kemungkinan akan bergabung. Seperti PKPB yang saat itu diwakili oleh Sekjennya, yang telah menyatakan sikap bergabung mengusung paket JM-H. An. Dalam empat bulan terakhir, JM berkeliling  ke masyarakat. Termasuk bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat. Pihaknya sengaja mengganndeng H. An, untuk membangun kesetaraan dan kebersamaan dalam lima tahun kedepan apabila terpilih kembali sebagai Bupati nantinya. Dalam hal ini, pihaknya berharap tak ada lagi dikotomi birokrasi politisi. Apalagi dari pantauan dan iktiarnya selama ini, JM yakin H. An adalah sosok yang pantas mendampinginya. Secara politis juga, H. An, layak jual di masyarakat.  “Bersama Parpol koalisi, sebenarnya sudah lama ada keinginan menggandeng H. An. Namun  baru seminggu terakhir, yang bersangkutan kami panggil dan beliau menyatakan siap dengan segala konsekuensinya,”jelasnya.
   H. An yang mendapatkan kesempatan berbicara pada kesempatan tersebut juga mengaku siap menjalani babak baru dalam hidupnya. Dirinya tidak pernah menyangka akan hal ini. “saya siap dan ikhlas mendampingi JM,”ujar H.An dengan menambahkan, rasa terima kasih dengan parpol Koalisi yang telah memberikan penghargaan. **

Gaet Gerindra, PDIP Mantapkan Diri dengan Koalisi Nasional

   Koalisi nasional PDIP – Partai Gerindra pada pemilihan presiden lalu, nampaknya berlanjut pada pemilihan kepala daerah Sumbawa, dimana DPC PDIP yang telah merampungkan tahapan rakercabsusnya menunjuk Mustami H.Hamzah B.SC, SH sebagai calon Bupati. Untuk memantapkan langkahnya menuju perebutan EA I PDIP hanya membutuhkan tambahan satu kursi dari partai peraih kursi parlement. Dari penjajakan dengan sejumlah parpol, PDIP menemukan kata sepakat dengan Partai Gerindra
   Teka-teki tentang siapa figure yang bakal mendampingi Mustami pada perhelatan demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Sumbawa terjawab sudah. Figure tersebut adalah Daha putri mantan Bupati Sumbawa Madelalu ADT era 80-an lalu. tampilnya Daha mendampingi Mustami setelah direkomendasikan oleh DPP Partai Gerindra.
   Calon Bupati dari Partai PDIP Mustami H. Hamzah menyatakan, pihaknya ingin melanjutkan koalisi nasional pada pilpres lalu, dimana PDIP mengikat diri dengan    Gerindra. “DPP Gerindra merekomendasikan Daha untuk mendampingi saya. Sehingga tidak ada persoalan lagi, tinggal dideklarasikan saja,”sebut Mustami.
   Untuk jadwal deklarasi sebutnya, rencana awal mengambil sebenarnya jatuh pada tanggal 28 November sesuai dengan nomor partai PDIP, mengingat tanggal tersebut berdekatan dengan idul adha akhirnya diundur hingga tanggal 9 Desember mendatang. “Dari aturan koalisi PDIP – Gerindra sudah memenuhi persyaratan enam kursi, sehingga tidak ada persoalan untuk deklarasi,”ujar Tomi, tidak menutup kemungkinan pasca deklarasi akan ada partai lain yang bakal bergabung untuk mendukung paket MUDA ( Mustami-Daha). Kemungkinan lokasi yang akan dipilih sebagai tempat deklarasi ujar Tomi, yakni dimulai dari wilayah Timur Sumbawa.
   Gejolak munculnya pasangan MUDA sempat muncul dalam tubuh Gerindra. Sektretaris DPC Gerindra Sumbawa H.Irwan sengaja datang ke Jakarta untuk memastikan apakah rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP Gerindra melalui prosedur resmi.**

