Konferensi Kepolisian Sepakat Lawan Terorisme dan Kejahatan Transnasional

Konferensi Kepolisian Sepakat Lawan Terorisme dan Kejahatan Transnasional

SHARE

Jakarta, Sumbawanews.com. – Chiefs of Police Conference of South Asia and Neighbouring Countries (Konferensi polisi se Asia Selatan),  di Kota Dhaka, Bangladesh sepakat melawan terorisme dan kejahatan transnasional.berita_372116_800x600_IMG_0782

 

“Tujuan konferensi polisi se-Asia Selatan ini untuk menemukan jalan penguatan hubungan diantara lembaga-lembaga penegak hukum yang relevan di dunia dan menjalin kerjasama regional untuk melawan kejahatan eksterimisme serta kejahatan transnasional lainnya,” kata Wakapolri Komjen Syafruddin, dalam siaran pers, Rabu (15/3/2017).

 

Syafruddin menyatakan, ada beberapa poin yang telah disepakati antara lain peningkatan pertukaran informasi dan penanganan yang praktis.

 

“Cara yang efektif diantara penegak hukum dan mengembangkan metode bersama yang efektif saat dibutuhkan untuk melawan terorisme dan kejahatan transnasional,” kata Syafruddin.

 

Menurutnya, seluruh negara  menghadapi permasalahan  yang sama yaitu terorisme dan kelompok radikal. Maka, lanjutnya, negara-negara regional dan organisasi terkemuka lain di dunia harus saling berkerjasama mengembangkan strategi melawan terorisme dan kejahatan transnasional dengan profesionalisme dan efisiensi.

 

“Strategi pelaksanaan dan pendekatan yang terintegrasi harus segera diambil untuk membuat wilayah menjadi baik dan aman untuk hidup dan bekerja,” ujarnya.

 

Untuk diketahui, Wakapolri Komjen Syafruddin menghadiri kegiatan Chief of Police Conference of South Asia and Neighbouring Countries di Kota Dhaka, Bangladesh sejak 12 hingga 14 Maret 2017 yang diikuti oleh perwakilan 21 negara Asia Selatan.

 

‎Wakapolri dampingi beberapa perwira tinggi Polri antara lain Sahlisosek Kapolri Irjen Amhar Azeth, Kabag Kejahatan Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri Kombes Puji Sarwono, Waka Densus 88 Polri Brigjen Eddy Hartono, Karo Binops Bareskrim Polri‎ Brigjen Toni Hermanto serta Karo Binkar SDM Polri Brigjen Priyo Widyanto dan AKBP Joko Julianto.

 

Dalam kegiatan ini, ada beberapa hal yang menjadi concern pembahasan terutama soal terorisme, pembatasan gerakan ekstrimisme dan transnasional crime.

 

Kemudian, disebutkan juga tantangan kekerasan ekstrimisme dan kejahatan transnasional dapat diatasi secara efektif dengan kerjasama perbatasan diantara negara Asia Selatan dan negara-negara tetangga lainnya.

 

“Kebanyakan dari kejahatan serius ini membutuhkan tindakan cepat, efektif, dan kerjasama profesional diantara lembaga-lembaga kepolisian di negara-negara yang bertetangga,” tandas Syafruddin.

 

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Sekjen Interpol bersama kolega-kolega lain seperti FBI, ICITAP, dan Aseanapol. Kepala kepolisian dari Afghanistan, Myanmar, Sri Lanka ikut menghadiri konferensi ini termasuk delegasi senior dari Australia, Bhutan, Brunei Darussalam, China, Indonesia, India, Malaysia, Maladewa, Nepal, Korea Selatan, dan Vietnam. (Erwin S)

SHARE