Kapal Perang Perancis Tiba di Jepang Bawa 700 Personil Angkatan Laut

Kapal Perang Perancis Tiba di Jepang Bawa 700 Personil Angkatan Laut

SHARE

Jakarta, Sumbawanews.com.- IMG_20170429_181656Di tengah situasi Asia Timur yang semakin memanas, sebuah kapal serang amfibi berbendera Prancis tiba di pangkalan angkatan laut Sasebo, Jepang, Sabtu (29/4) ini. Kapal amfibi kelas Mistral tersebut membawa serta 700 personil Angkatan laut.IMG_20170429_181701kapal perang Inggris bawa 700 Personel angkatan laut.cpjtgzequtxkjqz1700t

Rencananya, kapal yang juga disebut sebagai helicopter carrier tersebut akan melakukan latihan bersama dengan pasukan Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris pada bulan Mei depan. Kapal amfibi tersebut akan berlatih di Tinian, sebuah pulau seluas 2.500 kilometer di dekat Guam, sebelah selatan perairan Jepang.

Kehadiran kapal serang amfibi ini membawa perspektif baru dalam konflik Asia Timur, yang semakin memanas dengan Korea Utara yang terus bertindak agresif.

Latihan gabungan empat negara tersebut dipercaya tak hanya menekan Korut, namun juga China sebagai pemasok senjata utama negara pimpinan Kim Jong Un itu.

Latihan tersebut sudah direncanakan sebelum Korut kembali menggelar peluncuran rudal balistik, Sabtu (29/4) pagi ini. Meskipun gagal total dan meledak hanya beberapa menit setelah peluncuran, aksi Korut pagi tadi tergolong nekat karena dilakukan hanya sehari setelah Dewan Keamanan PBB bertemu untuk membicarakan masalah nuklir negaranya.

Bagi China sendiri, hadirnya kapal serang amfibi seberat 21 ribu ton dan latihan gabungan beberapa negara tersebut jelas memiliki pesan tersendiri. Ambisi China untuk meningkatkan kekuatan angkatan lautnya langsung mendapatkan perlawanan dari negara-negara tersebut.

Jepang dan AS jelas jadi negara yang paling khawatir dengan ambisi China memproyeksikan kekuatan militernya di Pasifik, yang dilakukan China dengan pembuatan beberapa kapal induk. Sementara itu, Prancis juga turut menjadi pihak yang terlibat karena negara yang tengah melangsungkan proses pemilihan presiden itu bertanggung jawab atas beberapa pulau di Pasifik, seperti Polinesia Prancis dan New Caledonia.

Sementara itu, Jumat (28/4) lalu, China meluncurkan kapal induk buatan sendiri pertama mereka yang memiliki berat lebih dari 50 ribu ton bernama Shandong. Meski belum betul-betul siap digunakan, peluncurannya ke publik memberikan pesan kuat bagi negara-negara di Pasifik. Kapal tersebut juga melengkapi koleksi kapal induk China, setelah sebelumnya hanya memiliki sebuah kapal induk yang dibeli dari Ukraina pada tahun 1988.

Selain permasalahan Korut, China juga tengah terlibat sengketa dengan beberapa negara di Asia Timur, seperti permasalahan Senkaku/Diayou dengan Jepang dan sengketa Laut China Selatan dengan beberapa negara Asia Tenggara.

Mengirimkan kapal serang amfibi ke Pasifik ini merupakan langkah berani oleh Prancis. Meski terus berusaha mencapai kerjasama ekonomi yang lebih kuat dengan China, Prancis dan Inggris juga terus meningkatkan kerjasama pertahanan dengan Jepang. Di atas kapal Mistral tersebut, terdapat setidaknya dua helikopter milik angkatan laut Inggris dan Prancis.

Kementerian Pertahanan Prancis sendiri menyebut bahwa kehadiran Mistral di Jepang merupakan “bentuk realisasi yang nyata terhadap diplomasi Prancis”. Saat ini, kapal tersebut tengah bersandar di Sasebo, di sebuah pangkalan angkatan laut yang digunakan bersama oleh Japan’s Maritime Self Defense Force (MSDF) dan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kapal Mistral itu sendiri meninggalkan Prancis Februari lalu. Ia mampu membawa 35 helikopter dan empat landing barges –kendaraan militer yang digunakan untuk membawa pasukan dari kapal ke pantai dalam operasi amfibi. Mistral sendiri akan berada di Sasebo sampai 5 Mei mendatang.

Sebelumnya, AS telah lebih dulu menggeser kapal induknya USS Carl Vinson –yang sejatinya berada di Singapura– ke perairan Korea Selatan. Selain itu, kapal selam dengan rudal jarak jauh milik AS, USS Michigan, juga telah berlabuh di Korea Selatan, Selasa (25/4) lalu. (Erwin s)

 

SHARE