Hidayat Tetap Anggota Panwaslu Kota Bima

Hidayat Tetap Anggota Panwaslu Kota Bima

SHARE

Kota Bima, Sumbawanews.com.-
 Muhammad Hidayat, anggota Panwaslu Kota Bima, yang sebelumnya meminta mengundurkan diri, akhirnya kembali bertugas. Sebelumnya, dia mengaku tahun 2003 lalu menjadi pengurus DPC PPP Kecamatan Sape.
 Anggota Panwaslu Kota Bima Divisi Penyelesaian Sengketa Pemilu, Asmah, SSos, mengatakan setelah mengelarifikasi ke DPC PPP Kecamatan Sape, ternyata tidak ada namanya dalam SK. Demikian juga data yang ada di PPP Kabupaten Bima. “Rupanya hanya perasaannya saja merasa pernah masuk jadi pengurus. Tahun 2003 lalu pernah diajak temannya untuk masuk partai, akan tetapi rupanya temannya itu tidak jadi memasukkan namanya,” katanya di sekretariat Panwaslu Kota Bima, Kamis (18/12).
 Mengapa saat itu Muhammad Hidayat mengundurkan diri? Asmah mengaku, hal itu lantaran melihat ketegasan Ketua Panwaslu Kota Bima, Ir Khairudin, yang tidak menginginkan anggota Panwaslu,  temasuk kecamatan, terlibat atau pernah menjadi pengurus partai politik. Hal itu untuk menjaga netralitas Panwaslu dalam mengawal proses Pemilu agar berkualitas.
 “Apalagi Muhammad Hidayat memang mengakui tidak pernah menerima SK, sehingga hanya perasaannya saja, karena pernah diajak oleh rekannya,” ujarnya.
 Untuk Ketua Panwaslu Kecamatan Mpunda, Asrul Sani, yang tercantum namanya sebagai Bendahara di Partai Matahari Bangsa (PMB) Kota Bima, dia mengaku laporannya sudah disampaikan ke Panwaslu Provinsi NTB. Sebelumnya, sudah  diklarifikasi dengan pengurus Partai Matahari Bangsa (PMB) Kota Bima. Berdasarkan pengakuan pengurus PMB, Asrul pernah diajak masuk pengurus sebagai bendahara. Meski ditolak, namun tetap dimasukkan namanya.
 “Asrul membuat surat pernyataan keberatan, namun tanggal surat itu lebih dulu, ketimbang SK terbit. Semua kembali ke Panwaslu Provinsi NTB untuk menentukan statusnya,” ujarnya.
 Bagaimana dengan dua anggota KPU yang diduga terlibat partai politik? Asmah menjelaskanm sudah mengelarifikasi dengan Partai Demokrat (PD) Kabupaten Bima dan PMB Kota Bima. Untuk Fatmatul Fitriah, pengakuan dari pengurus PMB membenarkannya sebagai pengurus. “Memang ada pernyataan pengunduran diri yang dibuat,” katanya.
    Hanya saja, kata dia, yang menjadi pertanyaan Fatmatul yang kini anggota KPU Kota Bima dan Asrul Sani, sama-sama pengurus PMB Kota Bima. Namun, Asrul membuat surat keberatan lantaran namanya dimasukkan, tetapi Fatmatul membuat surat pengunduran diri sebagai pengurus. Padahal, mengaku namanya dicatut dan keberatan.
    “Semua bergantung Badan Kehormatan yang sudah dibentuk oleh Panwaslu NTB. Kami hanya menyampaikan rekomendasi dan hasil klarifikasi dan kemungkian mereka akan turun ke Kota Bima,” katanya. (BE.16)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY