SMAN 01 Ambalawi Berlakukan Penarikan Uang Komite

SMAN 01 Ambalawi Berlakukan Penarikan Uang Komite

SHARE

Kabupaten Bima,sumbawanews.com- SMA Negeri 01 Ambalawi Kabupaten Bima, kembali menerapkan kebijakan lama soal penarikan uang komite tahun 2015. Kebijakan tersebut diberlakukan kepada tiap siswa penerima bantuan Siswa Miskin (BSM). Pasalnya, para siswa diwajibkan untuk membayar uang komite sebesar Rp 70 ribu persiswa, mulai tahun ini.

Selain siswa penerima BSM, sasaran kebijakan tersebut juga berlaku bagi siswa yang dianggap mampu. Seperti, anak dari TNI, Polri, PNS atau Pegawai Pemerintahan lainya. Kebijakan ini dilakukan berdasarkan hasil keputusan bersama dengan pengurus komite dan orang tua murid, melalui Rapat Pleno dan Rapat Terbatas tahun pelajaran 2015/2016.

Kepala SMA Negeri 01 Ambalawi Kabupaten Bima, Jon Hermasyah H.AB, S.Pd M.Pd, Rabu (30/09) pada sumbawanews mengatakan, penarikan iuran komite tersebut ditetapkan melalui kesepakatan bersama orang tua murid. Dengan beberapa katagori antara lain, bagi pemilik KPS/PIP atau calon penerima BSM sebesar Rp 70 ribu perbulan, termasuk PNS/TNI, POLRI dan Pegawai Pemerintahan lainya.

Sementara anak yatim atau piatu yang tidak dapat BSM, tidak dibebankan uang komite alias gratis. Mereka ini dimaksudkan akan dibantu dengan program Discount Fee melalui dana BOS, sehingga hanya dibebankan sebesar Rp 40 ribu perbulan.
“Dari hasil keputusan rapat pleno komite tersebut, pihak sekolah melakukan penarikan uang komite kepada seluruh siswa berdasarkan kesepakatan bersama. Termasuk penarikan melalui siswa penerima BSM tahun 2015,”terangnya.

Dia menjelaskan, penggunaan uang komite ini akan disesuaikan dengan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang telah sepakati melalui rapat komite. Seperti, biaya trasportasi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) sebesar Rp 28. 100.000 perbulan atau Rp 337. 200.000 pertahun.

“Jadi iuran yang bersumber dari BSM itu dimanfaatkan untuk pembayaran transportasi guru atau Pegawai tidak tetap, sebanyak dua bulan,”pungkasnya.

Dia menambahkan, jumlah guru PTT dan GTT di sekolah itu sebanyak 43 orang. Dari jumlah itu, mereka dibiayai dari dana komite.”Mereka digaji sesuai dengan jumlah jam mereka mengajar,” sebutnya.(sahrul)

SHARE
Admin Sumbawanews