PAN Nilai Komposisi Politik-Birokrat Layak Pimpin Sumbawa
   
DPD PAN Sumbawa melalui rapat pleno khusus dan diperluas resmi mengusung ketua DPW PAN NTB M.Jabir SH, MH sebagai calon Bupati pada pilkada mendatang. Untuk pendamping Jabir, PAN lebih memilih dari kalangan birokrat, besar kemungkinan dari sejumlah figure yang muncul menguat nama Syamsuddin Anwar.
   Ketua DPD PAN Sumbawa Burhanuddin Jafar Salam, menyatakan, PAN Final usung Jabir, meski untuk pendampingnya belum bias dipastikan yang jelas kita menginginkan dari kalangan birokrat. “Nama Syamsuddin Anwar masuk dalam nominasi untuk mendampingi ketua DPW,”sebutnya.
   Untuk diketahui untuk memuluskan perebutan EA I, PAN dengan 3 kursi mengamankan sekitar 9 partai non parlement, dengan persentase mencapai 15 persen. Namun, kepastian dekarasi paket ini, belum bisa dipastikan mengingat masih menunggu perkembangan politik yang terus berkembang di Sumbawa.
   Informasi akan hengkangnya PBB dari JM juga akan menguatkan posisi PAN untuk menjalin koalisi dengan PBB. Hal ini dimungkinkan karena akan adanya koalisi besar kedua partai ini dalam menghadapi PILKDA yang serentak di NTB.
   “Masih banyak opsi, tidak menutup kemungkinan bakal ada partai peraih kursi di DPRD yang akan bergabung dengan PAN. Mengingat lobi politik masih kita lakukan dan terus berjalan hingga awal pendaftaran di KPU nanti,”sebutnya.*  

PKS Yang Gamang Mencari Pendamping
   Keputusan DPD PKS Provinsi NTB resmi mengusung Johan Rosihan sebagai kandidat calon Bupati pada pilkada 2010 mendatang membuat peta politik di Sumbawa semakin terang. Sebelumnya PKS menyodorkan DR. Ikhsan sebagai pendamping Johan, namun tidak beberapa lama Dr.Ihksan mundur. Keputusan Johan sebagai calon yang diusung PKS juga diperkuat dengan keputusan DPD PKS Sumbawa yang didasari oleh hasil fit and propertest yang dilaksanakan DPD PKS Sumbawa. Hanya saja, sejauh ini PKS dengan empat Kursi Parlement masih membutuhkan sedikitnya 2 kursi dari mitra koalisi. “Johan yang ditunjuk sebagai calon dari PKS harus mampu membawa mitra koalisi, untuk mencukupi kekurangan kursi PKS,”terang Ketua DPD PKS Sumbawa Sambirang Ahmady, M.Si.
   Sambirang-pun mengklaim bahwa pihaknya sedang menjalin komunikasi dengan 2 partai kecil yang berada di pasangan JAMAN.
   Informasi yang dikumpulkan Sumbawanews, jika pada titik akhir PKS juga belum menemukan mitra koalisinya, maka kemungkinan besar PKS akan menjalin koalisi dengan PAN. Namun posisi Johan yang tadinya menjadi calon Bupati akan berubah menjadi calon wakil Bupati yang akan mendampingi Jabir sebagai calon Bupati Sumbawa.***

PAS Yang Kehilangan Momentum

   Partai Demokrat yang tadinya dianggap sebagai gadis cantik, kini mulai was-was dengan daya tawar Demokrat yang sudah mulai terkikis oleh kemampuan calon lain yang berani melakukan deklarasi sejak awal.
   Nama Agus Patria cukup diperhitungkan untuk disandingkan dengan ketua DPC Demokrat Sumbawa Syamsul Fikri, AR. S.Ag, M.Si sebagai calon wakil Bupati. Belum ada keberanian dari Demokrat untuk mengusulkan kadernya sebagai calon Bupati Sumbawa. Sebelumnya pasangan yang menyebut dirinya PAS ini berkeyakinan untuk menarik Partai Gerindra sebagai mitra koalisi. Namun karena kalah cepat akhirnya DPP Gerindra mengeluarkan surat rekomendasi atas nama Mustami H. Hamzah berpasangan dengan kader Gerindra Ny. Dharmawaty Madilaoe (Daha).
  Pasangan PAS masih memerlukan 2 buah kursi untuk memenuhi persyaratan pencalonan. Desas-desus yang berkembang setelah Agus Patria gagal menarik Gerindra, pasangan ini berusaha menarik partai yang mengunsung JAMAN yakni PKPI dan PKPB.**

