PKBM Berikan Kontribusi Melalui Pendidikan Non Formal

PKBM Berikan Kontribusi Melalui Pendidikan Non Formal

SHARE

Kota Bima, Sumbawanews.com.- Keberadaan Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di wilayah Kota Bima, terus memberikan kontribusi untuk semua warga belajar (WB) atau masyarakat, melalui pendidikan Non Formal. Hal itu terbukti seperti yang dilakukan oleh PKBM Ridho Ilahi yang berlokasi di jalan Kesejateraan Kelurahan Lewirato dan PKBM Syahra, jalan Sukarno Hatta Kelurahan Rabangodu Utara Kecamatan Raba Kota Bima.

Dua PKBM yang sudah berdiri sejak lama ini, sudah banyak mencetak orang – orang yang cerdas dari yang umur dewasa serta orang tua yang belum mengenal huruf (Buta Aksara), bahkan anak –anak putus sekolah yang wawasanya kini tidak kalah dengan para siswa yang ada di sekolah – sekolah dalam bidang Pendidikan Formal. Wawasan yang didapatkan tidak hanya mengenal huruf dan berhitung saja. Akan tetapi, juga memiliki wawasan dalam bidang keterampilan , termasuk kerajinan tangan dan lainya.” Semua Warga Belajar (WB) yang pernah mendapat pendidikan di PKBM saya ini, sudah banyak yang berhasil dan lulus semua. Bahkan mereka yang belumnya tidak bisa mandiri, kini sudah bisa mempunyai usaha masing – masing dari berbagai hasil kerajinan tangan seperi membuat kue dan lainya,” ungkap Ketua Yayasan PKBM Ridho Ilhai Kelurahan Lewirato Kota Bima, Rusbianti S.Sos, saat ditemui di kediamanya, Senin (09/11).

Ditambahkan Rusbianti, keberhasilan yang mampu diraih oleh para WB tersebut, berkat kerja keras para Totur yang ada di PKBM, yang senantiasa semangat dalam memberikan pelajaran terhadap para muridnya.

“Semua pengajar yang bertugas memberikan pendidikan untuk para warga belajar di PKBM ini, yaitu orang – orang yang sudah lulus kuliah (sarjana). Sehingga cara mereka memberikan materi pelajaran, sudah tidak diragukan lagi dan mampu diserap dengan baik oleh para warga belajar tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut menunjukan buktui bahwa keberadaan PKBM di wilayah Kota Bima ini, sangat memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan non formal.” Apa yang kami terapkan di PKBM, hampir sama dengan apa yang dituangkan dan diajakan di sekolah – sekolah pendidikan Formal,” tuturnya.

Hanya saja lanjut Rusbianti, ditengah keberhasilan dan kontribusi yang telah diberikan, ada kendala yang dihadapi oleh PKBM Ridho Ilahi.” Jujur saja, sampai saat ini kami kekurangan anggaran operasional, termasuk untuk membeli perlengkapan dan kebutuhan lainya,” keluhnya.

Diakui Rusbianti, selama ini PKBM Ridho Ilahi, hanya mengandalkan bantuan dana dari Pemerintah, untuk menunjang kegiatanya dalam memberikan pembelajaran terhadap para warga belajar.” Selama ini, kami bertendesi pada bantuan dana yang diberikan oleh Pemerintah dengan cara mengajukan proposal. Tapi jujur saja selama ini, kami tidak selamanya mendapat bantuan dana dari program Pemerintah. Karena bantuan itu kadang ada dan kadang tidak,” ungkapnya

Maka itu, Rusbianti berharap kedepan, PKBM Ridho Ilahi bisa terus mendapat perhatian melalui program yang sudah dicanakan Pemerintah. Baik itu ditingkat Pusat, Provinsi dan Pemerintah Kota Bima.” Mudah – mudahan PKBM saya ini bisa diperhatikan oleh Pemerintah. Agar kegiatan di PKBM ini terus berjalan dan tidak ada mantinya,” harapnya.

Secara terpisah, Ketua PKBM Syahra Kelurahan Rabangodu Utara, Dr. Amina, juga mengaku, mengalami kendala dalam hal dana operasional untuk PKBM miliknya.” Jujur saja, kalau tidak ada dana bantuan, tentu aktivitas PKBM saya ini tidak akan bisa berjalan,” ungkapnya.

Menurutnya, peranan PKBM di wilayah Kota Bima, banyak memberikan kemajuan dalam dunia pendidikan Non Formal. Bahkan kata dia, kemajuan dan kontribsui besar yang diberikan dengan keberadaan PKBM, sempat diakui oleh
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan, Musliar Kasim, saat menutup Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomajari) di Jakarta Tahun 2014 kemarin.

Dimana melalui salah satu media online, beliu menyatakan, rasa optimistisnya bahwa Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) mampu membuat perekonomian Indonesia akan meningkat. Dengan potensi jumlah penduduk di Tanah Air yang besar, Musliar optimis PKBM dapat meningkatkan perekonomian. PKBM pada awalnya dibentuk sebagai wadah pemberantasan buta aksara.

Tapi mustahil , para orang tua yang buta aksara mau datang ke PKBM tanpa nilai tambah seperti pelatihan kewirausahaan. Beliu juga pernah meminta agar lulusan PKBM tidak berkecil hati. lulusan PKBM tidak kalah dibanding lulusan sekolah formal.

“Kalau tidak bisa yang pertama, setidaknya bisa lebih baik. Kalau tidak bisa lebih baik, harus berbeda. Hal itulah yang pernah diungkapkan oleh wakil menteri pendidikan tersebut,” jelas Amina, mengutip pernyataan yang pernah dikeluarkan oleh Wakil Menteri Pendidikan, Musliar Kasim.

Dasar itu lanjut Amina, dirinya berharap kedepan PKBM Syahra miliknya bisa diperhatikan oleh Pemerintah.” Saya harap kedepan ada bantuan dana yang bisa didapatkan melalui program dari Pemerintah. Karena tanpa adanya uluran tangan dari mereka, tentu kegiatan di PKBM ini tidak akan bisa berjalan lancar,” Tandasnya.(Sahrul)

SHARE
Admin Sumbawanews