Dislutkan Sumbawa Bantah Kelompok “Tana Dewa” Fiktif

Dislutkan Sumbawa Bantah Kelompok “Tana Dewa” Fiktif

SHARE

Sumbawa. Sumbawanews.com. – Tim dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa turun ke Desa Sepayung. Keberadan tim ini Kamis (8/3) kemarin, untuk memberikan klarifikasi soal bantuan dari dinasnya kepada Kelompok Tani Tambak Air Payau Tana Dewa yang diduga kelompok fiktif sehingga sejumlah bantuan tersebut diamankan Kades setempat. Bantuan yang diamankan ini berupa 5 unit mesin pompa, 10 kincir, 3 paralon 8 inch dan sejumlah kelengkapan lainnya.Bantuan-Fiktif

Kabid Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Budiman selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam klarifikasinya membantah kelompok yang menerima bantuan itu fiktif. Menurutnya kelompok Tana Dewa itu sudah terdaftar dan didata sejak Tahun 2015 di Dislutkan Kabupaten Sumbawa bahkan di pusat, serta memiliki sertifikat kelompok Pemula bersamaan dengan Kelompok Mandiri 1. Budiman mengakui jika beberapa anggota tidak memiliki lahan pribadi, tapi mereka melakukan usaha tambak di atas lahan berstatus hak pakai.

Untuk diketahui bantuan tersebut masih berada di Kantor Desa Sepayung. Bantuan itu akan dibagikan kembali setelah menunggu surat penyerahan.

Seperti diberitakan satu truk bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa terpaksa diamankan Kepala Desa Sepayung Kecamatan Plampang, Senin (6/3). Pasalnya bantuan itu tersebut diberikan kepada kelompok tani tambak setempat yang diduga fiktif. Bantuan tersebut seharusnya diberikan kepada petani tambak yang memiliki lahan tambak. Namun justru tercatat penerima bantuan adalah anggota kelompok yang tidak memiliki lahan. Bantuan itu berupa 5 unit mesin yaitu 3 mesin Diesel dan 2 unit mesin Honda. Selain itu satu unit keong, 2 selang spiral empat masing-masing sepanjang 3 meter, 10 keping baling-baling, 3 set dudukan mesin, 3 bagang, dan paralon 8 inch.

Kades Sepayung, Sahabuddin mengakui mengamankan sejumlah bantuan itu karena diberikan kepada kelompok yang tidak jelas. Ia mengaku baru mengetahui keberadaan bantuan yang didistribusikan dinas terkait terhadap kelompok tani tambak di wilayahnya. “Saya baru tahu ketika ada salah seorang warga yang namanya tercatat di dalam Kelompok Budidaya Airpayau, menginformasikan ada bantuan datang. Padahal dia tidak punya lahan,” aku Kades Sahabuddin, Jumat (10/3/2017)

Atas laporan ini, Ia bersama Ketua BPD dan Babhinkamtibmas turun ke lokasi untuk mengecek bantuan tersebut. Saat ditelusuri, bantuan itu diberikan kepada Kelompok Budidaya Air Payau Tana Dewa yang diketuai Nurdin warga Dusun Sepanyol. Berdasarkan daftar tanda terima bantuan, budidaya undang Tahun 2016 itu terdapat 11 orang penerima. Kades pun mengaku mengcek berkas berita acara serah terima dengan nomor surat tidak lengkap yakni No: 523.7/…../DKP/2016 tertanggal 15 Desember 2016 yang ditandatangani pejabat salah satu bidang di Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbawa selaku pihak pertama.

Ketua Kelompok Budidaya Air Payau Tana Dewa, Nurdin menjelaskan, sebelumnya Ia pernah mengajukan proposal kelompok tersebut tapi ditolak Kades Sepayung karena anggota kelompok tidak memiliki lahan sebagaimana yang dipersyaratkan. Karena ditolak, proposal itu tidak dilanjutkan ke dinas terkait. Mengenai bantuan yang datang, Nurdin mengaku tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu tiba-tiba datang dan saya terima saja,” aku Nurdin di kediamannya. (Erwin S/Bur/SR)

 

SHARE