KARSA Deklarasikan Diri
   Tepat dihari raya Iedul Adha ( 27/11/09) Partai Hanura mendeklarasikan pasangan DR.H. Kahar Karim, sebagai calon Bupati Sumbawa dan Jack Morsa sebagai calon wakil Bupati Sumbawa (KARSA). Deklarasi yang dilaksanakan di hotel Dewi berlangsung cukup meriah meskipun tanpa undangan tapi dihadiri oleh  massa sekitar 300 orang . Dalam deklarasi ini Pasangan KARSA belum memastikan partai mana yang akan digandengkan untuk bisa melengkapi agar persyaratan minimal sebanyak 6 kursi terpenuhi.
Informasi yang beredar dikalangan terbatas, pasangan KARSA sedang mengincar PKPI dan PKPB bahkan PDK yang mempunyai masing-masing satu kursi.*

Ikhlasuddim Jamal, Klaim Banyak Parpol Mendukungnya
   Ketua DPW Partai Pelopor Ikhlasuddin Jamal mengklaim bahwa beberapa partai besar mendukungnya. Klaim terbaru yang dilakukan oleh Ikhlas adalah PKS dan Demokrat mendukung pencalonannya sebagai Bupati Sumbawa.
   Namun tidak beberapa lama, kedua petinggi partai tersebut langsung membantah bahwa partainya sama sekali tidak mencalonkan Ikhlasuddin Jamal sebagai calon Bupati Sumbawa.
   Sekitar 2 bulan sebelum Ikhlas mengklaim PKS dan Demokrat, malah Ikhlas sudah menyatakan dirinya akan didukung oleh Partai Golkar karena akan menggandeng salah seorang kerabat mantan bupati Sumbawa Latief Majid yang bergender wanita. Klaim inipun akhirnya gugur tatkala Amin-Nurdin menggunakan Golkar – PPP sebagai kendaraan politiknya.
   Posisi  calon Pelopor yang tidak berhasil membuktikan klaimnya ternyata membuat partai ini mempunyai nilai tawar yang cukup tinggi untuk melengkapi partai lain yang masih kekurangan kursi. Sudah tentu nilai tawar pelopor bukanlah posisi calon Bupati atau wakil Bupati tapi lebih pada  seberapa besar  nilai tanda jasa dari pasangan yang akan menggunakan pelopor sebagai kendaraan politiknya.**

Ir.H. Ibrahim Beralih Ke Independen
Gagal menggunakan Partai Hanura sebagai kendaraan politiknya, Birokrat Sumbawa Ir. H. Ibrahim akhirnya memutuskan jalur Independen sebagai kendaraan yang akan dipakai dalam Pilkada mendatang.
H. Ibrahim telah menemukan pasangannya yang tak lain calon bupati dari jalur independen yang jauh-jauh hari telah mengumpulkan dukungan yakni Dr. Iwan Jazadi. Melalui jalur Independen ini H. Ibrahim akan maju sebagai calon Bupati dan Dr. Iwan sebagai calon wakil Bupati Sumbawa.*

IKRAR Berusaha Menembus Kebekuan
Pasangan Muda Ikraman – Arif Hidayat (IKRAR) tetap menggalang dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Sumbawa untuk bisa maju sebagai calon Bupati dan wakil Bupati dari Jalur Independen.
“Target kami minimal tembus klarifikasi KPU.” Jelas Calon Bupati pasangan IKRAR  M. Ikraman, Spt.
Diakui oleh  Ikraman, banyak tawaran dari calon lain agar mau berpasangan dengan mereka untuk menggunakan jalur partai politik.
“Ini adalah komitmen dengan pasangan, kami bukan politisi sehingga komitmen harus tetap di jaga. Bagaimanapun manisnya tawaran tersebut jika komitmen dengan pasangan tidak dijaga maka masyarakat akan menilai pasangan IKRAR tidak lebih baik seperti pasangan lain yang sering gonta ganti pasangan.” Aku Ikraman.
Mengenai pilihan rakyat untuk mendukung pasangan Independen yang pertama kali mendeklarasikan dirinya di Sumbawa pada tanggal 09.09.09 ini, Ikraman menyerahkan kepada masyarakat Sumbawa.
“Masyarakat Sumbawa sudah dewasa, sudah bisa memilih mana yang terbaik sebagai pemimpin Sumbawa lima tahun mendatang.” Jelas Ikraman.

Majalah Sumbawanews Edisi Ke-3 Desember 2009: Utama

SHARE
Admin Sumbawanews